Assalamualaikum.
Sabtu, 30 Januari 2016
Apa rencanamu setelah selesai kuliah nanti?
Waaah, senang sekali kalau membahas masalah ini. Aku nggak pernah bosan mendengar orang yang dengan serius membicarakan rencana untuk hidup mereka ke depan. Walaupun berulang-ulang. Senang sekali rasanya mendengarkan omongan orang yang punya visi. Punya semangat yang nggak ada matinya.
"Aku bakal jadi dosen setelah lulus S2 nanti." Amiiin...
"Aku mau kerja dulu setahun-dua tahun untuk biaya ngelamar anak orang." Amiiin...
"Aku mau coba ngelanjutin usaha ini, udah punya hubungan akrab sama orang yang juga punya bisnis ini, lima tahun lagi udah bisa jadi toko independen." Amiiin...
Seneng kan, dengernya? Kita seperti bisa melihat masa depan. Tahun depan si A bakal udah berada di kota ini, si B bakal memulai ini, si C bakal udah kerja di perusahaan ini, si D bakal menikah. Dua tahun lagi lanjut si E, si F, dan yang lainnya. Inshaa Allah semuanya bakal berjalan lancar untuk mereka yang serius dengan rencananya masing-masing. Orang-orang yang selama ini kita pikir cuma bisa ngelawak, usil, koplak, sedikit gak waras, semuanya punya rencana masing-masing. Ya Allah, senang sekali dengernya.
Kita ini butuh kepo, tapi jangan terlalu mau tau apa yang dikerjakan orang lain. Kita cukup mendengarkan saja apa yang ingin mereka sampaikan. Kalau mereka nggak berkenan, ya jangan kepoin lebih dalam. Bisa saja malah bakal jadi beban untuk mereka saat menyampaikan rencana yang sebenernya nggak ingin mereka sampaikan. Kamupun juga punya rencana yang orang lain nggak perlu tahu, kan. Salah satu semangat untuk mengerjakan sesuatu juga untuk menghasilkan sesuatu yang bakal membuat orang lain kaget. Ya, nggak? Haha.
Rencanakan sehebat mungkin, sejauh mungkin, sedetail mungkin. Bikin plan A, plan B untuk back up plan A, dan plan C untuk back up plan A dan B. Semua kemungkinan bisa saja terjadi. Orang-orang di sekelilingmupun bisa saja membawa dampak buruk atau baik terhadap rencanamu. Kita semua nggak ada yang tau. Harus pintar membawa diri untuk ambil yang baik-baiknya saja dari tiap orang-orang terdekat. Jangan pula sampai menjadi parasit yang selalu menempel di kehidupan seseorang. Inshaa Allah kita nggak bakal pernah sendirian. Seriuslah! SERIUS!!!
Jangan sampai lengah. Jangan sampai lawan jenis membuat kita lupa sama semua yang sudah direncanakan matang-matang. Jodoh itu urusan Yang Diatas, jangan terpacu cuma dengan satu orang. Jangan berharap kepada manusia. Seneng boleh, mengisi waktu, tapi semuanya bisa berubah. Tangan Allah bisa dengan mudah membalikkan keadaan. Hari ini kamu bisa aja seneng banget, besok bisa jadi sedih banget. Hari ini suka, besok bisa saja tiba-tiba benci. Jangan terlalu gampang membuat janji. Realistislah. Jangan terlalu larut dengan hal sederhana. Jangan terlalu sombong untuk merasa sanggup. Kagumlah dengan hal-hal yang luar biasa, yang bisa membuat kita speechless dan breathless. Masih banyak hal-hal di luar yang nggak bakal disangka-sangka. Jangan habiskan rasa kagum cuma di hal-hal yang kecil dan sederhana.
Jangan cuma mendambakan salome, kalau ada bakso!
Buatlah masa depanmu sekeren mungkin. Supaya di masa depan orang-orang bakal kepoin kamu. Followers di ig mu bakal 10 kali lebih banyak dari orang-orang biasa di sekitarmu. Haha, nggak penting eh. Targetlah sesuatu yang sekalian besar! Jangan selalu mencoba untuk menjadi sama seperti orang lain! Jangan cuma mainan aja, jangan cuma chat-chatan atau cuma lihat timeline di media sosial. Hahahaha. Maafkan aku, but note it!
