Pages

Selalu menginginkan lebih?

Assalamualaikum.

Minggu, 17 April 2016.

Hidup itu pilihan. Bukan berarti orang bisa bebas memilih jadi baik atau buruk. Pilihan disini punya artian yang saaangaaat luas. Pastinya. Hidup kita kan nggak cuma sehari-dua hari.

Tapi dalam memilih, apakah kita lantas bisa mendapatkan semuanya? Mungkin kamu menginginkan kehidupan yang layak dan serba ada. Uang bukanlah segalanya, tapi segalanya butuh uang. Tapi apakah hidup dengan layak saja cukup?

Ada beberapa kepala keluarga yang aku kenal cukup baik. Beberapa di antara mereka ada yang berpendapatan UMR perbulannya, bahkan kurang, dengan anak lebih dari tiga, tapi mereka selalu bersyukur. Mereka punya cerita masing-masing sampai mereka ada di posisi mereka yang sekarang ini. Kehidupan mereka sebelumnya ada yang lebih parah dari saat ini, ada juga yang jauh lebih baik tapi karna itu hidup mereka nggak tenang.

Ada yang belajar dari kesalahan, ada yang berawal dari serba nekat, sampai akhirnya mereka terima kondisi mereka yang seperti sekarang ini tanpa pernah ngeluh lagi atau selalu ingin lebih, selalu ingin lebih lagi. Yang penting keluarganya masih bisa makan, anaknya bisa sekolah dan punya bekal supaya nanti bakal berkehidupan lebih baik dari yang sekarang. Sisa uang seadanya ditabung untuk biaya nikah anak-anak, asuransi, atau kejadian-kejadian nggak terduga lainnya. Selebihnya mereka serahkan ke Allah. Nggak ngabisin waktu untuk pusing mikirin main investasi, nggak kepikiran beli barang-barang mahal untuk gengsi.

Tapi apa orang-orang itu nggak bisa terima dengan kehidupan mereka yang kayak gitu? Nggak. Malah mereka itu orang-orang yang-kita nggak bakal nyangka-punya rasa syukur yang lebih dari orang-orang kayak kita yang berkecukupan gini. Mereka gampang banget ketawa. Selalu senyum ke semua orang. Ketemu orang ngeselin, nggak pernah dilawanin. Mereka kayak dapat kebahagiaan sendiri tiap mereka ketemu orang. Bisa bagi cerita, bagi kejadian-kejadian seru. Itu aja sudah cukup buat mereka.

Sementara ada juga beberapa orang yang dengan kehidupan yang serba berlebih, masih selalu mengejar sesuatu untuk memenuhi tuntutan gaya hidup lingkungan di sekitarnya. Dengan tingkat gengsi, yang jika gaya hidup belum memenuhi atau melebihi standar lingkungan di sekitarnya, belum bisa mendapatkan ketenangan. Selalu merasa kurang. Emosional. Depresi dengan bahan pembicaraan rekan-rekan kerja atau tetangga.

Mungkin kamu menginginkan wajah cantik dan badan yang proporsional, sementara kamu sudah diberi otak yang cerdas.
Mungkin kamu menginginkan pasangan yang rupawan, pintar dan mapan. Sementara kamu sudah memiliki teman-teman dan keluarga yang selalu ada untukmu, yang selalu membuatmu tertawa setiap harinya, dan mengangkat semangatmu ketika kamu sedih.
Mungkin kamu menginginkan lisan yang disenangi semua orang, mudah beradaptasi dengan siapapun dan disenangi banyak orang. Sementara kamu sudah memiliki paras yang cantik, keluarga yang baik dan bermartabat, dan pekerjaan yang sesuai dengan harapanmu.
Mungkin kamu menginginkan otak yang cerdas dan kritis dalam menanggapi berbagai permasalahan. Sementara kamu sudah cukup terkenal dengan sifatmu yang ceria, humoris, dan tak merasa terbebani dengan bantuan-bantuan yang kau berikan kepada orang lain
Dan masih banyak lagi.

Dari situ kemudian banyak pertanyaan yang akhirnya muncul.

Apa kita bisa merasakan semuanya sekaligus? Apa ketika kita mengejar apa yang kita harapkan tersebut, semua yang telah kita miliki akan tetap berada pada posisinya? Atau akan hilang satu per satu seiring dengan apa yang kemudian kita dapatkan? Apakah orang yang menurut kita sempurna baik penampilan, kehidupan pribadi dan kariernya, benar-benar sesempurna itu?

Just a story about a kid

Assalamualaikum.

Saturday, April 16th 2016

I want to tell you a story about a kid. This kid usually didn't talk much when he met new people. He sometimes nags himself about being so quiet. And he always wanted to overcome it.

But then, you know, when you try to overcome your weakness, you'll grow up with strengths you never expect. Isn't it?

One day, this kid tried his luck to join a recruitment for a prestigious program of youth exchange to another country. The selection of the program was very strict and the participants were up to -around- fifty people that time. Some of them were also the participants for the same program of last periods who tried their luck again this year. There were a participant which is major in English literature department, a participant which his English accent is very similar to British accent (so that he felt like he was watching western movies when he saw him speaking), a participant which had already surrounded with India people when he was very young, and many other impressing participants. Suddenly, this kid got depressed right after seeing those competitors for he thought that his English skills was still not that good.

The first day, the selection would took 5 people for each program from 56 participants total, which will continue the next tests for two days ahead. And bam! The announcement was out. And his name is written on the list of 5 people who deserve to get into the next selection. His score got him the rank 1 of 5 finalists.

Unfortunately, he didn't bring any white shirt which should be the dress code for the second day because they couldn't attend the technical meeting a week before the selection day. The committees said that every information would be posted online so the participants who didn't attend the technical meeting can still know the information through the pages of the program. But for the white shirt dress code, they didn't write it on the page. And worse, he just knew the information in the evening, after the first day had ended. That time, he was very tired after a long day and needed to arrest already. He tried to make a contact to his friend in the city but the friend was out of reach and all the shops were already closed. He couldn't find any white shirt all the night. He wished to find the thing in the morning, then he fell asleep. In the morning, he got up early and went out at 6 o'clock to search for any shops which sell white shirt (even if we think about it, what kind of people would open their clothing shop early in the morning? 6 o'clock?). But then, he found it. He couldn't even get what the hell was the seller of the shop thinking that he/she made a decision to open his/her shop at that time? What the meaning of his/her life? Like that, he finally could attend the second day with his new white shirt.

The next day was day for culture and common knowledge test. Like before, he wasn't confident of the test he had done and nagged himself that he would definitely not going to pass this session. While other participants seemed to have done better performances than him.

