21/05/2017
Assalamualaikum.
Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT, amin.
Akhir-akhir ini aku sadar kalau inti dari apapun yang kita alami saat ini, atau yang akan kita alami di waktu yang akan datang, semuanya nggak terlepas dari komunikasi kita kepada Allah. Yakin bahwa Allah mendengar dan yakin kalau Allah akan jawab. Pasti. Karena itu pula akhirnya aku paham kenapa selalu ada orang yang menyuruh untuk berdoa, bersyukur, kemudian meminta ampun kepada Allah, yang dulu mungkin ketika dengar semua itu, aku cuma berkata dalam hati,
"iya iya...",
"sudah tau...",
"sudah sering dengar...",
walaupun saat itu aku tetap belum mempraktekkannya.
Tapi akhirnya semua itu benar-benar make senses sekarang. Kenapa?
Entah dalam beberapa bulan terakhir ini cara aku melihat hidupku sendiri sudah banyak berubah dari biasanya, semenjak aku merubah beberapa kebiasaan yang sebelumnya belum pernah aku lakukan. Aku mulai mikir, "Oh! Jadi kehidupan yang sebenarnya itu seperti ini," Dengan cara seperti apa itu?
Komunikasi dengan Allah.
Semakin kita mencari tahu mengenai teori kehidupan yang semuanya sudah tertulis di Al-Quran & Sabda-sabda Rasulullah, pikiran kita akan semakin terbuka luas. Kita akan lebih memilih untuk mulai memikirkan diri kita sendiri dan nasib masing-masing, dibandingkan dengan melihat kehidupan orang lain. Kita akan semakin sadar betapa ruginya kita ketika baru mengetahui semua itu sekarang, diumur yang sudah terlalu banyak kita habiskan sebagiannya untuk hal-hal yang benar-benar merugikan diri kita sendiri. Kemudian kalian akan mulai bersyukur.
Mulailah belajar mengenai kehidupan ini dari membuka komunikasi intens dengan Allah. Mulai dari hal terdekat, sholat. Berbicaralah dengan Allah ketika sholat. Pahami makna dari ayat-ayat, doa, dan dzikir yang kita bacakan. Bangkitkan dalam hati semua rasa keingintahuan kita terhadap dunia ini, terhadap hidup kita ini. Mengapa manusia saling membenci, mengapa manusia selalu mengejar hawa nafsu, mengapa masih banyak hal-hal yang kita temui membuat kita merasa kecewa. Tanyakan pada Allah, "Kenapa, Ya Allah?"
Seperti halnya aku yang selama ini selalu bertanya dalam hati, kenapa Rasulullah menyuruh umat-umatnya membacakan Shalawat untuknya di setiap sholat? Mengapa kita harus selalu mendoakan keselamatan untuk beliau? Bahkan keluarga-keluarga beliau? Kenapa Rasulullah sangat ingin sekali didoakan oleh seluruh umatnya? Padahal sudah bisa kita tebak nikmat yang akan Allah berikan kepada beliau di akhirat kelak. Bahkan Allah akan bershalawat untuk kita hanya karena kita bershalawat untuk Rasulullah. Bahkan ketika kita memiliki hajat, dianjurkan juga untuk kita bershalawat. Ganjarannya sangat besar. (Tapi mohon maaf, waktu itu ketakwaanku masih bisa dibilang sangat minim).
Sampai entah kenapa pada suatu ketika terbesit sendiri di kepalaku. Teringat suatu penyampaian mengenai perkataan Rasulullah (yang diriwayatkan pula dalam sebuah hadist) bahwa setiap orang akan dikumpulkan kelak di akhirat bersama dengan orang-orang yang dicintainya. Seketika aku terharu. Menyesal dengan apa yang selama ini kupandang sebelah mata. Intinya, Rasulullah hanya ingin kita mencintainya. Agar kita dapat bersamanya kelak di surga, dan surga tempat beliau berada adalah Surga Firdaus, surga tertinggi di seluruh penjuru langit. Rasulullah ingin seluruh umatnya dapat bersamanya disana, dengan cara bershalawat. Itu yang pertama.
Yang kedua, kenapa kita harus pula bershalawat untuk Rasulullah beserta seluruh keluarganya. Di waktu yang berbeda pula, pikiran ini terbesit di kepalaku. Memangnya sudah seberapa banyak kita mengamalkan ajaran beliau? Sudah seberapa banyak ilmu dan pemahaman tentang Islam yang sudah kita ajarkan ke orang-orang di sekeliling kita? Kalau masih sangat minim, kenapa hanya dengan mendoakan keselamatan bagi keluarga Rasulullah yang sudah pasti akan memperluas ajaran beliau saja kita masih ragu? Masih belum sungguh-sungguh dalam memohon keselamatan untuk mereka? Mungkin saat ini sudah beratus-ratus atau bahkan beribu-ribu keluarga keturunan Rasulullah yang tersebar di seluruh dunia berusaha keras menyebarkan ajaran beliau apapun resikonya. Tidak perlu menyebutkan satu persatu siapa saja mereka, kita hanya perlu bershalawat beberapa detik untuk mendoakan keselamatan mereka saja, agar ajaran agama Islam teramalkan dengan baik.
Yang ketiga, kenapa kita harus selalu mendoakan keselamatan Rasulullah beserta seluruh keluarganya? Masya Allah. Sekali lagi aku disadarkan dengan ajaran Rasulullah melalui hadist shahih yang menceritakan bahwa ketika kita mendoakan kebaikan untuk saudara kita, di atas kepala kita akan ada malaikat yang berdoa kepada Allah untuk kita, "Aamiin, semoga engkau dapatkan apa yang sama, semoga engkau dapat yang sama". Jadi sebenarnya sama saja dengan kita mendoakan keselamatan untuk diri kita sendiri dan keluarga kita, keturunan kita, dengan hanya bershalawat untuk Rasulullah dan keluarganya. Sekarang tebak berapa banyak orang yang kita doakan keselamatannya hanya dengan kita bershalawat? Masya Allah. Betapa hebatnya perintah Shalawat ini.
Kemudian aku sadar, Allah telah menjawab.
Masih banyak lagi mungkin rasa penasaranku terhadap makna dibalik perintah Rasulullah dan seluruh teori dunia ini dan kehidupan yang ada di dalam Al-Quran. Tapi sekali lagi aku yakin bahwa ada maksud besar dibalik apa yang belum kita ketahui. Tanyakan kepada Allah, ceritakan semuanya dalam sholat. Allah akan jawab cepat lambat dengan cara apapun. Wallahu a'lam bishawab.
Semoga bermanfaat.
Perbaiki diri
04/05/2017
Assalamualaikum.
Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT, amin.
"Wanita yang keji untuk lelaki yang keji, dan lelaki yang keji untuk wanita yang keji pula, dan wanita yang baik diperuntukkan bagi lelaki yang baik, dan lelaki yang baik diperuntukkan bagi wanita yang baik pula."- An-Nur : 26.
Selalu ada wanita baik untuk laki-laki yang tidak pernah berhenti memperbaiki diri. Dan akan selalu ada laki-laki yang baik untuk wanita yang tidak pernah berhenti memperbaiki diri. Dan percayalah semua janji Allah itu nyata bagi semua orang Mukmin. Allah akan memenuhi janji-Nya dan kita pun harus menepati janji (menjalankan semua kewajiban, sunnah, dan meninggalkan yang haram).
Kalau kita ikhlas melepaskan sesuatu, Allah akan gantikan dengan berlipat-lipat dari yang kita harapkan. Kalau kita terus berusaha meninggalkan keburukan, Allah akan pertemukan kita dengan orang yang akan menjaga kita dari keburukan. Kalau kita berusaha tidak menyakiti orang lain, Allah akan pertemukan kita dengan orang yang tidak akan membiarkan kita disakiti orang lain. Kalau kita mengejar semua pintu surga, Allah akan beri kita orang yang akan menuntun kita ke semua pintu surga.
Allah akan bukakan jalan. Allah akan membuat sesuatu yang tidak mungkin dapat menjadi mungkin untuk hamba-hamba yang disayangi-Nya.
Tapi sekali lagi, semua itu hanya berlaku bagi Mukmin yang percaya. Yakin akan janji Allah. Dan memperbaiki diri.
Semoga bermanfaat.
Ayat Kursi
17/04/2017
Assalamualaikum.
Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT, amin.
Ayat Kursi atau surah Al-Baqarah ayat 255 adalah ayat yang memiliki tingkat keagungan paling tinggi di dalam Al-Quran jika dibandingkan dengan ayat-ayat lain. Mungkin kita sering dengar, ayat ini selalu dianjurkan sebagian besar orang untuk melindungi diri dari rasa takut, cemas, dan sedih. Malam-malam tiba-tiba merasa takut mau ke wc, takut gelap, baca ayat kursi. Mau presentasi rasanya deg-degan sampai bibir gemetaran, kedinginan, baca ayat kursi. Mau masuk ke kuburan atau mau melewati kuburan, baca ayat kursi (eh maksudnya masuk ke pemakaman ya, malah masuk ke kuburan wkwk). Dalam proses ruqyah pun selalu menggunakan ayat kursi sebagai senjata utama melawan setan. Jadi banyak sekali yang menggunakan Ayat Kursi ini sebagai ayat perisai agar selalu dalam perlindungan Allah SWT kapanpun ketika mau mengerjakan sesuatu.
Di dalam Ayat Kursi ini memang terdapat nama Allah dan sifat-sifat Allah yang disebutkan sebanyak 17 kali. Ayat ini juga memiliki nama lain "Ayat Pemelihara", dimana kita sangat dianjurkan untuk membacanya sebelum tidur seperti kebiasaan yang selalu dilakukan oleh Rasulullah SAW agar dijauhkan dari setan dan pengaruh-pengaruhnya.
Sekarang coba kita telaah satu persatu isi dari Ayat Kursi yang mengandung 17 nama dan sifat Allah SWT itu.
1. اللّهُ
Allah.
2. لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ
Tidak ada Tuhan selain Dia (Allah).
3. الْحَيُّ
Yang Maha Hidup.
5. الْقَيُّومُ
Yang Maha Mengurus semua makhluk-Nya (Allah).
6. لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ
Dia tidak dikalahkan oleh kantuk dan tidur.
7. لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ
Milik-Nya (Allah) apa yang ada di langit dan di bumi.
8. مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ
Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya (Allah),
9. إِلاَّ بِإِذْنِهِ
kecuali dengan izin-Nya (Allah).
10. يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ
Dia (Allah) mengetahui apa yang ada di hadapan semua makhluk dan apa yang ada di belakang mereka,
11. وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ
dan mereka tidak mengetahui sesuatu dari ilmu-Nya (Allah).
12. إِلاَّ بِمَا شَاء
kecuali kalau Dia (Allah) menghendaki-Nya.
13. وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ
Kursi (kekuasaan) - Nya (Allah) meliputi segala sesuatu di langit dan di bumi.
14. وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا
dan Dia (Allah) tidaklah lelah memelihara keduanya
15. وَهُوَ
dan Dia (Allah)
16. الْعَلِيُّ
Yang Maha Tinggi
17. الْعَظِيمُ
Yang Maha Agung.
Nah, kan. Semua bisikan tipu daya setan terbantahkan ketika kita melafadzkan atau membaca Ayat Kursi dalam hati. Mungkin cukup dari pengertian di atas saja sudah bisa kita tangkap, kenapa setan bisa sangat takut mendengar ayat ini. Sama halnya dengan ketika ada Adzan yang dikumandangkan. Jadi kan ada hadist yang menceritakan bahwa setan itu ketika mendengar suara Adzan, dia lari kecipir-cipir sampai mengeluarkan bunyi angin yang sangat besar. Takut sekali dia dengar lantunan-lantunan ini.
Semoga bermanfaat.
Wanita Bercadar
16/04/2017
Assalamualaikum.
Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT, amin.
Pernah nggak, kalau suatu ketika kalian berpapasan atau melihat dari kejauhan, seorang wanita bercadar, berbaju hitam-hitam, lalu kalian ngerasa takut atau mungkin bertanya-tanya dalam hati, "Kenapa dia bercadar?", "Apa perlu sampai segitunya?", "Aliran apa dia", dan lain sebagainya? Entah kalian merasa dalam hati, atau mengutarakannya ke orang di dekat mu pada waktu itu. Sebelumnya mohon maaf apabila ada kata-kata yang salah.
Pernah nggak, mencari tahu kenapa mereka seperti itu? Dibandingkan dengan hanya memendam rasa penasaran yang akhirnya jadi su'udzon. Kenapa, sih? Apa urgensinya? Kenapa kok suka sekali bercadar? Padahal kalaupun ndak bercadar, sudah menutup aurat sesuai dengan yang diperintahkan Al-Quran?
Jadi kalau kalian buka di youtube, ada potongan ceramah Dr. Zakir Naik dengan Dr. Salah (yang juga merupakan seorang ahli agama) mengenai hukum memakai cadar, disitu ada diskusi mengenai dosa atau tidaknya wanita ketika menampakkan wajahnya (atau tidak memakai cadar) di hadapan lawan jenis. Ya, namanya juga diskusi ya, ada pihak yang pro (mewajibkan wanita memakai) dan ada yang tidak. Disitu Dr. Zakir Naik termasuk ke pihak yang tidak mewajibkan. Penjelasan singkatnya seperti ini.
Saya mulai dari pihak Dr. Salah. Penjelasan mengenai hal ini (saya ambil kesimpulannya saja, tapi kalian juga bisa langsung lihat video diskusinya langsung dari youtube untuk informasi yang lebih detail).
Seperti yang kita tahu ya, kodrat laki-laki itu memiliki hawa nafsu yang lebih besar dibandingkan dengan perempuan. Ambil contoh kecilnya aja ya. Waktu sekolah dulu, lihat teman-teman di sekeliling kita aja, di kehidupan sehari-hari. Yang ngomongnya sering mengarah ke yang aneh-aneh biasanya lebih dominan siapa? Laki-laki atau perempuan? Biasanya laki-laki yang lebih dulu mempelajari hal-hal seperti itu, karena memang kondisi biologisnya yang mendorong mereka untuk seperti itu (eh ini bukan mengintimidasi ya haha tapi ini memang kenyataan dan memang Allah SWT yang ciptakan laki-laki seperti itu).
Selain lekuk tubuh dan dada, apa yang membuat wanita terlihat menarik di mata laki-laki? Wajah. Laki-laki tertarik pada wanita salah satunya karena wajahnya. Bahkan ada juga laki-laki yang hanya tertarik dengan wajah perempuan walau bagaimanapun kondisi fisiknya. Kita lihat juga di facebook, instagram, sosial media apa saja, yang membuat akun milik seorang perempuan itu mendapat banyak perhatian dan pujian, itu kira-kira apa? Yang paling pertama dan mainstream pasti wajah, kan? Seluruh wanita dianugerahkan Allah SWT kecantikan. Selebihnya mungkin karena penampilan, karakter di dunia nyata, pestasi, dan lain-lain.
Jadi Dr. Salah menyampaikan bahwa sebagian besar ulama menganjurkan untuk memakai penutup wajah bagi kaum wanita. Mengapa demikian? Jadi beliau menggambarkan bahwa apabila wanita menampakkan seluruh wajahnya, hal itu bisa saja menimbulkan fitnah. Terlebih lagi di zaman sekarang dimana wajah sebagian besar wanita dapat kita lihat dengan mudah, walaupun tidak bertatap muka secara langsung. Mempersilahkan siapapun laki-laki untuk dapat melihat wajahnya, sementara laki-laki memiliki kondisi yang telah disebutkan sebelumnya tadi.
Mungkin sebagian besar orang-orang yang masih awam akan hal itu akan merasa lebih aneh lagi melihat seorang wanita yang menggunakan penutup wajah, dibandingkan dengan wanita yang menggunakan jilbab pada umumnya. Tapi yang perlu orang-orang tersebut ketahui, hal itu tidak salah dan tidak patut untuk dipermasalahkan. Karena mereka memiliki alasan dan prinsip yang hanya saja mereka belum mendengarnya atau memahaminya.
Gampangannya seperti ini. Kenapa ketika kita menaiki pesawat, selalu ada peringatan untuk menon-aktifkan telepon genggam? Padahal yang akan mempengaruhi kinerja penerbangan hanya ketika telepon genggam memancarkan dan menerima sinyal (misalnya, ketika ada sms masuk, sms keluar, telepon masuk dan telepon keluar) saja. Itupun, kalau hanya satu-dua telepon genggam saja yang bekerja secara berbarengan, tidak akan membawa pengaruh yang signifikan. Kemudian bahkan ada denda hingga berjuta-juta rupiah yang akan dikenakan bagi para penumpang yang ketahuan menyalakan telepon genggam. Kenapa peraturannya tidak dibuat hanya cukup dengan "Menyalakan telepon genggam hanya boleh dengan mengaktifkan mode pesawat saja"?
Contoh lain, kenapa kalau kita mengendarai motor, harus pakai helm? Kalau tertangkap tidak mengenakan helm, maka akan dikenakan denda atau hukuman penjara (kalau nggak salah bisa sampai satu bulan masa hukuman). Kenapa peraturannya tidak dibuat hanya cukup dengan "Mengendarai motor yang penting berhati-hati dijalan, jangan sampai jatuh dan membenturkan kepala"?
Jadi inti gambaran-gambaran tersebut, yaitu sebagian besar ulama menganjurkan seluruh wanita untuk menggunakan penutup wajah untuk keselamatan diri mereka sendiri. Sekarang gini. Bayangkan saja kalau di pesawat tidak ada peraturan untuk mematikan telepon genggam secara tegas? Atau hanya cukup dengan menghimbau agar mengaktifkan mode pesawat apabila telepon genggam dinyalakan. Apakah tidak mungkin kalau akan banyak sekali penumpang yang melewati batas? Bahkan saat ini aja setelah kita tahu prinsip dari gangguan sinyal pesawat, masih banyak penumpang yang menyalakan telepon genggam dengan hanya mengaktifkan mode pesawat. Padahal peraturan untuk menon-aktifkan telepon genggam tidak dihapuskan. Begitu juga dengan contoh pengendara motor tadi. Kalau hanya sekedar dihimbau, akankah semua orang akan mematuhi dan angka kecelakaan dapat ditekan?
Wanita muslim yang telah menutup seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan telapak tangan saja, masih banyak yang mungkin belum paham makna dari menutup aurat itu sendiri. Ndak bisa dipungkiri lagi kalau masih banyak kita lihat wanita-wanita yang memang telah menutup, tapi masih menampakkan lekuk tubuh sehingga mengundang hawa nafsu laki-laki yang melihatnya walaupun hanya sekilas. Bagaimana jika perintah yang tertuliskan di Al-Quran hanya " wanita tidak boleh mengundang hawa nafsu laki-laki" saja? Hanya mengambil maknanya saja. Walaupun kita tahu apa yang harus kita lakukan agar tidak mengundang hawa nafsung laki-laki sedikitpun. Apa yang kira-kira bakal terjadi? Akankah lebih baik dari kondisi wanita-wanita muslim di sekitar kita saat ini? Atau bahkan lebih parah?
Intinya seperti itu. Tapi kembali lagi, Allahu a'lam bishawab.
Sekarang kita lihat untuk hukum Wajib itu sendiri. Apa yang kita tahu tentang hukum Wajib? Berpahala jika dikerjakan, berdosa jika ditinggalkan. Beliau memiliki pendapat bahwa, kalau kita mau fair-fair-an (ambil adilnya), wanita tidak akan berdosa ketika ia tidak menggunakan penutup wajah, seperti yang telah dianjurkan. Karena itu akan menjadikannya memiliki hukum Haram, jika tidak dikerjakan. Allahu a'lam. Karena beliau mengacu kembali kepada Al-Quran dan Hadist yang shahih. Dimana dasar dari seluruh hukum Islam telah tertulis semua di dalam Al-Quran dan diriwayatkan dalam Hadist. Sementara tidak pernah ada di dalamnya mengenai hukum Wajib untuk wanita menutup wajahnya.
Dr. Zakir Naik disini tidak menentang, malah beliau juga termasuk ke dalam pihak yang sangat menganjurkan penutup wajah bagi seluruh wanita dengan alasan-alasan yang telah dijelaskan. Akan tetapi kembali lagi kepada hukum Al-Quran dan Hadist, yang dimana tidak ada satupun kalimat yang mengatakan bahwa apabila kita tidak mengerjakannya, maka hal tersebut dapat menjadi Haram sehingga membawa dosa bagi wanita.
Allahu a'lam bishawab, Semoga penjelasan ini bisa bermanfaat.
Kelebihan Rasulullah SAW
15/04/2017
Assalamualaikum.
Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT, amin.
Tulisan ini berdasarkan penyampaian dari salah seorang Ustadz, yang menempuh pendidikan agamanya di Universitas Islam Madinah (Saudi Arabia) untuk gelar S1-nya, Universitas Muslim Indonesia (Indonesia) untuk gelar magisternya, kemudian Universitas Tun Abdul Razzak (Malaysia) untuk gelar doktornya.
Jadi dalam hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Tirmidzi, Allah SWT memberikan kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh Nabi-Nabi lain kepada Rasulullah. Seperti yang telah kita ketahui, Rasulullah merupakan Nabi penutup (terakhir) yang diberi banyak keutamaan oleh Allah SWT. Beliau memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk menyebarkan agama Islam dengan tidak akan adanya lagi Nabi-Nabi lain setelah itu, beliau juga harus menyampaikan pesan-pesan Allah SWT bagaimanapun caranya. Bayangkan saja, beliau diangkat ke langit, diperlihatkan kondisi akhir zaman, diperlihatkan kondisi surga dan neraka, dan masih banyak lagi, kemudian beliau bertanggung jawab untuk menyampaikan semua itu ke seluruh umat? Masya Allah. Polisi aja meyakinkan mamak-mamak bawa motor matic kalau salah jalur atau ndak pake helm, kayaknya susahnya setengah mati sampe dicakar, diuwel-uwel wkwk. Bercanda yaa.
Jadi pada suatu ketika Rasulullah SAW bersabda :
"Aku diutamakan atas para Nabi dengan perkara-perkara. Yang pertama, aku diberikan karunia berupa kemampuan berbicara singkat dan padat. Kemudian, aku diberi pertolongan atas musuh dengan takut. Kemudian, dihalalkan bagiku harta rampasan perang. Kemudian, bumi dijadikan masjid dan suci bagiku. Kemudian, aku diutus kepada seluruh manusia dan dengankulah kenabian ditutup."
Kemampuan berbicara singkat dan padat.
Banyak sabda-sabda Rasulullah itu yang isinya singkat, padat, jelas, banyak hukum yang terkandung di dalamya. Contohnya : "Tidak boleh menyusahkan, tidak boleh disusahkan". Bagaimanapun kondisi yang sedang kita alami, apapun permasalahannya, jangan sampai kita menyusahkan orang dan disusahkan oleh orang lain. Titik. Mau itu dalam hal ibadah, ingin memenuhi hajat atau keperluan, menolong orang lain, banyak sekali. Contoh lain : "Siapa yang menipu kami, bukan golongan kami". Jadi apapun yang dilakukan oleh kaum muslimin, jangan sampai seorang muslim itu berbohong, atau mendekati kebohongan. Sudah, titik. Bahkan untuk bercanda saja tidak boleh menggunakan suatu kebohongan. Semoga Allah mengampuni hamba-hamba-Nya yang bertaubat dan tidak mengulangi perbuatannya. Demikian singkat, padat, dan banyak mengandung hukum di dalamnya.