Berubahlah, banyangkan masa depan sesuai dengan yang kamu pengen. Carilah orang-orang yang kamu anggap keren dan berkompeten. Kepoin mereka. Keluar dari zona nyaman, mulailah sesuatu yang belum kamu kerjakan.
Go for it!!!
Getting Hurt is important too.
Assalamualaikum.
Saturday, 2nd of January 2015
Often it's the deepest pain which empowers you to grow up.
Yes, it's often. People might experience it most of the time but they don't realize it often. They change, but they forget what makes them changed. I don't know it's just me or not, but we have to be in pain to grow. We have to be shaken up, getting our mind blown, cry, then find a space to think. We have to be willing to think. And that should be the hardest part. We have to think realistic and find the way out of all the problems. But how?
We will meet people, then we see how amazing their life. We will have that time when we think our life was the worst. Sometimes we think we were right, even in the real life we did all the wrong things instead. We think we already did good things, even all we did was actually hurting people.
But then, we'll get tired. We will blame ourselves for making our lives even worst than before. Then we get up, and realize. We will go to different people than before and getting inspired by them. Yes, that's how we should do.
We get hurt by people, but they help us to change too.
We have to realize that we need all of those things.
Saturday, 2nd of January 2015
Often it's the deepest pain which empowers you to grow up.
Yes, it's often. People might experience it most of the time but they don't realize it often. They change, but they forget what makes them changed. I don't know it's just me or not, but we have to be in pain to grow. We have to be shaken up, getting our mind blown, cry, then find a space to think. We have to be willing to think. And that should be the hardest part. We have to think realistic and find the way out of all the problems. But how?
We will meet people, then we see how amazing their life. We will have that time when we think our life was the worst. Sometimes we think we were right, even in the real life we did all the wrong things instead. We think we already did good things, even all we did was actually hurting people.
But then, we'll get tired. We will blame ourselves for making our lives even worst than before. Then we get up, and realize. We will go to different people than before and getting inspired by them. Yes, that's how we should do.
We get hurt by people, but they help us to change too.
We have to realize that we need all of those things.
Good luck, brothers.
Assalamualaikum.
Kamis, 24 Desember 2015
Well, we never know what will happen next. Who knows that i would have met these leaders? These dudes are just 2 kids with many undescribable things in their minds. Even in most of the time we couldn't understand what we were talking about. We talked about big things and priceless stories in the same time. But still, they are awesome. More than they seem. More than people see them. I never think that i will lost something. We always try to get something greater than before, right. People change. We change. Much better and more professional than we were before. Cause we have to. I might not believe in myself sometimes, but i always believe in both of you. Everytime. I adore your thoughts, your habits, your manners, your ways of making decisions, everything that i can't find in myself. The thing is, you'll always have this home. When you're sad, hungry or have no money wkwkwk. Just kidding. Good luck my brothers. Good luck Rijal for your new duty as the President of Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan 2015/2016. Good luck Hamid for your next activities. Once again, you guys are the Best!
Kamis, 24 Desember 2015
Well, we never know what will happen next. Who knows that i would have met these leaders? These dudes are just 2 kids with many undescribable things in their minds. Even in most of the time we couldn't understand what we were talking about. We talked about big things and priceless stories in the same time. But still, they are awesome. More than they seem. More than people see them. I never think that i will lost something. We always try to get something greater than before, right. People change. We change. Much better and more professional than we were before. Cause we have to. I might not believe in myself sometimes, but i always believe in both of you. Everytime. I adore your thoughts, your habits, your manners, your ways of making decisions, everything that i can't find in myself. The thing is, you'll always have this home. When you're sad, hungry or have no money wkwkwk. Just kidding. Good luck my brothers. Good luck Rijal for your new duty as the President of Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan 2015/2016. Good luck Hamid for your next activities. Once again, you guys are the Best!
Everyone worth their dreams!
Assalamualaikum.
Minggu, 30 Agustus 2015
Keinget beberapa tahun yang lalu waktu aku masih bukan siapa-siapa. Semua hal yang kukagumin rasanya gak akan pernah mungkin buat aku dapetin. Astrid 5 tahun yang lalu cuma seorang introvert yang cuma bisa berkhayal tanpa menghasilkan apa-apa. Sampai akhirnya aku bisa ngerasain hal-hal luar biasa yang selama ini cuma bisa aku khayalin aja. Aku berubah. Bukan berubah menjadi batu seperti malin kundang. Tapi menjadi seseorang yang selama ini aku kagumi. Mungkin aku jaman waktu masih muda dulu bakal bangga banget sama aku yang sekarang, dan aku yang sekarang bakal bangga banget sama aku 2 atau 3 tahun lagi. Aamiin.