The last day of that program selection, the committees would announce the person selected for each program. And the unexpected thing happened. The person who will represent Kaltim for ASEAN Students Visit India (ASVI) program is him!

You know that Allah loves you more than what you expected. Good things will always happen to people with good heart. When people work hard. When people pray more than they fear about what will happen. Allah could show his mercy in every condition you wouldn't believe he will.

Operasi wasir

Assalamualaikum.

Minggu, 20 Oktober 2016

Alhamdulillah hari ini udah jalan sepuluh hari pasca operasi wasir. Bagi kalian yang saat ini cara buang air besarnya masih bisa dengan jongkok, kalian bener-bener harus banyak bersyukur. Cepat bersyukur!!! Alhamdulillaaahhh.

Jadi wasir itu ada level-levelnya kayak maicih. Makin tinggi makin asik.

Wasir level 1.
BAB berdarah.

Wasir level 2.
BAB berdarah disertai dengan keluarnya benjolan kayak daging gitu (istila kedokterannya hemoroid). Tapi benjolan ini bukan daging, melainkan pembuluh darah yang makin lama makin besar akibat ngejen yang terlalu keras. Benjolan ini masih bisa masuk dengan sendirinya. Kalau bisa diukur pake penggaris, mungkin baru 0,5-1 cm aja.

Wasir level 3.
BAB berdarah disertai hemoroid yang keluar, tapi sudah gak bisa masuk lagi dengan sendirinya. Panjangnya juga udah lebih dari 1 cm, bisa sampai 2 cm. Harus dibantu dengan tangan, atau gerakan-gerakan tertentu. Jadi waktu aku masuk ke level ini kemarin, aku harus BAB sambil berdiri. Kalau jongkok gak bakal bisa masuk sampai seharian, bahkan bisa dua sampai tiga hari. Itupun harus melakukan gerakan-gerakan kayak goyang-goyangin paha, jongkok setengah-berdiri-jongkok setengah-berdiri setelah BAB. Jalan di tempat sampai lutut sejajar. Pokoknya sekali BAB udah kayak jogging di lapangan merdeka lah, keringetan. Cuma buat masukin hemoroidnya itu aja. Dan sakitnya itu kayak ada sesuatu yang kejepit di bagian pembuanganmu itu. Tiap kamu gerak dikit perih, dari pinggang sampai kaki itu rasanya kejang. Harus cari kesibukan supaya bener-bener bisa ngelupain rasa sakitnya.

Wasir level 4.
Nah di level ini wasirnya sudah gak bisa masuk lagi sampai berhari-hari. Gak ada cara lain selain operasi. Jadi hemoroidnya itu udah terlalu panjang dan kejebak diluar. Dan sakitnya itu lebih sakit dari level 3. Jadi rasanya itu kayak kamu gak sengaja lihat foto si dia sama mantannya waktu masih anget-anget dulu, berfolder-folder. Nah sakitnya itu kamu coba kalian seribu. Kurang lebih kayak gitu.

Nah operasinya itu juga gak bisa langsung operasi pada hari itu juga. Jadi kalau aku kemarin harus tunggu dua hari dulu untuk meredakan peradangan di hemoroidku waktu itu. Setelah itu baru eksekusi.

Ada yang bilang kalau pasca operasi wasir nanti, waktu mau BAB udah gak bakal bisa nahan lagi, Jadi kalau bisa pakai pampers kemana-mana. Kalau terlalu besar, bisa cukup bawa celana dalam sama sabun kemana-mana. Bisaknyaaa.

Tapi sebenernya dari web-web yang aku baca, efek samping dari operasi wasir itu memang mungkin akan sedikit kehilangan kontrol waktu BAB. Tapi gak seserem yang dibilang orang-orang sampai harus kayak gitu haha. Dan alhamdulillah sekarang sudah bisa ditahan secara normal kayak biasanya lagi.

Jadi dari yang aku baca, operasi wasir itu ada beberapa macam.
Salah satunya yang aku jalanin kemarin, itu namanya Hemoroidektomi, atau operasi pengangkatan wasir. Biasanya dilakukan dengan bius umum, bukan bius total. Jadi cuma ditidurin untuk beberapa saat selama operasi berlangsung. Bukan ditidurin deng, d i t i d u r k a n. Maafkan aku :(
Jadi sebelum operasi ada namanya proses injeksi epidural, suntikkan yang melibatkan penggunaan obat bius atau obat-obatan ke dalam ruang epidural tulang belakang. Jadi disuntik ke punggung tepat di tulang belakang. Tujuannya untuk mematikan rasa bagian sekitar pinggang ke bawah. Biasanya untuk ibu-ibu waktu akan menjalankan proses persalinan. Pas disuntik itu, rasanya : JRUT :D
Nah, baru deh mereka mulai proses Hemoroidektomi. Pokoknya Hemoroidektomi itu melibatkan pembukaan kecil dari anus untuk memotong hemoroidnya itu.

Selain itu juga ada THD (Transanal haemorrhoidal dearterialisation), operasi untuk mengurangi aliran darah ke hemoroid. Biasanya dilakukan dengan pembiusan umum juga. Tapi lebih rempong. Jadi proses ini memasukkan alat pemeriksa ultrasonografi Doppler yang berukuran kecil ke dalam anus. Alatnya itu menghasilkan gelombang suara yang tinggi, nah gelombang ini yang nantinya membantu dokter bedah menemukan lokasi pembuluh darah  yang bengkak di dalam dan sekitar anus. Pembuluh darah yang memasok darah ke hemoroid, yang menyebabkan hemoroidnya membesar.

THD ini katanya sih lebih efektif dibanding operasi yang lain, karena sebagian besar orang yang menjalani THD bisa kembali ke aktivitas sehari-harinya lebih cepat daripada mereka yang menjalani prosedur operasi lain dalam penanganan wasir.