Diberi pertolongan oleh Allah SWT dengan memberikan rasa takut kepada musuh-musuhnya.
Ada hadist Rasulullah SAW yang mengatakan bahwa "Musuhku akan takut dari jarak perjalanan sebulan". Jadi sebelum Rasulullah menyerang, mereka setidaknya sudah mengalami rasa takut untuk menghadapi Rasulullah. Allahu a'lam bagaimana ceritanya bisa begitu, apa yang musuh-musuh tersebut bayangkan dan bagaimana ketakutan yang dirasakan oleh mereka ketika itu. Karena di samping Rasulullah memiliki kekuatan 10 orang lelaki (layaknya Nabi-Nabi sebelumnya), dalam medan perang Rasulullah dan para kaum mujahidin juga dibantu oleh para Malaikat, yaitu Malaikat Jundallah, yang artinya Tentara Allah. Nah, menurut kisah Islam, ketika Rasulullah sedang memandangi suasana alam Ar-Rafii'ah (Langit Pertama), beliau melihat sosok malaikat yang sangat besar sekali ukurannya. Malaikat itu sedang menunggangi kuda yang berasal dari cahaya dan berbusana cahaya. Malaikat yang besar itu dikelilingi oleh beribu-ribu malaikat yang mengenakan berbagai busana dan perhiasan, masing-masing dari mereka memegang tombak yang terbuat dari cahaya. Masya Allah.
Dihalalkan bagi Rasulullah SAW harta rampasan perang.
Ini cukup seru nih, karena aku juga baru dengar. Jadi waktu di zaman para Nabi-Nabi sebelum Rasulullah SAW, ketika pasukan Nabi telah berhasil menang dalam suatu peperangan, semua harta-harta rampasan perang yang diperoleh setelah terjadinya peperangan, misalnya pedang, perisai, dan lain sebagainya dari musuh, kemudian akan dikumpulkan di suatu tempat lalu Nabi berdoa kemudian Allah SWT menurunkan petir dari langit, kemudian semua itu habis terbakar. Masya Allah. Nah, pada zaman Rasulullah ini, untuk semua harta rampasan perang yang diperoleh ketika pasukan Rasulullah menang, maka dapat menjadi halal untuk para kaum mujahidin, bisa dimanfaatkan kembali.
Seluruh permukaan bumi dijadikan masjid dan suci bagi Rasulullah SAW.
Jadi selama tanah itu bukan milik orang lain, hukum nya bagi Rasulullah dapat dijadikan hukum masjid. Rasulullah diperbolehkan untuk menghendaki seluruh tanah yang halal untuk dijadikan masjid untuk ibadah sholat 5 waktu, sholat jumat, dan lain-lain sebagaimana hukum masjid. Dan juga semua tanahnya suci, tidak akan batal wudhu orang-orang yang berjalan di atas tanah tersebut (kecuali kalau misalnya memang sudah tau ada kotoran ya, kotoran hewan atau kotoran-kotoran yang sudah tau itu najis tapi masih tetap saja diinjak).
Rasulullah SAW diutus kepada seluruh manusia dan dengannya kenabian ditutup.
Perlu kita ingat sekali lagi, tanggung jawab Rasulullah sebagai Nabi terakhir sangat besar. Sehingga sebagian besar amalan-amalan yang kita kerjakan selama ini merupakan ajaran langsung dari beliau. Karena beliau tidak mau umatnya terjerumus ke dalam hal-hal buruk. Oleh karenanya beliau sangat tegas menekankan apa yang wajib, yang sunnah, yang haram, dan lainnya. Beliau bersabda, "Barang siapa yang taat kepadaku berarti ia taat kepada Allah SWT dan barang siapa yang durhaka kepadaku berarti ia durhaka kepada Allah SWT, dan barang siapa taat kepada pemimpin-pemimpin pilihanku berarti ia taat kepadaku dan barang siapa durhaka kepada pemimpin-pemimpin pilihanku berarti ia durhaka kepadaku".
Rasulullah punya suatu kebiasaan, dimana setelah selesai sholat fardhu berjamaah dan menyelesaikan dzikir, beliau langsung beranjak keluar masjid mendahului sahabat dan para jamaah yang masih berdzikir di dalam masjid. Nah, beliau selalu menunggu di luar masjid apabila ada umat muslim yang ingin menanyakan sesuatu, memiliki permasalahan, dan lain sebagainya yang membutuhkan petunjuk atau konsultasi. Itu salah satu contoh kepedulian Rasulullah terhadap umat. Begitu takutnya beliau ketika umatnya memiliki permasalahan yang kemudian tidak tahu apa yang harus dilakukan. Agar mereka tidak terjerumus ke dosa yang lebih besar atau bahkan dosa yang tidak terampuni.
Rasulullah menyebutkan pula bahwa pada hari akhir nanti, beliaulah yang akan memimpin para Nabi, menjadi juru bicara mereka, dan akan memberikan pertolongan serta syafaat kepada mereka. Beliau pula yang akan memimpin anak cucu Adam (manusia) pada hari kiamat kelak, orang pertama yang kuburannya terbuka pada hari kiamat, dan orang pertama yang memberi syafaat dan orang pertama yang akan dikabulkan syafaat-nya. Perkataan tersebut bukan merupakan suatu kesombongan Rasulullah, melainkan Allah SWT-lah yang memberi penglihatan kepada beliau demikian keadaannya, agar pula kita sebagai umat muslim dapat mengetahuinya. Allahu a'lam bishawab.
Mau Kelebihannya, Tapi Kenapa Nggak Mau Kekurangannya?
17/01/2017
Assalamualaikum.
Sepertinya kita memang tidak bisa hidup selamanya dengan semua orang. Ada masa-masa dimana kita kagum karena seseorang yang lucunya bukan main, kagum karena seseorang punya prestasi setingkat nasional bahkan internasional, kagum karena ada orang yang benar-benar menjunjung tinggi idealisme. Rasanya kita ingin terus ada di samping mereka. Karena kita bangga bisa mengenal orang seperti itu. Bahkan ingin menjadi mereka. Sampai suatu saat kita merasa tersinggung dengan kata-kata yang ia ucapkan, atau momen yang membuat kita merasa dirugikan, atau bahkan sikap mereka yang sebenarnya tidak merugikan kita, tapi tetap saja kita benci melihatnya.
Kita terlalu egois untuk hanya ingin menerima kelebihan orang lain, sementara semua orang tidak mungkin tidak memiliki kekurangan. Kita kemudian marah. Menyimpannya dalam hati sebagai dendam. Membalas. Kecewa hingga memutuskan hubungan. Menjadikannya bahan omongan dengan orang lain. Kemudian semua itu membuat kita tidak lagi merasakan kebaikan orang itu sama seperti apa yang kita kagumi dari dirinya sebelumnya.
Sebenarnya, kenapa kita tidak bisa menerima kekurangan orang lain? Sekali lagi, toh tidak mungkin setiap orang tidak punya kekurangan. Apa yang sebenarnya kita tuntut?
Entah aku bingung dengan sifat manusia. Kadang baik, kadang tiba-tiba menjadi jahat. Kemudian tiba-tiba menjadi baik lagi. Akupun bingung dengan sifatku sendiri. Seolah aku paling benar. Sepertinya aku orang yang paling berpikir di dunia ini. Padahal loh aku ini ngomong opooo wkwkwk.
Yaa jadi begitulah. Coba mulai dari sekarang dipikirkan lagi. Seorang motivator yang juga seorang spesialis dalam pengendalian diri bertahun-tahun saja masih melakukan suatu kesalahan, dan sekarang menjadi musuh publik. Seorang pemimpin yang idealis, tidak pernah korupsi, tegas, dan peduli selama bertahun-tahun saja masih banyak yang membenci karakternya. Padahal kelebihan mereka mungkin sudah banyak sekali menguntungkan hidup kita, atau orang lain. Hanya dengan sedikit kesalahan saja sudah banyak yang membenci. Lalu sekarang apa yang kita harapkan pada diri kita sendiri? Tidak akan melakukan kesalahan? Tidak mau orang lain berbuat salah ke kita? Atau...?
Hanya Bisa Berteori
11/12/2016
Assalamualaikum.
Mungkin sama halnya seperti orang-orang yang baru saja menyandang gelar S2, yang langsung menggunakannya untuk melamar pekerjaan sebagai seorang dosen. Mereka mengajari kita apapun yang mungkin akan kita temui di dunia pekerjaan. Tapi kita tidak tahu seberapa mereka dapat kita katakan pantas untuk mengajari mahasiswanya hal-hal di dunia pekerjaan yang sebenarnya mereka sendiri belum pernah mengalaminya.
Mungkin sama halnya seperti pemateri-pemateri suatu seminar kepemimpinan yang minim pengalaman sebagai seorang pemimpin, yang diundang hanya karena panitia-panitia penyelenggara merupakan sekelompok mahasiswa yang mencari sertifikat kepanitiaan sebagai pengalaman berorganisasi.
Mungkin sama halnya seperti seorang motivator yang selalu menyampaikan materi mengenai ketenangan jiwa dan pengendalian emosi, tetapi dalam kehidupan pribadinya sendiri ia mengatasi permasalahan dengan emosi yang tidak terkendali.
Mungkin sama halnya seperti penyanyi dan penyair yang menuangkan seluruh isi hatinya ke dalam berpuluh-puluh syair dan lagu berisi janji-janji untuk selalu memaafkan dan menjaga cintanya kepada kekasihnya sampai kapanpun, yang telah menginspirasi banyak orang untuk merasakan hal yang sama, tetapi akhirnya kisah cintanya sendiri kandas tanpa tanpa adanya pengorbanan seperti apa yang telah ia tulis.
Tidak ada yang bisa menjamin apapun dari sebuah perkataan. Itu semua hanya merupakan sebagian kecil dari hal serupa yang selanjutnya akan kita lihat sendiri di kehidupan kita masing-masing.
Akupun mengakui. Semua tulisan di blog ini, nasihat ke orang lain, kritik dan saran, semua ajaran yang kuberikan tak lebih hanyalah teori-teori yang aku sendiri tidak sekuat itu untuk menjalankannya. Tentang doa yang harus selalu kita panjatkan, ketakwaan, pilihan untuk tidak melakukan hal-hal kotor, pekerjaan, perencanaan, apapun.
Sebagian dari semua itu sebenarnya tidak lebih dari hal-hal yang kuharapkan ada dalam diriku, hal-hal yang kuharapkan dapat kulakukan, sebagian lainnya bertujuan untuk menutupi aibku yang belum terlihat, dan mungkin sebagian lainnya lagi hanya merupakan omongan spontanitas dari apa yang selama ini kuperhatikan, kurenungkan, dan ingin saja kusampaikan ke orang lain. Mungkin tidak sampai dari seperlimanya dari seluruh omongan-omonganku selama ini yang benar-benar merupakan pengalaman dari apa yang telah aku alami.
Sama halnya dengan orang-orang yang sama pengecutnya seperti aku. Mungkin.
Karena rasanya aku hanya bisa berteori.
Hiks
Assalamualaikum.
Sabtu, 13 Agustus 2016
"We see things, we keep quite about them, and we understand."
- The perks of being wallflower
Banyak hal yang semakin kita beranjak ke umur segini, semakin kita nggak mengerti kenapa bisa seperti itu. Kita kaget. Apa itu baik? Apa itu salah? Yang mana yang sebenernya boleh? Mana yang nggak? Kenapa bisa sampai seperti itu aja, ngebayanginnya kita nggak bisa.