"Become friends with people who aren't your age. Hang out with people whose first language isn't the same as yours. Get to know someone who doesn't come from your social class. This is how you see the world. This is how you grow."
Aku bener-bener gak punya pandangan apa-apa soal apa yang pengen aku capai waktu masih SMA dulu. Gak ada yang bikin aku terpacu buat ngecapai sesuatu. But life wouldn't stop just because you have no passion in some moments. Gak berarti kamu gak bakal mendapatkan sesuatu cuma karena di beberapa waktu kamu gak punya tujuan hidup. As your life goes on, your attitude will bring you closer to a meaningful life. Gak ada ceritanya orang baik bakal bernasib buruk. Gak ada yang namanya nasib buruk. Semua punya sudut pandang buat ngelihat suatu kejadian.
Pernah gak, waktu kamu ngerasa kalau hari ini bener-bener hari sialmu, kamu mikir kalau mungkin setelah itu kamu pasti bisa jadiin itu pengalaman berharga buat ngerasain sesuatu yang lebih hebat.
Misalnya, kamu punya agenda buat berangkat ke kota Miri di Sarawak Malaysia untuk ngehadirin acara youth conference. Jadwal penerbanganmu delay 35 menit dari jadwal yang seharusnya, dari 18.25 menjadi 19.00, yang dari situ kamu tiba-tiba mikir kalau waktu untuk check in pasti bakal delay juga, padahal enggak. Setelah kamu gunain waktumu buat melakukan sesuatu yang lain, kamu balik lagi satu jam sebelum jadwal penerbangan buat check in, yang seharusnya masih dalam range aman buat masuk ke boarding room. Tapi setelah kamu tanya ke information center dan kamu coba check in langsung, ternyata seharusnya waktu check in gak bisa ngikutin jadwal yang ter-delay. Jadi walaupun delay 2 jam atau 5 jam sekalipun, kamu tetep harus check in sesuai dengan j adwal asli penerbanganmu, dan kalau lewat dari range waktu tersebut, kamu dianggap telat check in dan harus beli tiket yang baru untuk penerbangan lain. Apalagi penerbangan tersebut termasuk penerbangan internasional yang harusnya check in 3 atau 2 jam sebelum jadwal penerbangan. Rasanya jantungku sudah kayak gondal gandul tinggal copotnya aja. Nggelewer nggelewer.
Gimana? Apa kamu bakal mikir kalau itu hari sialmu? Aku lebih suka berkhayal kalau pasti dari kejadian itu aku bakal ngerasain sesuatu yang lebih keren. Misalnya, suatu saat aku bakal kesana lagi atau ke negara lain untuk sesuatu yang lebih besar, terus aku bakal ngerasain kasus yang sama. Tapi aku bisa handle masalah itu dgn profesional karena aku pernah ngalamin sebelumnya. Aamiin!
Mungkin beberapa dari kalian mikir kalau itu cuma sekedar ngayal aja. Tapi buat aku itu sesuatu yang punya peluang 80 persen buat terjadi. Karena aku ngejalanin hidupku sampai aku bisa di posisiku sekarang ini, dengan orang-orang di sekitarku yang seperti sekarang ini juga semuanya merupakan hasil ngayal yang gak jauh beda sama contoh yang barusan aku sebutin.
Semua itu di luar akal. Kalau banyak quotes yang bilang "if you can dream it, you will get it," itu bagiku quotes yang bener-bener bukan omong kosong.
Tanpa kamu sadarin, kamu bakal berubah. Sesuai dengan harapanmu dan doa-doa di dalam sholatmu. Meskipun sampai detik ini kamu ngerasa masih belum punya passion. Allah Yang Maha Besar bakalan ngasih kamu sedikit demi sedikit dalam setiap momen. Sampai akhirnya passion di dalam diri kamu semakin lama akan semakin besar ngalahin ke-nggakyakin-an mu selama ini.
Keep dreaming, guys. You worth all the big things!