Nah ada lagi yang namanya Stapled hemorrhoidopexy. Dokter biasanya nyebut istiah ini dengan istilah stapling. Disteples :(
Tapi prosedur ini katanya jarang dilakukan karena memiliki risiko komplikasi yang serius.
Jadi bagian terakhir dari usus besar kita akan dijepit atau di-staple. Jadi pasokan darah ke hemoroid juga berkurang. Waktu pemulihan prosedur penjepitan ini juga katanya lebih cepat dari hemoroidektomi. Jadi bisa kembali bekerja lebih cepat. Prosedur ini juga katanya tidak terlalu menyakitkan. Nah tapi setelah penjepitan ini, efeknya bakal ada hemoroid yang menggantung di luar anus gitu katanya. Tapi mungkin udah gak bakal ada rasanya sakitnya lagi, karena kan aliran darahnya udah diberhentikan. Bisa juga kena sedikit komplikasi setelah operasi. Seperti munculnya saluran yang terbentuk antara lubang anus dan vagina. Lubangnya jadi banyak :(

(sumber : alodokter.com/wasir-hemoroid/operasi/)

Kalau kalian tahu rasanya bisa BAB jongkok lagi setelah hampir setahun harus BAB sambil berdiri, itu mungkin kayak orang tuna netra yang akhirnya bisa ngelihat lagi. Atau tuna rungu yang akhirnya bisa mendengar lagi. Sumpah, gak bohong. Kalian bakal terharu dan gak selesai-selesai bilang alhamdulillah. Muka kalian bakal meringis karena senengnya gak karu-karuan. Alhamdulillah.

Semoga kita selalu diberi kesehatan kapanpun dan dimanapun, karena sakit yang mungkin sepele kayak gini aja udah bisa bikin kepalamu cuti mikir yang berat-berat sampai berhari-hari. Rasanya jadi beleng-beleng, diajak ngomong gak nyambung. Udah sakit, jadi lengo-lengo lagi.
Kan cedih :(

(menjelang operasi jadi gila)

Having this people is really a blessing

Assalamualaikum.

Rabu, 9 Maret 2016

Makasih yaaa sudah jengukin. Makasih juga atas kesediannya untuk mendoakan kelancaran operasi hari kamis besok. Makasih atas hal-hal sederhana yang kalian lakukan selama ini haha. Maaf kalau selama ini ada banyak banget salah sama kalian, nggak bisa bikin kita kumpul kayak dulu, nggak bisa jadi komting yang baik buat kalian, nggak bisa nambah semangat kalian untuk jalanin perkuliahan yang gila ini haha alaynya ya.

Banyak banget harapanku buat kalian. Semoga kalian selalu dalam lindungan Allah SWT. Kemanapun kalian pergi, semoga selalu dikelilingin orang-orang baik, orang-orang yang bakal selalu nambah semangat kalian tiap harinya, orang-orang hebat yang bakal selalu ngajak kalian berubah jadi lebih baik lagi, lebih baik lagi, teruuus semakin lebih baik lagi dari yang sebelumnya. Semoga kalian selalu dimudahkan untuk mendapatkan apa yang bener-bener ingin kalian capai. Kalau mau disebutin semua, banyak banget yang harus selalu didoakan, karena doa itu bukan hal yang sepele. Jangan pernah berhenti berdoa ya teman-teman. Terima kasih juga untuk kalian yang selalu mendoakan kebaikan untuk keluarga kecil kita ini. Haha so sweetnya eh bahasaku. Padahal ndak so sweet so sweet juga sih.

Aku nulis ini inshaa Allah bukan untuk riya. Bukan juga dengan niat pengen nunjukin kalau aku selalu mendoakan kalian, naudzubillahimindzalik. Aku cuma pengen selalu ngingetin diriku sendiri kalau aku punya harapan-harapan ini, karena suatu saat aku pasti bakal lupa. Orang aku ini masih pikun aja sudah muda. Jadi kalau suatu saat aku buka postingan ini lagi, bisa inget lagi. Bisa ngerasain hal yang sama lagi kayak sekarang gini.


Makasih juga ya arip buat editannya haha. Aamin Yaa Rabbal aalamiin.

Banyak orang yang gak sadar kalau hal-hal sederhana yang mereka lakuin bisa buat orang ngerasa sangat dihargain keberadaannya. Jangan pernah berubah ya hahaha.

Oh iya sori sori di foto atas gak semuanya kelihatan.



Sekali lagi makasih yaaa. Berkah banget bisa ketemu orang-orang seperti kalian. Semangat yaaa semuanya, tinggal setengah-sampai setahun lagi perjuangan kita disini. Percaya aja kalau di tiap sesuatu yang kita kerjain bakal selalu nemuin kemudahan.

Terimakasih Palembang

Assalamualaikum.

Minggu, 5 Maret 2016

Masa kerja praktik yang udah aku lewatin selama sebulan di Palembang ini banyak banget bawa pelajaran. Dari situ banyak yang ternyata bikin aku sadar kalau hidup ini gak melulu soal kampus dan orang-orang di dalamnya. Masih banyak yang perlu dipersiapkan.

Banyak yang bilang, "Astrid ngapain KP lagi?", "kerajinan banget strid", "emang nanti waktu lamar kerja bakal ditanya, dulu KP dimana?"

Tapi menurutku itu bukan hal yang perlu ditanggapin serius.

Kalau ditanya untuk apa, awalnya aku cuma pengen ngisi liburan aja. Karena aku yang masih harus nambah satu semester lagi jadi 9 semester dan belum bisa ambil skripsi.

Tapi di luar itu, semua yang aku temuin di Palembang gak cuma sekedar untuk ngisi liburan aja. Banyak yang membuat aku mikir. Selain ilmu keelektroanku yang bener-bener nambah banyak buanget, tiap orang yang aku temuin disana juga banyak ngasih aku pelajaran. Apalagi untuk kesekian kalinya aku datang sendirian ke tempat yang belum pernah aku datangi sebelumnya, dengan bahasa & logat yang belum pernah aku dengar sama sekali.

Dari awal pendaftaran ulang di Diklat Pusri, aku yang sengaja mengajukan permohonan KP sendirian tanpa temen setim ketemu temen-temen sebaya yang juga punya tujuan yang sama pada saat itu. Semuanya kelihatan tenang dan santai karena mereka nggak sendirian. Sesekali aku juga iri dengan mereka yang bisa ngobrol leluasa, ngungkapin kebingungan yang mungkin tiap anak disana juga rasain, atau nanggepin sesuatu yang mengganjal dipikirannya. Sementara aku nggak kenal siapa-siapa disana. Sering aku coba buka omongan, tapi nggak seleluasa seperti waktu ngobrol dengan teman sendiri di kampus. Kadang aku berani dan semangat banget, kadang rasa percaya diriku mengkerut, sebelum akhirnya aku paksa mulutku untuk banyak omong. Apapun yang terlintas di kepalaku aku coba tanyakan, aku coba tanggapi. Sampai akhirnya sedikit-sedikit mulutku mulai leluasa untuk memulai percakapan dengan orang baru lainnya.