Ada orang yang selama ini kita hormatin, tiba-tiba merendahkan kita. Ada yang selama ini kita anggap nggak bermoral, tiba-tiba menampar kita dengan sikap-sikapnya yang lebih bermoral bahkan dari diri kita sendiri. Mengantongi segudang pengalaman-pengalaman berorganisasi, tapi tetap melakukan hal-hal yang nggak berintegeritas. Menjaga lisan, menjauhi hal-hal buruk sedikitpun terhadap orang lain, berusaha jadi orang yang bermanfaat terhadap orang lain, tapi nggak pernah sholat walaupun dia islam. Ikut kegiatan-kegiatan keagamaan, tapi menikmati sesuatu yang bukan haknya. Berjiwa sosial tinggi, jujur, berintegeritas, tapi susah mengontrol nafsunya terhadap lawan jenis.
Kalau tiba-tiba aja kamu melihat itu di diri orang terdekatmu sendiri, kira-kira apa yang bakal kamu ucapin ke mereka? Nggak nyangka? Bahwa mereka selama ini sok baik? Sok polos?
Kok bisa sesuatu yang selama ini kelihatan seperti ini, ternyata bisa seperti itu?
Tanpa memikirkan hal baik yang mereka punya, terus fokus ke hal buruk yang baru aja terjadi.
Hmm.
Kenapa tiba-tiba aku nulis seperti ini?
Hiks.
Sabtu, 13 Agustus 2016
"We see things, we keep quite about them, and we understand."
- The perks of being wallflower
Banyak hal yang semakin kita beranjak ke umur segini, semakin kita nggak mengerti kenapa bisa seperti itu. Kita kaget. Apa itu baik? Apa itu salah? Yang mana yang sebenernya boleh? Mana yang nggak? Kenapa bisa sampai seperti itu aja, ngebayanginnya kita nggak bisa.
Ada orang yang selama ini kita hormatin, tiba-tiba merendahkan kita. Ada yang selama ini kita anggap nggak bermoral, tiba-tiba menampar kita dengan sikap-sikapnya yang lebih bermoral bahkan dari diri kita sendiri. Mengantongi segudang pengalaman-pengalaman berorganisasi, tapi tetap melakukan hal-hal yang nggak berintegeritas. Menjaga lisan, menjauhi hal-hal buruk sedikitpun terhadap orang lain, berusaha jadi orang yang bermanfaat terhadap orang lain, tapi nggak pernah sholat walaupun dia islam. Ikut kegiatan-kegiatan keagamaan, tapi menikmati sesuatu yang bukan haknya. Berjiwa sosial tinggi, jujur, berintegeritas, tapi susah mengontrol nafsunya terhadap lawan jenis.
Kalau tiba-tiba aja kamu melihat itu di diri orang terdekatmu sendiri, kira-kira apa yang bakal kamu ucapin ke mereka? Nggak nyangka? Bahwa mereka selama ini sok baik? Sok polos?
Kok bisa sesuatu yang selama ini kelihatan seperti ini, ternyata bisa seperti itu?
Tanpa memikirkan hal baik yang mereka punya, terus fokus ke hal buruk yang baru aja terjadi.
Hmm.
Kenapa tiba-tiba aku nulis seperti ini?
Hiks.
Selalu menginginkan lebih?
Assalamualaikum.
Minggu, 17 April 2016.
Hidup itu pilihan. Bukan berarti orang bisa bebas memilih jadi baik atau buruk. Pilihan disini punya artian yang saaangaaat luas. Pastinya. Hidup kita kan nggak cuma sehari-dua hari.
Tapi dalam memilih, apakah kita lantas bisa mendapatkan semuanya? Mungkin kamu menginginkan kehidupan yang layak dan serba ada. Uang bukanlah segalanya, tapi segalanya butuh uang. Tapi apakah hidup dengan layak saja cukup?
Ada beberapa kepala keluarga yang aku kenal cukup baik. Beberapa di antara mereka ada yang berpendapatan UMR perbulannya, bahkan kurang, dengan anak lebih dari tiga, tapi mereka selalu bersyukur. Mereka punya cerita masing-masing sampai mereka ada di posisi mereka yang sekarang ini. Kehidupan mereka sebelumnya ada yang lebih parah dari saat ini, ada juga yang jauh lebih baik tapi karna itu hidup mereka nggak tenang.
Ada yang belajar dari kesalahan, ada yang berawal dari serba nekat, sampai akhirnya mereka terima kondisi mereka yang seperti sekarang ini tanpa pernah ngeluh lagi atau selalu ingin lebih, selalu ingin lebih lagi. Yang penting keluarganya masih bisa makan, anaknya bisa sekolah dan punya bekal supaya nanti bakal berkehidupan lebih baik dari yang sekarang. Sisa uang seadanya ditabung untuk biaya nikah anak-anak, asuransi, atau kejadian-kejadian nggak terduga lainnya. Selebihnya mereka serahkan ke Allah. Nggak ngabisin waktu untuk pusing mikirin main investasi, nggak kepikiran beli barang-barang mahal untuk gengsi.
Tapi apa orang-orang itu nggak bisa terima dengan kehidupan mereka yang kayak gitu? Nggak. Malah mereka itu orang-orang yang-kita nggak bakal nyangka-punya rasa syukur yang lebih dari orang-orang kayak kita yang berkecukupan gini. Mereka gampang banget ketawa. Selalu senyum ke semua orang. Ketemu orang ngeselin, nggak pernah dilawanin. Mereka kayak dapat kebahagiaan sendiri tiap mereka ketemu orang. Bisa bagi cerita, bagi kejadian-kejadian seru. Itu aja sudah cukup buat mereka.
Sementara ada juga beberapa orang yang dengan kehidupan yang serba berlebih, masih selalu mengejar sesuatu untuk memenuhi tuntutan gaya hidup lingkungan di sekitarnya. Dengan tingkat gengsi, yang jika gaya hidup belum memenuhi atau melebihi standar lingkungan di sekitarnya, belum bisa mendapatkan ketenangan. Selalu merasa kurang. Emosional. Depresi dengan bahan pembicaraan rekan-rekan kerja atau tetangga.
Mungkin kamu menginginkan wajah cantik dan badan yang proporsional, sementara kamu sudah diberi otak yang cerdas.
Mungkin kamu menginginkan pasangan yang rupawan, pintar dan mapan. Sementara kamu sudah memiliki teman-teman dan keluarga yang selalu ada untukmu, yang selalu membuatmu tertawa setiap harinya, dan mengangkat semangatmu ketika kamu sedih.
Mungkin kamu menginginkan lisan yang disenangi semua orang, mudah beradaptasi dengan siapapun dan disenangi banyak orang. Sementara kamu sudah memiliki paras yang cantik, keluarga yang baik dan bermartabat, dan pekerjaan yang sesuai dengan harapanmu.
Mungkin kamu menginginkan otak yang cerdas dan kritis dalam menanggapi berbagai permasalahan. Sementara kamu sudah cukup terkenal dengan sifatmu yang ceria, humoris, dan tak merasa terbebani dengan bantuan-bantuan yang kau berikan kepada orang lain
Dan masih banyak lagi.
Dari situ kemudian banyak pertanyaan yang akhirnya muncul.
Apa kita bisa merasakan semuanya sekaligus? Apa ketika kita mengejar apa yang kita harapkan tersebut, semua yang telah kita miliki akan tetap berada pada posisinya? Atau akan hilang satu per satu seiring dengan apa yang kemudian kita dapatkan? Apakah orang yang menurut kita sempurna baik penampilan, kehidupan pribadi dan kariernya, benar-benar sesempurna itu?
Minggu, 17 April 2016.
Hidup itu pilihan. Bukan berarti orang bisa bebas memilih jadi baik atau buruk. Pilihan disini punya artian yang saaangaaat luas. Pastinya. Hidup kita kan nggak cuma sehari-dua hari.
Tapi dalam memilih, apakah kita lantas bisa mendapatkan semuanya? Mungkin kamu menginginkan kehidupan yang layak dan serba ada. Uang bukanlah segalanya, tapi segalanya butuh uang. Tapi apakah hidup dengan layak saja cukup?
Ada beberapa kepala keluarga yang aku kenal cukup baik. Beberapa di antara mereka ada yang berpendapatan UMR perbulannya, bahkan kurang, dengan anak lebih dari tiga, tapi mereka selalu bersyukur. Mereka punya cerita masing-masing sampai mereka ada di posisi mereka yang sekarang ini. Kehidupan mereka sebelumnya ada yang lebih parah dari saat ini, ada juga yang jauh lebih baik tapi karna itu hidup mereka nggak tenang.
Ada yang belajar dari kesalahan, ada yang berawal dari serba nekat, sampai akhirnya mereka terima kondisi mereka yang seperti sekarang ini tanpa pernah ngeluh lagi atau selalu ingin lebih, selalu ingin lebih lagi. Yang penting keluarganya masih bisa makan, anaknya bisa sekolah dan punya bekal supaya nanti bakal berkehidupan lebih baik dari yang sekarang. Sisa uang seadanya ditabung untuk biaya nikah anak-anak, asuransi, atau kejadian-kejadian nggak terduga lainnya. Selebihnya mereka serahkan ke Allah. Nggak ngabisin waktu untuk pusing mikirin main investasi, nggak kepikiran beli barang-barang mahal untuk gengsi.
Tapi apa orang-orang itu nggak bisa terima dengan kehidupan mereka yang kayak gitu? Nggak. Malah mereka itu orang-orang yang-kita nggak bakal nyangka-punya rasa syukur yang lebih dari orang-orang kayak kita yang berkecukupan gini. Mereka gampang banget ketawa. Selalu senyum ke semua orang. Ketemu orang ngeselin, nggak pernah dilawanin. Mereka kayak dapat kebahagiaan sendiri tiap mereka ketemu orang. Bisa bagi cerita, bagi kejadian-kejadian seru. Itu aja sudah cukup buat mereka.
Sementara ada juga beberapa orang yang dengan kehidupan yang serba berlebih, masih selalu mengejar sesuatu untuk memenuhi tuntutan gaya hidup lingkungan di sekitarnya. Dengan tingkat gengsi, yang jika gaya hidup belum memenuhi atau melebihi standar lingkungan di sekitarnya, belum bisa mendapatkan ketenangan. Selalu merasa kurang. Emosional. Depresi dengan bahan pembicaraan rekan-rekan kerja atau tetangga.
Mungkin kamu menginginkan wajah cantik dan badan yang proporsional, sementara kamu sudah diberi otak yang cerdas.
Mungkin kamu menginginkan pasangan yang rupawan, pintar dan mapan. Sementara kamu sudah memiliki teman-teman dan keluarga yang selalu ada untukmu, yang selalu membuatmu tertawa setiap harinya, dan mengangkat semangatmu ketika kamu sedih.
Mungkin kamu menginginkan lisan yang disenangi semua orang, mudah beradaptasi dengan siapapun dan disenangi banyak orang. Sementara kamu sudah memiliki paras yang cantik, keluarga yang baik dan bermartabat, dan pekerjaan yang sesuai dengan harapanmu.
Mungkin kamu menginginkan otak yang cerdas dan kritis dalam menanggapi berbagai permasalahan. Sementara kamu sudah cukup terkenal dengan sifatmu yang ceria, humoris, dan tak merasa terbebani dengan bantuan-bantuan yang kau berikan kepada orang lain
Dan masih banyak lagi.
Dari situ kemudian banyak pertanyaan yang akhirnya muncul.
Apa kita bisa merasakan semuanya sekaligus? Apa ketika kita mengejar apa yang kita harapkan tersebut, semua yang telah kita miliki akan tetap berada pada posisinya? Atau akan hilang satu per satu seiring dengan apa yang kemudian kita dapatkan? Apakah orang yang menurut kita sempurna baik penampilan, kehidupan pribadi dan kariernya, benar-benar sesempurna itu?
Just a story about a kid
Assalamualaikum.