Begitu terus sampai akhirnya aku ditempatkan di Bengkel Listrik & Instrumen Pusri, kemudian seterusnya di oper ke area untuk orientasi lapangan. Budaya di sana itu bener-bener bikin nyaman. Untuk anak-anak kerja praktik dan OJT, semua pegawai bener-bener meluangkan waktu untuk ngajarin apapun yang mereka tau. Entah itu ilmu lapangan, atau juga pengalaman hidup mereka. Mereka manggil kami dengan sebutan "Dik".

"Kalau ada apa-apa, bilang ke kakak ya, Dik. Nanti Kakak anter kesana."

Protektif banget kan :')



Selain para pegawai Pusri, temen-temen OJT dan temen-temen kerja praktik di Pusri, ada lagi teman-teman di Kosan Dhamar yang rasanya udah kayak keluarga sendiri. Mereka punya cerita masing-masing yang secara gak langsung bikin aku mikir dua kali, terus ngebandingin lagi sama hidupku sendiri, yang kalau aku coba ceritain ulang satu-satu di sini gak bakal ada habisnya. Semua punya tujuan hidup masing-masing. Semua punya penyesalan yang beda-beda, yang setelah itu akhirnya mereka overcome dengan cara mereka sendiri. Dan setelah denger semua itu, aku jadi ngerasa kalau semua masalah yang aku alamin selama ini gak ada apa-apanya dibandingin dengan hidup mereka dan cara-cara mereka ngatasin masalah. Banyak yang perlu diperbaiki dari diriku sendiri.

Sebulan rasanya seperti seminggu-dua minggu aja. Tapi semua yang aku dapet disana gak ada satupun yang aku sesalin. Apa yang aku tuju udah semakin keliatan.

Jadi kayak misalnya kita lagi jalan nih ya di hutan yang gelap banget. Tiba-tiba kita nemu senter. Banyak yang akhirnya buat aku mikir hal-hal yang gak pernah aku pikirin selama ini.





Semoga bisa ketemu kalian lagi ya. Terimakasih atas waktu kalian selama sebulan di Palembang. Semoga selalu dalam lindungan Allah. Amin.

Hmmm, Menarik.

Assalamualaikum.

Jumat, 26 Februari 2016

Entah kenapa kepolosan seseorang itu bisa terlihat sangat menarik. Cara seseorang cerita tentang sesuatu yang membuatnya kagum. Cara dia ingin menunjukkan bahwa dia sangat terkesan terhadap sesuatu yang mungkin sebenarnya hanya suatu hal yang sederhana bagi kita. Cara dia ingin meyakinkan orang lain bahwa sesuatu itu luar biasa.

Apa memang, semua manusia cenderung selalu ingin tahu tentang orang lain? Tertarik untuk mengenal lebih jauh. Hanya saja mungkin ada yang pandai menyembunyikan ketertarikannya itu, ada yang secara tidak sadar menampakkannya secara terang-terangan. Atau bahkan malah terkesan berlebihan.

Bahkan saat seseorang baru memulai sepatah dua patah katanya saja sudah terdengar menyenangkan. Membuat kita ingin terus dan terus mendengarkan. Kemudian pada akhirnya kita terlarut. Larut seperti benda yang kuning-kuning bau itu.

Banyak sekali hal-hal yang membuat kita ingin memilikinya. Tapi kita selalu serakah. Ingin memiliki semuanya. Kenapa ya bisa begitu?

Misalnya momen saat bersama. Kita selalu merindukan masa-masa ketika berkumpul dengan sahabat dan momen-momen apapun yang membuat kita nyaman. Ingin rasanya kita ulang kembali. Rasanya sakit saat tau kita tidak bisa merasakannya lagi.

Jadi kesimpulannya apa?

Entahlah.

Mungkin itulah sebabnya kenapa kita harus menjaga perasaan, menjaga diri dari semua hal yang berpotensi membuat kita sakau. Sakit karena engkau eaa eaa. Tapi serius.

Manusia itu lemah. Fragile. Manusia itu rapuh. Semua orang pasti pernah atau bahkan sering merasa sakit hanya karena hal-hal sepele. Contohnya, pasti ada suatu momen dimana kalian tiba-tiba ingin melihat seseorang. Ingin melihatnya berbicara, bukan untuk mendengarkan ceritanya. Tapi cuma ingin melihat wajahnya. Melihat ekspresinya. Gerak-geriknya. Mendengar suaranya.

Tapi ya itu.

Manusia itu fragile.

Anjir ngomong apa aku ini.

Imagine the Future

Assalamualaikum.

Sabtu, 30 Januari 2016

Apa rencanamu setelah selesai kuliah nanti?
Waaah, senang sekali kalau membahas masalah ini. Aku nggak pernah bosan mendengar orang yang dengan serius membicarakan rencana untuk hidup mereka ke depan. Walaupun berulang-ulang. Senang sekali rasanya mendengarkan omongan orang yang punya visi. Punya semangat yang nggak ada matinya.

"Aku bakal jadi dosen setelah lulus S2 nanti." Amiiin...

"Aku mau kerja dulu setahun-dua tahun untuk biaya ngelamar anak orang." Amiiin...

"Aku mau coba ngelanjutin usaha ini, udah punya hubungan akrab sama orang yang juga punya bisnis ini, lima tahun lagi udah bisa jadi toko independen." Amiiin...

Seneng kan, dengernya? Kita seperti bisa melihat masa depan. Tahun depan si A bakal udah berada di kota ini, si B bakal memulai ini, si C bakal udah kerja di perusahaan ini, si D bakal menikah. Dua tahun lagi lanjut si E, si F, dan yang lainnya. Inshaa Allah semuanya bakal berjalan lancar untuk mereka yang serius dengan rencananya masing-masing. Orang-orang yang selama ini kita pikir cuma bisa ngelawak, usil, koplak, sedikit gak waras, semuanya punya rencana masing-masing. Ya Allah, senang sekali dengernya.

Kita ini butuh kepo, tapi jangan terlalu mau tau apa yang dikerjakan orang lain. Kita cukup mendengarkan saja apa yang ingin mereka sampaikan. Kalau mereka nggak berkenan, ya jangan kepoin lebih dalam. Bisa saja malah bakal jadi beban untuk mereka saat menyampaikan rencana yang sebenernya nggak ingin mereka sampaikan. Kamupun juga punya rencana yang orang lain nggak perlu tahu, kan. Salah satu semangat untuk mengerjakan sesuatu juga untuk menghasilkan sesuatu yang bakal membuat orang lain kaget. Ya, nggak? Haha.

Rencanakan sehebat mungkin, sejauh mungkin, sedetail mungkin. Bikin plan A, plan B untuk back up plan A, dan plan C untuk back up plan A dan B. Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Orang-orang di sekelilingmupun bisa saja membawa dampak buruk atau baik terhadap rencanamu. Kita semua nggak ada yang tau. Harus pintar membawa diri untuk ambil yang baik-baiknya saja dari tiap orang-orang terdekat. Jangan pula sampai menjadi parasit yang selalu menempel di kehidupan seseorang. Inshaa Allah kita nggak bakal pernah sendirian. Seriuslah! SERIUS!!!

Jangan sampai lengah. Jangan sampai lawan jenis membuat kita lupa sama semua yang sudah direncanakan matang-matang. Jodoh itu urusan Yang Diatas, jangan terpacu cuma dengan satu orang. Jangan berharap kepada manusia. Seneng boleh, mengisi waktu, tapi semuanya bisa berubah. Tangan Allah bisa dengan mudah membalikkan keadaan. Hari ini kamu bisa aja seneng banget, besok bisa jadi sedih banget. Hari ini suka, besok bisa saja tiba-tiba benci. Jangan terlalu gampang membuat janji. Realistislah. Jangan terlalu larut dengan hal sederhana. Jangan terlalu sombong untuk merasa sanggup. Kagumlah dengan hal-hal yang luar biasa, yang bisa membuat kita speechless dan breathless. Masih banyak hal-hal di luar yang nggak bakal disangka-sangka. Jangan habiskan rasa kagum cuma di hal-hal yang kecil dan sederhana.

Jangan cuma mendambakan salome, kalau ada bakso!

Buatlah masa depanmu sekeren mungkin. Supaya di masa depan orang-orang bakal kepoin kamu. Followers di ig mu bakal 10 kali lebih banyak dari orang-orang biasa di sekitarmu. Haha, nggak penting eh. Targetlah sesuatu yang sekalian besar! Jangan selalu mencoba untuk menjadi sama seperti orang lain! Jangan cuma mainan aja, jangan cuma chat-chatan atau cuma lihat timeline di media sosial. Hahahaha. Maafkan aku, but note it!

Berubahlah, banyangkan masa depan sesuai dengan yang kamu pengen. Carilah orang-orang yang kamu anggap keren dan berkompeten. Kepoin mereka. Keluar dari zona nyaman, mulailah sesuatu yang belum kamu kerjakan.

Go for it!!!

Getting Hurt is important too.

Assalamualaikum.

Saturday, 2nd of January 2015

Often it's the deepest pain which empowers you to grow up.

Yes, it's often. People might experience it most of the time but they don't realize it often. They change, but they forget what makes them changed. I don't know it's just me or not, but we have to be in pain to grow. We have to be shaken up, getting our mind blown, cry, then find a space to think. We have to be willing to think. And that should be the hardest part. We have to think realistic and find the way out of all the problems. But how?

We will meet people, then we see how amazing their life. We will have that time when we think our life was the worst. Sometimes we think we were right, even in the real life we did all the wrong things instead. We think we already did good things, even all we did was actually hurting people.

But then, we'll get tired. We will blame ourselves for making our lives even worst than before. Then we get up, and realize. We will go to different people than before and getting inspired by them. Yes, that's how we should do.

We get hurt by people, but they help us to change too.
We have to realize that we need all of those things.

Good luck, brothers.

Assalamualaikum.

Kamis, 24 Desember 2015

Well, we never know what will happen next. Who knows that i would have met these leaders? These dudes are just 2 kids with many undescribable things in their minds. Even in most of the time we couldn't understand what we were talking about. We talked about big things and priceless stories in the same time. But still, they are awesome. More than they seem. More than people see them. I never think that i will lost something. We always try to get something greater than before, right. People change. We change. Much better and more professional than we were before. Cause we have to. I might not believe in myself sometimes, but i always believe in both of you. Everytime. I adore your thoughts, your habits, your manners, your ways of making decisions, everything that i can't find in myself. The thing is, you'll always have this home. When you're sad, hungry or have no money wkwkwk. Just kidding. Good luck my brothers. Good luck Rijal for your new duty as the President of Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan 2015/2016. Good luck Hamid for your next activities. Once again, you guys are the Best!


Everyone worth their dreams!

Assalamualaikum.

Minggu, 30 Agustus 2015

Keinget beberapa tahun yang lalu waktu aku masih bukan siapa-siapa. Semua hal yang kukagumin rasanya gak akan pernah mungkin buat aku dapetin. Astrid 5 tahun yang lalu cuma seorang introvert yang cuma bisa berkhayal tanpa menghasilkan apa-apa. Sampai akhirnya aku bisa ngerasain hal-hal luar biasa yang selama ini cuma bisa aku khayalin aja. Aku berubah. Bukan berubah menjadi batu seperti malin kundang. Tapi menjadi seseorang yang selama ini aku kagumi. Mungkin aku jaman waktu masih muda dulu bakal bangga banget sama aku yang sekarang, dan aku yang sekarang bakal bangga banget sama aku 2 atau 3 tahun lagi. Aamiin.

"Become friends with people who aren't your age. Hang out with people whose first language isn't the same as yours. Get to know someone who doesn't come from your social class. This is how you see the world. This is how you grow."

Aku bener-bener gak punya pandangan apa-apa soal apa yang pengen aku capai waktu masih SMA dulu. Gak ada yang bikin aku terpacu buat ngecapai sesuatu. But life wouldn't stop just because you have no passion in some moments. Gak berarti kamu gak bakal mendapatkan sesuatu cuma karena di beberapa waktu kamu gak punya tujuan hidup. As your life goes on, your attitude will bring you closer to a meaningful life. Gak ada ceritanya orang baik bakal bernasib buruk. Gak ada yang namanya nasib buruk. Semua punya sudut pandang buat ngelihat suatu kejadian.

Pernah gak, waktu kamu ngerasa kalau hari ini bener-bener hari sialmu, kamu mikir kalau mungkin setelah itu kamu pasti bisa jadiin itu pengalaman berharga buat ngerasain sesuatu yang lebih hebat.

Misalnya, kamu punya agenda buat berangkat ke kota Miri di Sarawak Malaysia untuk ngehadirin acara youth conference. Jadwal penerbanganmu delay 35 menit dari jadwal yang seharusnya, dari 18.25 menjadi 19.00, yang dari situ kamu tiba-tiba mikir kalau waktu untuk check in pasti bakal delay juga, padahal enggak. Setelah kamu gunain waktumu buat melakukan sesuatu yang lain, kamu balik lagi satu jam sebelum jadwal penerbangan buat check in, yang seharusnya masih dalam range aman buat masuk ke boarding room. Tapi setelah kamu tanya ke information center dan kamu coba check in langsung, ternyata seharusnya waktu check in gak bisa ngikutin jadwal yang ter-delay. Jadi walaupun delay 2 jam atau 5 jam sekalipun, kamu tetep harus check in sesuai dengan j adwal asli penerbanganmu, dan kalau lewat dari range waktu tersebut, kamu dianggap telat check in dan harus beli tiket yang baru untuk penerbangan lain. Apalagi penerbangan tersebut termasuk penerbangan internasional yang harusnya check in 3 atau 2 jam sebelum jadwal penerbangan. Rasanya jantungku sudah kayak gondal gandul tinggal copotnya aja. Nggelewer nggelewer.