Saturday, April 16th 2016
I want to tell you a story about a kid. This kid usually didn't talk much when he met new people. He sometimes nags himself about being so quiet. And he always wanted to overcome it.
But then, you know, when you try to overcome your weakness, you'll grow up with strengths you never expect. Isn't it?
One day, this kid tried his luck to join a recruitment for a prestigious program of youth exchange to another country. The selection of the program was very strict and the participants were up to -around- fifty people that time. Some of them were also the participants for the same program of last periods who tried their luck again this year. There were a participant which is major in English literature department, a participant which his English accent is very similar to British accent (so that he felt like he was watching western movies when he saw him speaking), a participant which had already surrounded with India people when he was very young, and many other impressing participants. Suddenly, this kid got depressed right after seeing those competitors for he thought that his English skills was still not that good.
The first day, the selection would took 5 people for each program from 56 participants total, which will continue the next tests for two days ahead. And bam! The announcement was out. And his name is written on the list of 5 people who deserve to get into the next selection. His score got him the rank 1 of 5 finalists.
Unfortunately, he didn't bring any white shirt which should be the dress code for the second day because they couldn't attend the technical meeting a week before the selection day. The committees said that every information would be posted online so the participants who didn't attend the technical meeting can still know the information through the pages of the program. But for the white shirt dress code, they didn't write it on the page. And worse, he just knew the information in the evening, after the first day had ended. That time, he was very tired after a long day and needed to arrest already. He tried to make a contact to his friend in the city but the friend was out of reach and all the shops were already closed. He couldn't find any white shirt all the night. He wished to find the thing in the morning, then he fell asleep. In the morning, he got up early and went out at 6 o'clock to search for any shops which sell white shirt (even if we think about it, what kind of people would open their clothing shop early in the morning? 6 o'clock?). But then, he found it. He couldn't even get what the hell was the seller of the shop thinking that he/she made a decision to open his/her shop at that time? What the meaning of his/her life? Like that, he finally could attend the second day with his new white shirt.
The next day was day for culture and common knowledge test. Like before, he wasn't confident of the test he had done and nagged himself that he would definitely not going to pass this session. While other participants seemed to have done better performances than him.
The last day of that program selection, the committees would announce the person selected for each program. And the unexpected thing happened. The person who will represent Kaltim for ASEAN Students Visit India (ASVI) program is him!
You know that Allah loves you more than what you expected. Good things will always happen to people with good heart. When people work hard. When people pray more than they fear about what will happen. Allah could show his mercy in every condition you wouldn't believe he will.
Saturday, April 16th 2016
I want to tell you a story about a kid. This kid usually didn't talk much when he met new people. He sometimes nags himself about being so quiet. And he always wanted to overcome it.
But then, you know, when you try to overcome your weakness, you'll grow up with strengths you never expect. Isn't it?
One day, this kid tried his luck to join a recruitment for a prestigious program of youth exchange to another country. The selection of the program was very strict and the participants were up to -around- fifty people that time. Some of them were also the participants for the same program of last periods who tried their luck again this year. There were a participant which is major in English literature department, a participant which his English accent is very similar to British accent (so that he felt like he was watching western movies when he saw him speaking), a participant which had already surrounded with India people when he was very young, and many other impressing participants. Suddenly, this kid got depressed right after seeing those competitors for he thought that his English skills was still not that good.
The first day, the selection would took 5 people for each program from 56 participants total, which will continue the next tests for two days ahead. And bam! The announcement was out. And his name is written on the list of 5 people who deserve to get into the next selection. His score got him the rank 1 of 5 finalists.
Unfortunately, he didn't bring any white shirt which should be the dress code for the second day because they couldn't attend the technical meeting a week before the selection day. The committees said that every information would be posted online so the participants who didn't attend the technical meeting can still know the information through the pages of the program. But for the white shirt dress code, they didn't write it on the page. And worse, he just knew the information in the evening, after the first day had ended. That time, he was very tired after a long day and needed to arrest already. He tried to make a contact to his friend in the city but the friend was out of reach and all the shops were already closed. He couldn't find any white shirt all the night. He wished to find the thing in the morning, then he fell asleep. In the morning, he got up early and went out at 6 o'clock to search for any shops which sell white shirt (even if we think about it, what kind of people would open their clothing shop early in the morning? 6 o'clock?). But then, he found it. He couldn't even get what the hell was the seller of the shop thinking that he/she made a decision to open his/her shop at that time? What the meaning of his/her life? Like that, he finally could attend the second day with his new white shirt.
The next day was day for culture and common knowledge test. Like before, he wasn't confident of the test he had done and nagged himself that he would definitely not going to pass this session. While other participants seemed to have done better performances than him.
The last day of that program selection, the committees would announce the person selected for each program. And the unexpected thing happened. The person who will represent Kaltim for ASEAN Students Visit India (ASVI) program is him!
You know that Allah loves you more than what you expected. Good things will always happen to people with good heart. When people work hard. When people pray more than they fear about what will happen. Allah could show his mercy in every condition you wouldn't believe he will.
Operasi wasir
Assalamualaikum.
Minggu, 20 Oktober 2016
Alhamdulillah hari ini udah jalan sepuluh hari pasca operasi wasir. Bagi kalian yang saat ini cara buang air besarnya masih bisa dengan jongkok, kalian bener-bener harus banyak bersyukur. Cepat bersyukur!!! Alhamdulillaaahhh.
Jadi wasir itu ada level-levelnya kayak maicih. Makin tinggi makin asik.
Wasir level 1.
BAB berdarah.
Wasir level 2.
BAB berdarah disertai dengan keluarnya benjolan kayak daging gitu (istila kedokterannya hemoroid). Tapi benjolan ini bukan daging, melainkan pembuluh darah yang makin lama makin besar akibat ngejen yang terlalu keras. Benjolan ini masih bisa masuk dengan sendirinya. Kalau bisa diukur pake penggaris, mungkin baru 0,5-1 cm aja.
Wasir level 3.
BAB berdarah disertai hemoroid yang keluar, tapi sudah gak bisa masuk lagi dengan sendirinya. Panjangnya juga udah lebih dari 1 cm, bisa sampai 2 cm. Harus dibantu dengan tangan, atau gerakan-gerakan tertentu. Jadi waktu aku masuk ke level ini kemarin, aku harus BAB sambil berdiri. Kalau jongkok gak bakal bisa masuk sampai seharian, bahkan bisa dua sampai tiga hari. Itupun harus melakukan gerakan-gerakan kayak goyang-goyangin paha, jongkok setengah-berdiri-jongkok setengah-berdiri setelah BAB. Jalan di tempat sampai lutut sejajar. Pokoknya sekali BAB udah kayak jogging di lapangan merdeka lah, keringetan. Cuma buat masukin hemoroidnya itu aja. Dan sakitnya itu kayak ada sesuatu yang kejepit di bagian pembuanganmu itu. Tiap kamu gerak dikit perih, dari pinggang sampai kaki itu rasanya kejang. Harus cari kesibukan supaya bener-bener bisa ngelupain rasa sakitnya.
Wasir level 4.
Nah di level ini wasirnya sudah gak bisa masuk lagi sampai berhari-hari. Gak ada cara lain selain operasi. Jadi hemoroidnya itu udah terlalu panjang dan kejebak diluar. Dan sakitnya itu lebih sakit dari level 3. Jadi rasanya itu kayak kamu gak sengaja lihat foto si dia sama mantannya waktu masih anget-anget dulu, berfolder-folder. Nah sakitnya itu kamu coba kalian seribu. Kurang lebih kayak gitu.
Nah operasinya itu juga gak bisa langsung operasi pada hari itu juga. Jadi kalau aku kemarin harus tunggu dua hari dulu untuk meredakan peradangan di hemoroidku waktu itu. Setelah itu baru eksekusi.
Ada yang bilang kalau pasca operasi wasir nanti, waktu mau BAB udah gak bakal bisa nahan lagi, Jadi kalau bisa pakai pampers kemana-mana. Kalau terlalu besar, bisa cukup bawa celana dalam sama sabun kemana-mana. Bisaknyaaa.
Tapi sebenernya dari web-web yang aku baca, efek samping dari operasi wasir itu memang mungkin akan sedikit kehilangan kontrol waktu BAB. Tapi gak seserem yang dibilang orang-orang sampai harus kayak gitu haha. Dan alhamdulillah sekarang sudah bisa ditahan secara normal kayak biasanya lagi.
Jadi dari yang aku baca, operasi wasir itu ada beberapa macam.
Salah satunya yang aku jalanin kemarin, itu namanya Hemoroidektomi, atau operasi pengangkatan wasir. Biasanya dilakukan dengan bius umum, bukan bius total. Jadi cuma ditidurin untuk beberapa saat selama operasi berlangsung. Bukan ditidurin deng, d i t i d u r k a n. Maafkan aku :(
Jadi sebelum operasi ada namanya proses injeksi epidural, suntikkan yang melibatkan penggunaan obat bius atau obat-obatan ke dalam ruang epidural tulang belakang. Jadi disuntik ke punggung tepat di tulang belakang. Tujuannya untuk mematikan rasa bagian sekitar pinggang ke bawah. Biasanya untuk ibu-ibu waktu akan menjalankan proses persalinan. Pas disuntik itu, rasanya : JRUT :D
Nah, baru deh mereka mulai proses Hemoroidektomi. Pokoknya Hemoroidektomi itu melibatkan pembukaan kecil dari anus untuk memotong hemoroidnya itu.
Selain itu juga ada THD (Transanal haemorrhoidal dearterialisation), operasi untuk mengurangi aliran darah ke hemoroid. Biasanya dilakukan dengan pembiusan umum juga. Tapi lebih rempong. Jadi proses ini memasukkan alat pemeriksa ultrasonografi Doppler yang berukuran kecil ke dalam anus. Alatnya itu menghasilkan gelombang suara yang tinggi, nah gelombang ini yang nantinya membantu dokter bedah menemukan lokasi pembuluh darah yang bengkak di dalam dan sekitar anus. Pembuluh darah yang memasok darah ke hemoroid, yang menyebabkan hemoroidnya membesar.
THD ini katanya sih lebih efektif dibanding operasi yang lain, karena sebagian besar orang yang menjalani THD bisa kembali ke aktivitas sehari-harinya lebih cepat daripada mereka yang menjalani prosedur operasi lain dalam penanganan wasir.
Nah ada lagi yang namanya Stapled hemorrhoidopexy. Dokter biasanya nyebut istiah ini dengan istilah stapling. Disteples :(
Tapi prosedur ini katanya jarang dilakukan karena memiliki risiko komplikasi yang serius.
Jadi bagian terakhir dari usus besar kita akan dijepit atau di-staple. Jadi pasokan darah ke hemoroid juga berkurang. Waktu pemulihan prosedur penjepitan ini juga katanya lebih cepat dari hemoroidektomi. Jadi bisa kembali bekerja lebih cepat. Prosedur ini juga katanya tidak terlalu menyakitkan. Nah tapi setelah penjepitan ini, efeknya bakal ada hemoroid yang menggantung di luar anus gitu katanya. Tapi mungkin udah gak bakal ada rasanya sakitnya lagi, karena kan aliran darahnya udah diberhentikan. Bisa juga kena sedikit komplikasi setelah operasi. Seperti munculnya saluran yang terbentuk antara lubang anus dan vagina. Lubangnya jadi banyak :(
(sumber : alodokter.com/wasir-hemoroid/operasi/)
Kalau kalian tahu rasanya bisa BAB jongkok lagi setelah hampir setahun harus BAB sambil berdiri, itu mungkin kayak orang tuna netra yang akhirnya bisa ngelihat lagi. Atau tuna rungu yang akhirnya bisa mendengar lagi. Sumpah, gak bohong. Kalian bakal terharu dan gak selesai-selesai bilang alhamdulillah. Muka kalian bakal meringis karena senengnya gak karu-karuan. Alhamdulillah.