Gimana? Apa kamu bakal mikir kalau itu hari sialmu? Aku lebih suka berkhayal kalau pasti dari kejadian itu aku bakal ngerasain sesuatu yang lebih keren. Misalnya, suatu saat aku bakal kesana lagi atau ke negara lain untuk sesuatu yang lebih besar, terus aku bakal ngerasain kasus yang sama. Tapi aku bisa handle masalah itu dgn profesional karena aku pernah ngalamin sebelumnya. Aamiin!

Mungkin beberapa dari kalian mikir kalau itu cuma sekedar ngayal aja. Tapi buat aku itu sesuatu yang punya peluang 80 persen buat terjadi. Karena aku ngejalanin hidupku sampai aku bisa di posisiku sekarang ini, dengan orang-orang di sekitarku yang seperti sekarang ini juga semuanya merupakan hasil ngayal yang gak jauh beda sama contoh yang barusan aku sebutin.

Semua itu di luar akal. Kalau banyak quotes yang bilang "if you can dream it, you will get it," itu bagiku quotes yang bener-bener bukan omong kosong.

Tanpa kamu sadarin, kamu bakal berubah. Sesuai dengan harapanmu dan doa-doa di dalam sholatmu. Meskipun sampai detik ini kamu ngerasa masih belum punya passion. Allah Yang Maha Besar bakalan ngasih kamu sedikit demi sedikit dalam setiap momen. Sampai akhirnya passion di dalam diri kamu semakin lama akan semakin besar ngalahin ke-nggakyakin-an mu selama ini.

Keep dreaming, guys. You worth all the big things!

Plot Twist

Senin, 27 Juli 2015

Assalamualaikum.

Bukan masalah banyaknya uang, bukan masalah teman, bukan masalah kondisi fisik. Tapi kebahagiaan yang diberikan Allah ke dalam hati kita.

Pernah nggak sih kamu dari pagi ngerasa seneng banget, puas atasapa yang sudah kamu kerjakan seharian, tapi malamnya tiba-tiba merasa sedih sesedih-sedihnya karena sesuatu yang lain? Atau sebaliknya, waktu kamu ngerasa di bawah banget sampai rasanya mau bunuh diri, tiba-tiba lima menit kemudian denger kabar baik yang bener-bener bikin kamu ketawa selepas-lepasnya. Gampang banget ya Allah ngebolak balikin hati manusia.

Aku punya tetangga yang dia yang terkenal kaya di perumahan. Bantuan yang dia kasih ke masjid, ke orang-orang sekitarnya juga nggak sedikit. Rumahnya dua di sebelah kiri satu, di sebelah kanan satu, jadinya kanan kiri oke. Tapi beliau (si bapak) bener-bener punya penyakit komplikasi yang ngebatasin dia buat makan sama gerak. Anaknya yang pertama kuliah di surabaya juga, tapi cuti setahun karena kena penyakit kista, dan Alhamdulillah bisa diobatin. Setelah penyakit kistanya dirawat dan mulai membaik, matanya yang mulai bermasalah dan harus dioperasi dan dikasih treatment laser. Tapi apa hidup mereka stress? Nggak eh, keluarga mereka bener-bener keluarga asik. Tiap ketemu tetangga, ngelawak, ramah, ngobrol kayak beban hidupnya nggak sebesar kelihatannya. Nggak pernah terlihat meratapi nasib mereka sedalam-dalamnya, walaupun istri dari bapak itu temen baik Mama (hubungannya opo wkwk). Yaa maksudnya nggak pernah curhat yang ngenes-ngenes gitu. Apa yang keluar dari mulutnya selalu kata-kata baik, nggak pernah nyakitin perasaan orang yang mendengarkan. Seakan-akan tau betul tujuan dari mereka hidup itu apa.

Jadi sebenernya yang kita cari disini itu apa, sih? Jabatan kah, atau pengakuan orang-orang sekitar? Atau sebenernya kita cuma butuh Allah buat nyelipin kebahagiaan di hati kita masing-masing? Bahagia atas apa yang kita lihat, atas apa yang kita punya, atas apapun yang kita rasain.

Human Soul on Fire are always Eye catching!

Sabtu, 25 Juli 2015.

Assalamualaikum.

"Bersemangatlah! Atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah!" -HR Muslim.

Maha Penyayang Allah yang memberikan semangat ke dalam diri seseorang. Kenapa ya, orang yang bersemangat itu selalu menarik untuk dilihat? Maha Agung Allah yang memancarkan cahaya ke dalam diri seseorang hingga orang itu terlihat begitu menawan di mata orang lain.

"Makanya, tlet, tancap gas aja. Kamu cari ilmu di tempat-tempat yang banyak orang berkualitas. Disana kamu bakal ketemu orang-orang hebat, kalau sudah gabung sama orang-orang hebat, nanti kamu bakal keikut hebat juga!" - Bapak.

Begitu gampangnya semangat nularin orang-orang di sekitarnya. Entah kenapa orang yang punya semangat besar selalu menarik untuk diperhatiin. Bagaimanapun fisiknya, penampilannya, gaya bicaranya. Seakan-akan ayam yang lewat depan rumah itu bisa dibikin meong-meong (ngomong opo). Maksudnya seakan-akan pak kumis bisa ndak tumbuh lagi kumisnya (ngomong opo). Pokoknya setiap orang punya sudut pandang yang indah banget buat diperhatikan. Sudut pandang yang bukan dalam sisi menyombongkan diri, ingin diperhatikan orang lain dengan merendahkan suatu kelompok atau seseorang, atau orang yang selalu mencari pengakuan orang lain tanpa mau berusaha, atau sebagainya.

Catat doa ini : Ya Allah, selalu sertakanlah bersamaku orang-orang hebat, bersemangat, jujur, baik. Jauhkanlah aku di antara golongan orang-orang yang buta akan kebaikan, yang melihat keburukan seakan-akan adalah suatu kewajaran.