Semoga kita selalu diberi kesehatan kapanpun dan dimanapun, karena sakit yang mungkin sepele kayak gini aja udah bisa bikin kepalamu cuti mikir yang berat-berat sampai berhari-hari. Rasanya jadi beleng-beleng, diajak ngomong gak nyambung. Udah sakit, jadi lengo-lengo lagi.
Kan cedih :(
Minggu, 20 Oktober 2016
Alhamdulillah hari ini udah jalan sepuluh hari pasca operasi wasir. Bagi kalian yang saat ini cara buang air besarnya masih bisa dengan jongkok, kalian bener-bener harus banyak bersyukur. Cepat bersyukur!!! Alhamdulillaaahhh.
Jadi wasir itu ada level-levelnya kayak maicih. Makin tinggi makin asik.
Wasir level 1.
BAB berdarah.
Wasir level 2.
BAB berdarah disertai dengan keluarnya benjolan kayak daging gitu (istila kedokterannya hemoroid). Tapi benjolan ini bukan daging, melainkan pembuluh darah yang makin lama makin besar akibat ngejen yang terlalu keras. Benjolan ini masih bisa masuk dengan sendirinya. Kalau bisa diukur pake penggaris, mungkin baru 0,5-1 cm aja.
Wasir level 3.
BAB berdarah disertai hemoroid yang keluar, tapi sudah gak bisa masuk lagi dengan sendirinya. Panjangnya juga udah lebih dari 1 cm, bisa sampai 2 cm. Harus dibantu dengan tangan, atau gerakan-gerakan tertentu. Jadi waktu aku masuk ke level ini kemarin, aku harus BAB sambil berdiri. Kalau jongkok gak bakal bisa masuk sampai seharian, bahkan bisa dua sampai tiga hari. Itupun harus melakukan gerakan-gerakan kayak goyang-goyangin paha, jongkok setengah-berdiri-jongkok setengah-berdiri setelah BAB. Jalan di tempat sampai lutut sejajar. Pokoknya sekali BAB udah kayak jogging di lapangan merdeka lah, keringetan. Cuma buat masukin hemoroidnya itu aja. Dan sakitnya itu kayak ada sesuatu yang kejepit di bagian pembuanganmu itu. Tiap kamu gerak dikit perih, dari pinggang sampai kaki itu rasanya kejang. Harus cari kesibukan supaya bener-bener bisa ngelupain rasa sakitnya.
Wasir level 4.
Nah di level ini wasirnya sudah gak bisa masuk lagi sampai berhari-hari. Gak ada cara lain selain operasi. Jadi hemoroidnya itu udah terlalu panjang dan kejebak diluar. Dan sakitnya itu lebih sakit dari level 3. Jadi rasanya itu kayak kamu gak sengaja lihat foto si dia sama mantannya waktu masih anget-anget dulu, berfolder-folder. Nah sakitnya itu kamu coba kalian seribu. Kurang lebih kayak gitu.
Nah operasinya itu juga gak bisa langsung operasi pada hari itu juga. Jadi kalau aku kemarin harus tunggu dua hari dulu untuk meredakan peradangan di hemoroidku waktu itu. Setelah itu baru eksekusi.
Ada yang bilang kalau pasca operasi wasir nanti, waktu mau BAB udah gak bakal bisa nahan lagi, Jadi kalau bisa pakai pampers kemana-mana. Kalau terlalu besar, bisa cukup bawa celana dalam sama sabun kemana-mana. Bisaknyaaa.
Tapi sebenernya dari web-web yang aku baca, efek samping dari operasi wasir itu memang mungkin akan sedikit kehilangan kontrol waktu BAB. Tapi gak seserem yang dibilang orang-orang sampai harus kayak gitu haha. Dan alhamdulillah sekarang sudah bisa ditahan secara normal kayak biasanya lagi.
Jadi dari yang aku baca, operasi wasir itu ada beberapa macam.
Salah satunya yang aku jalanin kemarin, itu namanya Hemoroidektomi, atau operasi pengangkatan wasir. Biasanya dilakukan dengan bius umum, bukan bius total. Jadi cuma ditidurin untuk beberapa saat selama operasi berlangsung. Bukan ditidurin deng, d i t i d u r k a n. Maafkan aku :(
Jadi sebelum operasi ada namanya proses injeksi epidural, suntikkan yang melibatkan penggunaan obat bius atau obat-obatan ke dalam ruang epidural tulang belakang. Jadi disuntik ke punggung tepat di tulang belakang. Tujuannya untuk mematikan rasa bagian sekitar pinggang ke bawah. Biasanya untuk ibu-ibu waktu akan menjalankan proses persalinan. Pas disuntik itu, rasanya : JRUT :D
Nah, baru deh mereka mulai proses Hemoroidektomi. Pokoknya Hemoroidektomi itu melibatkan pembukaan kecil dari anus untuk memotong hemoroidnya itu.
Selain itu juga ada THD (Transanal haemorrhoidal dearterialisation), operasi untuk mengurangi aliran darah ke hemoroid. Biasanya dilakukan dengan pembiusan umum juga. Tapi lebih rempong. Jadi proses ini memasukkan alat pemeriksa ultrasonografi Doppler yang berukuran kecil ke dalam anus. Alatnya itu menghasilkan gelombang suara yang tinggi, nah gelombang ini yang nantinya membantu dokter bedah menemukan lokasi pembuluh darah yang bengkak di dalam dan sekitar anus. Pembuluh darah yang memasok darah ke hemoroid, yang menyebabkan hemoroidnya membesar.
THD ini katanya sih lebih efektif dibanding operasi yang lain, karena sebagian besar orang yang menjalani THD bisa kembali ke aktivitas sehari-harinya lebih cepat daripada mereka yang menjalani prosedur operasi lain dalam penanganan wasir.
Nah ada lagi yang namanya Stapled hemorrhoidopexy. Dokter biasanya nyebut istiah ini dengan istilah stapling. Disteples :(
Tapi prosedur ini katanya jarang dilakukan karena memiliki risiko komplikasi yang serius.
Jadi bagian terakhir dari usus besar kita akan dijepit atau di-staple. Jadi pasokan darah ke hemoroid juga berkurang. Waktu pemulihan prosedur penjepitan ini juga katanya lebih cepat dari hemoroidektomi. Jadi bisa kembali bekerja lebih cepat. Prosedur ini juga katanya tidak terlalu menyakitkan. Nah tapi setelah penjepitan ini, efeknya bakal ada hemoroid yang menggantung di luar anus gitu katanya. Tapi mungkin udah gak bakal ada rasanya sakitnya lagi, karena kan aliran darahnya udah diberhentikan. Bisa juga kena sedikit komplikasi setelah operasi. Seperti munculnya saluran yang terbentuk antara lubang anus dan vagina. Lubangnya jadi banyak :(
(sumber : alodokter.com/wasir-hemoroid/operasi/)
Kalau kalian tahu rasanya bisa BAB jongkok lagi setelah hampir setahun harus BAB sambil berdiri, itu mungkin kayak orang tuna netra yang akhirnya bisa ngelihat lagi. Atau tuna rungu yang akhirnya bisa mendengar lagi. Sumpah, gak bohong. Kalian bakal terharu dan gak selesai-selesai bilang alhamdulillah. Muka kalian bakal meringis karena senengnya gak karu-karuan. Alhamdulillah.
Semoga kita selalu diberi kesehatan kapanpun dan dimanapun, karena sakit yang mungkin sepele kayak gini aja udah bisa bikin kepalamu cuti mikir yang berat-berat sampai berhari-hari. Rasanya jadi beleng-beleng, diajak ngomong gak nyambung. Udah sakit, jadi lengo-lengo lagi.
Kan cedih :(
(menjelang operasi jadi gila)
Having this people is really a blessing
Assalamualaikum.
Rabu, 9 Maret 2016
Makasih yaaa sudah jengukin. Makasih juga atas kesediannya untuk mendoakan kelancaran operasi hari kamis besok. Makasih atas hal-hal sederhana yang kalian lakukan selama ini haha. Maaf kalau selama ini ada banyak banget salah sama kalian, nggak bisa bikin kita kumpul kayak dulu, nggak bisa jadi komting yang baik buat kalian, nggak bisa nambah semangat kalian untuk jalanin perkuliahan yang gila ini haha alaynya ya.
Banyak banget harapanku buat kalian. Semoga kalian selalu dalam lindungan Allah SWT. Kemanapun kalian pergi, semoga selalu dikelilingin orang-orang baik, orang-orang yang bakal selalu nambah semangat kalian tiap harinya, orang-orang hebat yang bakal selalu ngajak kalian berubah jadi lebih baik lagi, lebih baik lagi, teruuus semakin lebih baik lagi dari yang sebelumnya. Semoga kalian selalu dimudahkan untuk mendapatkan apa yang bener-bener ingin kalian capai. Kalau mau disebutin semua, banyak banget yang harus selalu didoakan, karena doa itu bukan hal yang sepele. Jangan pernah berhenti berdoa ya teman-teman. Terima kasih juga untuk kalian yang selalu mendoakan kebaikan untuk keluarga kecil kita ini. Haha so sweetnya eh bahasaku. Padahal ndak so sweet so sweet juga sih.
Aku nulis ini inshaa Allah bukan untuk riya. Bukan juga dengan niat pengen nunjukin kalau aku selalu mendoakan kalian, naudzubillahimindzalik. Aku cuma pengen selalu ngingetin diriku sendiri kalau aku punya harapan-harapan ini, karena suatu saat aku pasti bakal lupa. Orang aku ini masih pikun aja sudah muda. Jadi kalau suatu saat aku buka postingan ini lagi, bisa inget lagi. Bisa ngerasain hal yang sama lagi kayak sekarang gini.
Makasih juga ya arip buat editannya haha. Aamin Yaa Rabbal aalamiin.
Banyak orang yang gak sadar kalau hal-hal sederhana yang mereka lakuin bisa buat orang ngerasa sangat dihargain keberadaannya. Jangan pernah berubah ya hahaha.
Oh iya sori sori di foto atas gak semuanya kelihatan.
Sekali lagi makasih yaaa. Berkah banget bisa ketemu orang-orang seperti kalian. Semangat yaaa semuanya, tinggal setengah-sampai setahun lagi perjuangan kita disini. Percaya aja kalau di tiap sesuatu yang kita kerjain bakal selalu nemuin kemudahan.
Rabu, 9 Maret 2016
Makasih yaaa sudah jengukin. Makasih juga atas kesediannya untuk mendoakan kelancaran operasi hari kamis besok. Makasih atas hal-hal sederhana yang kalian lakukan selama ini haha. Maaf kalau selama ini ada banyak banget salah sama kalian, nggak bisa bikin kita kumpul kayak dulu, nggak bisa jadi komting yang baik buat kalian, nggak bisa nambah semangat kalian untuk jalanin perkuliahan yang gila ini haha alaynya ya.
Banyak banget harapanku buat kalian. Semoga kalian selalu dalam lindungan Allah SWT. Kemanapun kalian pergi, semoga selalu dikelilingin orang-orang baik, orang-orang yang bakal selalu nambah semangat kalian tiap harinya, orang-orang hebat yang bakal selalu ngajak kalian berubah jadi lebih baik lagi, lebih baik lagi, teruuus semakin lebih baik lagi dari yang sebelumnya. Semoga kalian selalu dimudahkan untuk mendapatkan apa yang bener-bener ingin kalian capai. Kalau mau disebutin semua, banyak banget yang harus selalu didoakan, karena doa itu bukan hal yang sepele. Jangan pernah berhenti berdoa ya teman-teman. Terima kasih juga untuk kalian yang selalu mendoakan kebaikan untuk keluarga kecil kita ini. Haha so sweetnya eh bahasaku. Padahal ndak so sweet so sweet juga sih.
Aku nulis ini inshaa Allah bukan untuk riya. Bukan juga dengan niat pengen nunjukin kalau aku selalu mendoakan kalian, naudzubillahimindzalik. Aku cuma pengen selalu ngingetin diriku sendiri kalau aku punya harapan-harapan ini, karena suatu saat aku pasti bakal lupa. Orang aku ini masih pikun aja sudah muda. Jadi kalau suatu saat aku buka postingan ini lagi, bisa inget lagi. Bisa ngerasain hal yang sama lagi kayak sekarang gini.
Makasih juga ya arip buat editannya haha. Aamin Yaa Rabbal aalamiin.
Banyak orang yang gak sadar kalau hal-hal sederhana yang mereka lakuin bisa buat orang ngerasa sangat dihargain keberadaannya. Jangan pernah berubah ya hahaha.
Oh iya sori sori di foto atas gak semuanya kelihatan.
Sekali lagi makasih yaaa. Berkah banget bisa ketemu orang-orang seperti kalian. Semangat yaaa semuanya, tinggal setengah-sampai setahun lagi perjuangan kita disini. Percaya aja kalau di tiap sesuatu yang kita kerjain bakal selalu nemuin kemudahan.
Terimakasih Palembang
Assalamualaikum.
Minggu, 5 Maret 2016
Masa kerja praktik yang udah aku lewatin selama sebulan di Palembang ini banyak banget bawa pelajaran. Dari situ banyak yang ternyata bikin aku sadar kalau hidup ini gak melulu soal kampus dan orang-orang di dalamnya. Masih banyak yang perlu dipersiapkan.
Banyak yang bilang, "Astrid ngapain KP lagi?", "kerajinan banget strid", "emang nanti waktu lamar kerja bakal ditanya, dulu KP dimana?"
Tapi menurutku itu bukan hal yang perlu ditanggapin serius.
Kalau ditanya untuk apa, awalnya aku cuma pengen ngisi liburan aja. Karena aku yang masih harus nambah satu semester lagi jadi 9 semester dan belum bisa ambil skripsi.
Tapi di luar itu, semua yang aku temuin di Palembang gak cuma sekedar untuk ngisi liburan aja. Banyak yang membuat aku mikir. Selain ilmu keelektroanku yang bener-bener nambah banyak buanget, tiap orang yang aku temuin disana juga banyak ngasih aku pelajaran. Apalagi untuk kesekian kalinya aku datang sendirian ke tempat yang belum pernah aku datangi sebelumnya, dengan bahasa & logat yang belum pernah aku dengar sama sekali.
Dari awal pendaftaran ulang di Diklat Pusri, aku yang sengaja mengajukan permohonan KP sendirian tanpa temen setim ketemu temen-temen sebaya yang juga punya tujuan yang sama pada saat itu. Semuanya kelihatan tenang dan santai karena mereka nggak sendirian. Sesekali aku juga iri dengan mereka yang bisa ngobrol leluasa, ngungkapin kebingungan yang mungkin tiap anak disana juga rasain, atau nanggepin sesuatu yang mengganjal dipikirannya. Sementara aku nggak kenal siapa-siapa disana. Sering aku coba buka omongan, tapi nggak seleluasa seperti waktu ngobrol dengan teman sendiri di kampus. Kadang aku berani dan semangat banget, kadang rasa percaya diriku mengkerut, sebelum akhirnya aku paksa mulutku untuk banyak omong. Apapun yang terlintas di kepalaku aku coba tanyakan, aku coba tanggapi. Sampai akhirnya sedikit-sedikit mulutku mulai leluasa untuk memulai percakapan dengan orang baru lainnya.
Begitu terus sampai akhirnya aku ditempatkan di Bengkel Listrik & Instrumen Pusri, kemudian seterusnya di oper ke area untuk orientasi lapangan. Budaya di sana itu bener-bener bikin nyaman. Untuk anak-anak kerja praktik dan OJT, semua pegawai bener-bener meluangkan waktu untuk ngajarin apapun yang mereka tau. Entah itu ilmu lapangan, atau juga pengalaman hidup mereka. Mereka manggil kami dengan sebutan "Dik".
"Kalau ada apa-apa, bilang ke kakak ya, Dik. Nanti Kakak anter kesana."
Protektif banget kan :')
Selain para pegawai Pusri, temen-temen OJT dan temen-temen kerja praktik di Pusri, ada lagi teman-teman di Kosan Dhamar yang rasanya udah kayak keluarga sendiri. Mereka punya cerita masing-masing yang secara gak langsung bikin aku mikir dua kali, terus ngebandingin lagi sama hidupku sendiri, yang kalau aku coba ceritain ulang satu-satu di sini gak bakal ada habisnya. Semua punya tujuan hidup masing-masing. Semua punya penyesalan yang beda-beda, yang setelah itu akhirnya mereka overcome dengan cara mereka sendiri. Dan setelah denger semua itu, aku jadi ngerasa kalau semua masalah yang aku alamin selama ini gak ada apa-apanya dibandingin dengan hidup mereka dan cara-cara mereka ngatasin masalah. Banyak yang perlu diperbaiki dari diriku sendiri.
Sebulan rasanya seperti seminggu-dua minggu aja. Tapi semua yang aku dapet disana gak ada satupun yang aku sesalin. Apa yang aku tuju udah semakin keliatan.
Jadi kayak misalnya kita lagi jalan nih ya di hutan yang gelap banget. Tiba-tiba kita nemu senter. Banyak yang akhirnya buat aku mikir hal-hal yang gak pernah aku pikirin selama ini.
Semoga bisa ketemu kalian lagi ya. Terimakasih atas waktu kalian selama sebulan di Palembang. Semoga selalu dalam lindungan Allah. Amin.
Minggu, 5 Maret 2016
Masa kerja praktik yang udah aku lewatin selama sebulan di Palembang ini banyak banget bawa pelajaran. Dari situ banyak yang ternyata bikin aku sadar kalau hidup ini gak melulu soal kampus dan orang-orang di dalamnya. Masih banyak yang perlu dipersiapkan.
Banyak yang bilang, "Astrid ngapain KP lagi?", "kerajinan banget strid", "emang nanti waktu lamar kerja bakal ditanya, dulu KP dimana?"
Tapi menurutku itu bukan hal yang perlu ditanggapin serius.
Kalau ditanya untuk apa, awalnya aku cuma pengen ngisi liburan aja. Karena aku yang masih harus nambah satu semester lagi jadi 9 semester dan belum bisa ambil skripsi.
Tapi di luar itu, semua yang aku temuin di Palembang gak cuma sekedar untuk ngisi liburan aja. Banyak yang membuat aku mikir. Selain ilmu keelektroanku yang bener-bener nambah banyak buanget, tiap orang yang aku temuin disana juga banyak ngasih aku pelajaran. Apalagi untuk kesekian kalinya aku datang sendirian ke tempat yang belum pernah aku datangi sebelumnya, dengan bahasa & logat yang belum pernah aku dengar sama sekali.
Dari awal pendaftaran ulang di Diklat Pusri, aku yang sengaja mengajukan permohonan KP sendirian tanpa temen setim ketemu temen-temen sebaya yang juga punya tujuan yang sama pada saat itu. Semuanya kelihatan tenang dan santai karena mereka nggak sendirian. Sesekali aku juga iri dengan mereka yang bisa ngobrol leluasa, ngungkapin kebingungan yang mungkin tiap anak disana juga rasain, atau nanggepin sesuatu yang mengganjal dipikirannya. Sementara aku nggak kenal siapa-siapa disana. Sering aku coba buka omongan, tapi nggak seleluasa seperti waktu ngobrol dengan teman sendiri di kampus. Kadang aku berani dan semangat banget, kadang rasa percaya diriku mengkerut, sebelum akhirnya aku paksa mulutku untuk banyak omong. Apapun yang terlintas di kepalaku aku coba tanyakan, aku coba tanggapi. Sampai akhirnya sedikit-sedikit mulutku mulai leluasa untuk memulai percakapan dengan orang baru lainnya.
Begitu terus sampai akhirnya aku ditempatkan di Bengkel Listrik & Instrumen Pusri, kemudian seterusnya di oper ke area untuk orientasi lapangan. Budaya di sana itu bener-bener bikin nyaman. Untuk anak-anak kerja praktik dan OJT, semua pegawai bener-bener meluangkan waktu untuk ngajarin apapun yang mereka tau. Entah itu ilmu lapangan, atau juga pengalaman hidup mereka. Mereka manggil kami dengan sebutan "Dik".
"Kalau ada apa-apa, bilang ke kakak ya, Dik. Nanti Kakak anter kesana."
Protektif banget kan :')
Selain para pegawai Pusri, temen-temen OJT dan temen-temen kerja praktik di Pusri, ada lagi teman-teman di Kosan Dhamar yang rasanya udah kayak keluarga sendiri. Mereka punya cerita masing-masing yang secara gak langsung bikin aku mikir dua kali, terus ngebandingin lagi sama hidupku sendiri, yang kalau aku coba ceritain ulang satu-satu di sini gak bakal ada habisnya. Semua punya tujuan hidup masing-masing. Semua punya penyesalan yang beda-beda, yang setelah itu akhirnya mereka overcome dengan cara mereka sendiri. Dan setelah denger semua itu, aku jadi ngerasa kalau semua masalah yang aku alamin selama ini gak ada apa-apanya dibandingin dengan hidup mereka dan cara-cara mereka ngatasin masalah. Banyak yang perlu diperbaiki dari diriku sendiri.
Sebulan rasanya seperti seminggu-dua minggu aja. Tapi semua yang aku dapet disana gak ada satupun yang aku sesalin. Apa yang aku tuju udah semakin keliatan.
Jadi kayak misalnya kita lagi jalan nih ya di hutan yang gelap banget. Tiba-tiba kita nemu senter. Banyak yang akhirnya buat aku mikir hal-hal yang gak pernah aku pikirin selama ini.
Semoga bisa ketemu kalian lagi ya. Terimakasih atas waktu kalian selama sebulan di Palembang. Semoga selalu dalam lindungan Allah. Amin.
Hmmm, Menarik.
Assalamualaikum.
Jumat, 26 Februari 2016
Entah kenapa kepolosan seseorang itu bisa terlihat sangat menarik. Cara seseorang cerita tentang sesuatu yang membuatnya kagum. Cara dia ingin menunjukkan bahwa dia sangat terkesan terhadap sesuatu yang mungkin sebenarnya hanya suatu hal yang sederhana bagi kita. Cara dia ingin meyakinkan orang lain bahwa sesuatu itu luar biasa.
Apa memang, semua manusia cenderung selalu ingin tahu tentang orang lain? Tertarik untuk mengenal lebih jauh. Hanya saja mungkin ada yang pandai menyembunyikan ketertarikannya itu, ada yang secara tidak sadar menampakkannya secara terang-terangan. Atau bahkan malah terkesan berlebihan.
Bahkan saat seseorang baru memulai sepatah dua patah katanya saja sudah terdengar menyenangkan. Membuat kita ingin terus dan terus mendengarkan. Kemudian pada akhirnya kita terlarut. Larut seperti benda yang kuning-kuning bau itu.
Banyak sekali hal-hal yang membuat kita ingin memilikinya. Tapi kita selalu serakah. Ingin memiliki semuanya. Kenapa ya bisa begitu?
Misalnya momen saat bersama. Kita selalu merindukan masa-masa ketika berkumpul dengan sahabat dan momen-momen apapun yang membuat kita nyaman. Ingin rasanya kita ulang kembali. Rasanya sakit saat tau kita tidak bisa merasakannya lagi.
Jadi kesimpulannya apa?
Entahlah.
Mungkin itulah sebabnya kenapa kita harus menjaga perasaan, menjaga diri dari semua hal yang berpotensi membuat kita sakau. Sakit karena engkau eaa eaa. Tapi serius.