Subhanallah. Kadang aku mikir, betapa beruntungnya aku dilahirin di tengah orang-orang optimis ini. Punya kesempatan ketemu dan punya hubungan sama orang-orang yang di dalam pikirannya selalu ingin jadi lebih baik, lebih baik, dan terus lebih baik lagi. Walaupun udah jatuh sejatuh-jatuhnya, walaupun berdarah-darah, masih terlihat keren. Walaupun apa yang diusahakannya masih belum keliatan hasilnya, masih terus dikejar, didoakan, sampai akhirnya bener-bener kecapai. Subhanallah. Allah kalau sudah menghendaki sesuatu, akal manusia udah nggak sampai lagi buat mikirin gimana ceritanya kok bisa begitu.

Kita ini luar biasa

Rabu, 6 Mei 2015.

Assalamualaikum.

Ngerasa, nggak? Apa yang terjadi di dalam hidup kita ini bener-bener luar biasa. Kadang waktu kita udah ngerasa siap, tetap aja nggak bisa melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Kenapa ya? Kadang kesalahan yang kita lakukan terjadi akibat pikiran yang keluar gitu aja. Dan akhirnya yang bisa kita rasakan cuma penyesalan.

Aku pernah denger dari seorang pembicara yang bener-bener aku pegang sampai sekarang. Bukan pembiacaranya yang kupegang sampe sekarang ya, kata-katanya dia maksudku. Kata-kata yang menurutku keren dan aku coba terapin ke kehidupanku sehari-hari.

Jadi gini. Kita ini luar biasa. Suangat suangat luar biasa banget sekali betul. Kita sebenernya bisa jadi apa aja yang kita mau. Kita selalu ngikutin tingkah orang yang kita pikir menarik. Itu juga salah satu sifat dasar dari seorang manusia kayak kita gini.

Kamu itu punya empat peran. Bayangkan kamu punya empat kepribadian yang mau nggak mau kamu harus bisa jadi keemprat-empratnya. Ayah, ibu, kakak, dan adek.

Waktu kamu masih kecil, terus kamu sakit, kamu bakal lari ke ketek siapa? Ibumu. Kalau ibumu nggak ada? Ada kamu sendiri. Nggak perlu orang lain buat ngerawat kamu. Kamu sebenernya bisa mandiri dengan fisikmu sendiri. Anggap di dalam dirimu ada dua orang yang sedang merawat orang satunya. Nasehatin kalau selalu jaga kesehatan dimanapun, kapanpun.

Waktu kamu ngerasa bingung harus melakukan sesuatu yang sebenernya nggak boleh. Kamu dikasih nasehat sama siapa? Ayah, misalnya. Kamu bisa jadi Ayah buat dirimu sendiri dengan ngerem apa yang seharusnya boleh kamu kerjain sama yang nggak boleh. Anggap di dalam dirimu ada seorang Ayah yang lagi nasehatin anaknya. Ayahnya itu kamu, dan anaknya itu juga kamu. "Kalau bisa, jaga dirimu ya, jaga nama baikmu sendiri, aku percaya kamu pasti bisa".

Waktu kamu ngerasa ketakutan sama orang, kamu biasanya lari ke siapa? Ke kakakmu, misalnya. Anggap di dalam dirimu ada kakak yang lagi ngomong ke adeknya kalau dia bakal selalu ngejagain adiknya dimanapun, kapanpun. Jangan takut, jangan nangis. Aku bakal lawan siapapun yang nyakitin adikku.

Mereka semua itu kamu. Kamu mungkin punya kakak atau adik. Kamu tau gimana seharusnya mereka ngelindungin kamu atau kamu ngelindungin mereka. Lakukan aja ke dirimu sendiri. Kamu itu mampu. Gak ada yang bisa nandingin kamu. Yang bikin dirimu jatuh cuma pikiran-pikiran di dalam kepalamu yang gak seharusnya kamu pikirin terus menerus.

Cerita waktu SMP

27/04/2012

Assalamualaikum.

Aku mau carita nih. Tiba-tiba aja keinget sama suatu kejadian di SMP. Jaman-jaman masih labil dulu. Hehe. Tentang aku sama seorang sahabat yang mukanya kepampang di salah satu foto-foto di kanan ini >>>

Agak cacat sih sebenernya...hehe
Tadi barusan dia nelpon nanya kabar, dan akhirnya ngobrol sebentar. Jadi keinget deh kejadian waktu SMP dulu. Hehe.

Jadi gini, aku yang dulu itu persis banget sama aku yang sekarang ini. Tiap ada orang curhat masalah pribadi, aku canggung setengah mati. Tanganku langsung gemeter, aku bingung harus ngapain. Mau itu lewat sms, atau ngomong langsung, aku langsung panas dingin. Soalnya aku juga jarang yang namanya curhat masalah pribadi. Aku lebih suka mendem, terus kuselesein sendiri. Aku juga bakal canggung kalau ngomong serius kayak gitu ke orang lain. Kalau masalah jengkel-jengkelan sama temen, atau ngegosipin orang sih suka-suka aja dengernya (hehe). Tapi kalo udah nyangkut masalah pribadi yang lebih dalem lagi, aku bener-bener nggak bisa.

Nah, suatu hari si dia ini pengen cerita ke aku. Dari cara-cara ngomongnya, mukanya keliatan pengen cerita. Aduh nggak bisa dijelasin kalo nulis gini. Pokoknya muka-muka mupeng pengen didengerin omongannya gitu nah.
Dulu itu tiap ada orang yang ancang-ancang mau curhat gitu aku selalu cari bahan omongan yang ngalihin supaya dia nggak jadi curhat. Soalnya aku bener-bener nggak bisa ngasih masukan apa-apa kalau sendirian gitu. Palingan kalo rame-rame baru aku bisa sok-sok bijak sama anak-anak yang lainnya. Tapi kalo berdua, tatap muka... bener-bener nggak bisa.
Jadi dengan tanpa dosa aku sok-sok bikin guyonan garing supaya dia nggak jadi cerita. Dan aku nggak nyadar kalo ternyata ulahku itu jahat banget. Dia iya-iya aja lagi. Ya ikut ketawa, ikutan ngegaring. Sampe beberapa hari dia gitu terus. Mukanya makin hari makin lesu. Aku makin nggak tau harus ngapain. Mana makin deket sama ulang tahunnya dia lagi.