Manusia itu lemah. Fragile. Manusia itu rapuh. Semua orang pasti pernah atau bahkan sering merasa sakit hanya karena hal-hal sepele. Contohnya, pasti ada suatu momen dimana kalian tiba-tiba ingin melihat seseorang. Ingin melihatnya berbicara, bukan untuk mendengarkan ceritanya. Tapi cuma ingin melihat wajahnya. Melihat ekspresinya. Gerak-geriknya. Mendengar suaranya.
Tapi ya itu.
Manusia itu fragile.
Anjir ngomong apa aku ini.
Jumat, 26 Februari 2016
Entah kenapa kepolosan seseorang itu bisa terlihat sangat menarik. Cara seseorang cerita tentang sesuatu yang membuatnya kagum. Cara dia ingin menunjukkan bahwa dia sangat terkesan terhadap sesuatu yang mungkin sebenarnya hanya suatu hal yang sederhana bagi kita. Cara dia ingin meyakinkan orang lain bahwa sesuatu itu luar biasa.
Apa memang, semua manusia cenderung selalu ingin tahu tentang orang lain? Tertarik untuk mengenal lebih jauh. Hanya saja mungkin ada yang pandai menyembunyikan ketertarikannya itu, ada yang secara tidak sadar menampakkannya secara terang-terangan. Atau bahkan malah terkesan berlebihan.
Bahkan saat seseorang baru memulai sepatah dua patah katanya saja sudah terdengar menyenangkan. Membuat kita ingin terus dan terus mendengarkan. Kemudian pada akhirnya kita terlarut. Larut seperti benda yang kuning-kuning bau itu.
Banyak sekali hal-hal yang membuat kita ingin memilikinya. Tapi kita selalu serakah. Ingin memiliki semuanya. Kenapa ya bisa begitu?
Misalnya momen saat bersama. Kita selalu merindukan masa-masa ketika berkumpul dengan sahabat dan momen-momen apapun yang membuat kita nyaman. Ingin rasanya kita ulang kembali. Rasanya sakit saat tau kita tidak bisa merasakannya lagi.
Jadi kesimpulannya apa?
Entahlah.
Mungkin itulah sebabnya kenapa kita harus menjaga perasaan, menjaga diri dari semua hal yang berpotensi membuat kita sakau. Sakit karena engkau eaa eaa. Tapi serius.
Manusia itu lemah. Fragile. Manusia itu rapuh. Semua orang pasti pernah atau bahkan sering merasa sakit hanya karena hal-hal sepele. Contohnya, pasti ada suatu momen dimana kalian tiba-tiba ingin melihat seseorang. Ingin melihatnya berbicara, bukan untuk mendengarkan ceritanya. Tapi cuma ingin melihat wajahnya. Melihat ekspresinya. Gerak-geriknya. Mendengar suaranya.
Tapi ya itu.
Manusia itu fragile.
Anjir ngomong apa aku ini.
Imagine the Future
Assalamualaikum.
Sabtu, 30 Januari 2016
Apa rencanamu setelah selesai kuliah nanti?
Waaah, senang sekali kalau membahas masalah ini. Aku nggak pernah bosan mendengar orang yang dengan serius membicarakan rencana untuk hidup mereka ke depan. Walaupun berulang-ulang. Senang sekali rasanya mendengarkan omongan orang yang punya visi. Punya semangat yang nggak ada matinya.
"Aku bakal jadi dosen setelah lulus S2 nanti." Amiiin...
"Aku mau kerja dulu setahun-dua tahun untuk biaya ngelamar anak orang." Amiiin...
"Aku mau coba ngelanjutin usaha ini, udah punya hubungan akrab sama orang yang juga punya bisnis ini, lima tahun lagi udah bisa jadi toko independen." Amiiin...
Seneng kan, dengernya? Kita seperti bisa melihat masa depan. Tahun depan si A bakal udah berada di kota ini, si B bakal memulai ini, si C bakal udah kerja di perusahaan ini, si D bakal menikah. Dua tahun lagi lanjut si E, si F, dan yang lainnya. Inshaa Allah semuanya bakal berjalan lancar untuk mereka yang serius dengan rencananya masing-masing. Orang-orang yang selama ini kita pikir cuma bisa ngelawak, usil, koplak, sedikit gak waras, semuanya punya rencana masing-masing. Ya Allah, senang sekali dengernya.
Kita ini butuh kepo, tapi jangan terlalu mau tau apa yang dikerjakan orang lain. Kita cukup mendengarkan saja apa yang ingin mereka sampaikan. Kalau mereka nggak berkenan, ya jangan kepoin lebih dalam. Bisa saja malah bakal jadi beban untuk mereka saat menyampaikan rencana yang sebenernya nggak ingin mereka sampaikan. Kamupun juga punya rencana yang orang lain nggak perlu tahu, kan. Salah satu semangat untuk mengerjakan sesuatu juga untuk menghasilkan sesuatu yang bakal membuat orang lain kaget. Ya, nggak? Haha.
Rencanakan sehebat mungkin, sejauh mungkin, sedetail mungkin. Bikin plan A, plan B untuk back up plan A, dan plan C untuk back up plan A dan B. Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Orang-orang di sekelilingmupun bisa saja membawa dampak buruk atau baik terhadap rencanamu. Kita semua nggak ada yang tau. Harus pintar membawa diri untuk ambil yang baik-baiknya saja dari tiap orang-orang terdekat. Jangan pula sampai menjadi parasit yang selalu menempel di kehidupan seseorang. Inshaa Allah kita nggak bakal pernah sendirian. Seriuslah! SERIUS!!!
Jangan sampai lengah. Jangan sampai lawan jenis membuat kita lupa sama semua yang sudah direncanakan matang-matang. Jodoh itu urusan Yang Diatas, jangan terpacu cuma dengan satu orang. Jangan berharap kepada manusia. Seneng boleh, mengisi waktu, tapi semuanya bisa berubah. Tangan Allah bisa dengan mudah membalikkan keadaan. Hari ini kamu bisa aja seneng banget, besok bisa jadi sedih banget. Hari ini suka, besok bisa saja tiba-tiba benci. Jangan terlalu gampang membuat janji. Realistislah. Jangan terlalu larut dengan hal sederhana. Jangan terlalu sombong untuk merasa sanggup. Kagumlah dengan hal-hal yang luar biasa, yang bisa membuat kita speechless dan breathless. Masih banyak hal-hal di luar yang nggak bakal disangka-sangka. Jangan habiskan rasa kagum cuma di hal-hal yang kecil dan sederhana.
Jangan cuma mendambakan salome, kalau ada bakso!
Buatlah masa depanmu sekeren mungkin. Supaya di masa depan orang-orang bakal kepoin kamu. Followers di ig mu bakal 10 kali lebih banyak dari orang-orang biasa di sekitarmu. Haha, nggak penting eh. Targetlah sesuatu yang sekalian besar! Jangan selalu mencoba untuk menjadi sama seperti orang lain! Jangan cuma mainan aja, jangan cuma chat-chatan atau cuma lihat timeline di media sosial. Hahahaha. Maafkan aku, but note it!
Berubahlah, banyangkan masa depan sesuai dengan yang kamu pengen. Carilah orang-orang yang kamu anggap keren dan berkompeten. Kepoin mereka. Keluar dari zona nyaman, mulailah sesuatu yang belum kamu kerjakan.
Go for it!!!
Sabtu, 30 Januari 2016
Apa rencanamu setelah selesai kuliah nanti?
Waaah, senang sekali kalau membahas masalah ini. Aku nggak pernah bosan mendengar orang yang dengan serius membicarakan rencana untuk hidup mereka ke depan. Walaupun berulang-ulang. Senang sekali rasanya mendengarkan omongan orang yang punya visi. Punya semangat yang nggak ada matinya.
"Aku bakal jadi dosen setelah lulus S2 nanti." Amiiin...
"Aku mau kerja dulu setahun-dua tahun untuk biaya ngelamar anak orang." Amiiin...
"Aku mau coba ngelanjutin usaha ini, udah punya hubungan akrab sama orang yang juga punya bisnis ini, lima tahun lagi udah bisa jadi toko independen." Amiiin...
Seneng kan, dengernya? Kita seperti bisa melihat masa depan. Tahun depan si A bakal udah berada di kota ini, si B bakal memulai ini, si C bakal udah kerja di perusahaan ini, si D bakal menikah. Dua tahun lagi lanjut si E, si F, dan yang lainnya. Inshaa Allah semuanya bakal berjalan lancar untuk mereka yang serius dengan rencananya masing-masing. Orang-orang yang selama ini kita pikir cuma bisa ngelawak, usil, koplak, sedikit gak waras, semuanya punya rencana masing-masing. Ya Allah, senang sekali dengernya.
Kita ini butuh kepo, tapi jangan terlalu mau tau apa yang dikerjakan orang lain. Kita cukup mendengarkan saja apa yang ingin mereka sampaikan. Kalau mereka nggak berkenan, ya jangan kepoin lebih dalam. Bisa saja malah bakal jadi beban untuk mereka saat menyampaikan rencana yang sebenernya nggak ingin mereka sampaikan. Kamupun juga punya rencana yang orang lain nggak perlu tahu, kan. Salah satu semangat untuk mengerjakan sesuatu juga untuk menghasilkan sesuatu yang bakal membuat orang lain kaget. Ya, nggak? Haha.
Rencanakan sehebat mungkin, sejauh mungkin, sedetail mungkin. Bikin plan A, plan B untuk back up plan A, dan plan C untuk back up plan A dan B. Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Orang-orang di sekelilingmupun bisa saja membawa dampak buruk atau baik terhadap rencanamu. Kita semua nggak ada yang tau. Harus pintar membawa diri untuk ambil yang baik-baiknya saja dari tiap orang-orang terdekat. Jangan pula sampai menjadi parasit yang selalu menempel di kehidupan seseorang. Inshaa Allah kita nggak bakal pernah sendirian. Seriuslah! SERIUS!!!
Jangan sampai lengah. Jangan sampai lawan jenis membuat kita lupa sama semua yang sudah direncanakan matang-matang. Jodoh itu urusan Yang Diatas, jangan terpacu cuma dengan satu orang. Jangan berharap kepada manusia. Seneng boleh, mengisi waktu, tapi semuanya bisa berubah. Tangan Allah bisa dengan mudah membalikkan keadaan. Hari ini kamu bisa aja seneng banget, besok bisa jadi sedih banget. Hari ini suka, besok bisa saja tiba-tiba benci. Jangan terlalu gampang membuat janji. Realistislah. Jangan terlalu larut dengan hal sederhana. Jangan terlalu sombong untuk merasa sanggup. Kagumlah dengan hal-hal yang luar biasa, yang bisa membuat kita speechless dan breathless. Masih banyak hal-hal di luar yang nggak bakal disangka-sangka. Jangan habiskan rasa kagum cuma di hal-hal yang kecil dan sederhana.
Jangan cuma mendambakan salome, kalau ada bakso!
Buatlah masa depanmu sekeren mungkin. Supaya di masa depan orang-orang bakal kepoin kamu. Followers di ig mu bakal 10 kali lebih banyak dari orang-orang biasa di sekitarmu. Haha, nggak penting eh. Targetlah sesuatu yang sekalian besar! Jangan selalu mencoba untuk menjadi sama seperti orang lain! Jangan cuma mainan aja, jangan cuma chat-chatan atau cuma lihat timeline di media sosial. Hahahaha. Maafkan aku, but note it!
Berubahlah, banyangkan masa depan sesuai dengan yang kamu pengen. Carilah orang-orang yang kamu anggap keren dan berkompeten. Kepoin mereka. Keluar dari zona nyaman, mulailah sesuatu yang belum kamu kerjakan.
Go for it!!!
Langganan:
Postingan (Atom)