Akhirnya kubiarin berlalu gitu aja. Aku nyiapin ultahnya dia sendirian. Soalnya waktu itu aku sama sahabataku yang satunya belum terlalu deket (aslinya kita bertiga sahabatan). Tau nggak pisang molen Puspita Sari? Yang enak banget itu loh. Kita berdua tiap pulang sekolah sering ke Ramayana beli pisang itu, kita suka banget. Jadi kado buat ulang tahunnya dia kubeliin pisang molen itu, berapa bungkus, ya... banyak pokoknya. Kalo nggak 5-6 kotak gitu. Isinya satu jenis aja, yang biasa. Itu pake duit tabunganku sendiri, tuh. Aku cuma minta duit sama mama dikit buat nambah-nambahin lah.

Sebenernya ultahnya dia pas hari minggu, tapi waktu itu aku masih belom boleh bawa motor, jadi nggak bisa keluar hari libur. Jadi aku ngasihnya Sabtu, pulang latihan marching. Dia juga lagi ada kegiatan yang pulang sore, jadi kita bisa ketemu.

Aku selesai latihan marchingnya jam 4an kalo nggak salah. Selesai latihan aku langsung sms dia, ngajak pulang bareng, padahal mau sekalian ngasih kado molen. Tapi dia nggak bales smsku. Aku sms banyak banget itu. Dia tetep nggak bales. Ku telpon juga nggak diangkat. Kusuruh dia ke depan wartel atas kalau sudah selesai. Jadi mulai dari selesai latihan aku juga langsung kesana nungguin dia. Aku emang tau sih dia selesainya biasanya jam 5an, jadi aku nungguin dia lebih dari sejam. Dan sms ku belum dibales.

Sekalinya, sudah jam 6 dia belom keluar juga. Nah terus aku tuh marah. Aku langsung cari angkot pulang. Pas angkotnya sudah nyampe di kampung timur, dia nelpon. Terus kuangkat. Dengan jahatnya aku ngomong "ah, tau ah," PIP! Kumatiin. Terus dia sms. Pokoknya intinya dia di depan wartel. Nggak punya duit pulang. Dan akhirnya aku balik lagi ke sekolah. Waktu itu duitku juga tinggal 3ribu. Angkot dulu kan 1300, jadi kalo buat berdua nggak mungkin. Aku pulang naik angkot 2 kali. Dia juga naik angkot 2 kali. Mana udah sore.

Akhirnya aku nyusul dia, soalnya aku tau dia nggak bakal ada yg bisa jemput. Jadi aku mikir, yaudah aku langsung cari ojek pulang aja, bayar di rumah.

Pas nyampe di depan wartel, aku liat dia lagi duduk. Semua toko udah pada tutup. Sudah kedengeran suara orang-orang ngaji juga. pas kusamperin, kuliat mukanya, aku kaget. Mukanya nggak ada.

Becanda!

Pas kusamperin, aku liat mukanya, basah kuyup. Maksudnya, dia lagi nangis. Aku syok banget. Aku uda mikir macem-macem. Apa karena dia nungguin aku kelamaan, dia diapa-apain orang atau gimana. Jadi aku otomatis nanya "Loh loh kenapa??"
Dia tetep nangis. Tapi nggak ngomong apa-apa.

Tau nggak?

Aku ngerasa gini. Kayaknya dia nyadar kalo aku nggak nyaman dengerin orang curhat. Aku takut kalo dia mikir aku nggak suka dicurhatin. Bukannya gitu. Sumpah, bukannya gitu T.T Aku cuma bingung harus ngasih respon apa. Bukan nggak suka T.T

Akhirnya dia nggak cerita apa-apa. Dia cuma nangis sambil ngeremas kain rokku. Dia nangis terus. Entah kenapa aku ngerasa bersalah. Kayaknya semua beban yang selama ini dia pengen cerita ke aku (tapi nggak bisa) itu ditumpahin semua. Aku makin bingung. Tanganku lebih dingin dari tangannya. Aku juga pengen nangis. Yah... akhirnya aku juga ikutan nangis.
Kita berdua nangis, tapi nggak ada suaranya. Yang ada cuma suara ingus sama suara isak aja. Aku yang ngerasa bersalah, sama dia yang nggak tau kenapa. Waktu itu aku bener-bener pengen tau kenapa, tapi aku nggak berani nanya.

Pas kita berdua sudah selesai nangis, itu sudah selesai adzan maghrib. Langitnya sudah mulai item. Tinggal kita berdua di depan wartel. Aku baru inget kalo aku bawa kadonya dia. Dan kukasihlah molen itu. Kita akhirnya jalan ke jalan raya, nyari ojek, aku nemenin dia nyari angkot. Di jalan, kita makan molennya. Dia yang ngasih ke aku kok, bukan aku yang minta. Sambil makan, kita diem-dieman. Canggung abis. Pegangan tangan aja endak.

Dan akhirnya gitu, aku pulang dan dia pulang. Sampai sekarangpun aku nggak tau waktu itu dia nangis kenapa :\ Aku bukan sahabat yang ideal T.T

Sempet kok sempet :D

25/04/2012

Assalamualaikum.

Semua orang pada milih jurusan sama fakultas kuliah tujuannya masing-masing.

Misalnya gini, si Semangka milih jurusan Teknik, misalnya. Tapi dia pengen teknik fisika, karena dia suka fisika. Sebenernya dia bukan suka fisika kan, tapi dia bisa fisika. Dia bisa fisika lebih daripada pelajaran lain. Coba kalau dia lebih bisa biologi daripada fisika. Dia pasti lebih milih ke jurusan kesehatan, kehutanan, dan sebagainya.

Nah aku? Aku yang masih rancu dulu masih nggak tau ahli dalam bidang yang mana. Sampai begitu sekali ortu nggak suka jurusan tujuan yang aku pengen, aku pasrah aja mereka milihin yang mana. Dan akhirnya semuanya keteteran. Di tengah jalan aku baru nyadar kalau sebenernya aku ini bisa aja. Aku pengen nyoba ulang, pas waktunya sudah mepet kayak gini. Sebenernya aku bisa, dari dulupun sebenernya aku bisa. Cuman waktu itu nggak ada yang bikin pandanganku seluas ini. Nggak ada yang bisa bikin aku mikir. Dan akhirnya aku harus kerja dua kali buat ngejar semua-semua yang ketinggalan.

Tapi nggak apa-apa ding. Mulai sekarang aku bakal berusaha semampuku. Aku nggak se "nggak pintar" itu kok. Aku bakal mulai dari nol. Aku sudah punya tujuan. Yeeeeeesssss...

Gila ya, niat kecil begini aja bisa ngerubah besar-besaran cara pandangku yang dulu. Aduh coba aku mikir kayak gini lebih cepet. Pasti bisa selangkah lebih siap. Gapapa gapapa gapapa gapapa gapapa gapapa. Sempet kok sempet sempet sempet sempet :)