Minggu, 30 Agustus 2015
Keinget beberapa tahun yang lalu waktu aku masih bukan siapa-siapa. Semua hal yang kukagumin rasanya gak akan pernah mungkin buat aku dapetin. Astrid 5 tahun yang lalu cuma seorang introvert yang cuma bisa berkhayal tanpa menghasilkan apa-apa. Sampai akhirnya aku bisa ngerasain hal-hal luar biasa yang selama ini cuma bisa aku khayalin aja. Aku berubah. Bukan berubah menjadi batu seperti malin kundang. Tapi menjadi seseorang yang selama ini aku kagumi. Mungkin aku jaman waktu masih muda dulu bakal bangga banget sama aku yang sekarang, dan aku yang sekarang bakal bangga banget sama aku 2 atau 3 tahun lagi. Aamiin.
"Become friends with people who aren't your age. Hang out with people whose first language isn't the same as yours. Get to know someone who doesn't come from your social class. This is how you see the world. This is how you grow."
Aku bener-bener gak punya pandangan apa-apa soal apa yang pengen aku capai waktu masih SMA dulu. Gak ada yang bikin aku terpacu buat ngecapai sesuatu. But life wouldn't stop just because you have no passion in some moments. Gak berarti kamu gak bakal mendapatkan sesuatu cuma karena di beberapa waktu kamu gak punya tujuan hidup. As your life goes on, your attitude will bring you closer to a meaningful life. Gak ada ceritanya orang baik bakal bernasib buruk. Gak ada yang namanya nasib buruk. Semua punya sudut pandang buat ngelihat suatu kejadian.
Pernah gak, waktu kamu ngerasa kalau hari ini bener-bener hari sialmu, kamu mikir kalau mungkin setelah itu kamu pasti bisa jadiin itu pengalaman berharga buat ngerasain sesuatu yang lebih hebat.
Misalnya, kamu punya agenda buat berangkat ke kota Miri di Sarawak Malaysia untuk ngehadirin acara youth conference. Jadwal penerbanganmu delay 35 menit dari jadwal yang seharusnya, dari 18.25 menjadi 19.00, yang dari situ kamu tiba-tiba mikir kalau waktu untuk check in pasti bakal delay juga, padahal enggak. Setelah kamu gunain waktumu buat melakukan sesuatu yang lain, kamu balik lagi satu jam sebelum jadwal penerbangan buat check in, yang seharusnya masih dalam range aman buat masuk ke boarding room. Tapi setelah kamu tanya ke information center dan kamu coba check in langsung, ternyata seharusnya waktu check in gak bisa ngikutin jadwal yang ter-delay. Jadi walaupun delay 2 jam atau 5 jam sekalipun, kamu tetep harus check in sesuai dengan j adwal asli penerbanganmu, dan kalau lewat dari range waktu tersebut, kamu dianggap telat check in dan harus beli tiket yang baru untuk penerbangan lain. Apalagi penerbangan tersebut termasuk penerbangan internasional yang harusnya check in 3 atau 2 jam sebelum jadwal penerbangan. Rasanya jantungku sudah kayak gondal gandul tinggal copotnya aja. Nggelewer nggelewer.
Gimana? Apa kamu bakal mikir kalau itu hari sialmu? Aku lebih suka berkhayal kalau pasti dari kejadian itu aku bakal ngerasain sesuatu yang lebih keren. Misalnya, suatu saat aku bakal kesana lagi atau ke negara lain untuk sesuatu yang lebih besar, terus aku bakal ngerasain kasus yang sama. Tapi aku bisa handle masalah itu dgn profesional karena aku pernah ngalamin sebelumnya. Aamiin!
Mungkin beberapa dari kalian mikir kalau itu cuma sekedar ngayal aja. Tapi buat aku itu sesuatu yang punya peluang 80 persen buat terjadi. Karena aku ngejalanin hidupku sampai aku bisa di posisiku sekarang ini, dengan orang-orang di sekitarku yang seperti sekarang ini juga semuanya merupakan hasil ngayal yang gak jauh beda sama contoh yang barusan aku sebutin.
Semua itu di luar akal. Kalau banyak quotes yang bilang "if you can dream it, you will get it," itu bagiku quotes yang bener-bener bukan omong kosong.
Tanpa kamu sadarin, kamu bakal berubah. Sesuai dengan harapanmu dan doa-doa di dalam sholatmu. Meskipun sampai detik ini kamu ngerasa masih belum punya passion. Allah Yang Maha Besar bakalan ngasih kamu sedikit demi sedikit dalam setiap momen. Sampai akhirnya passion di dalam diri kamu semakin lama akan semakin besar ngalahin ke-nggakyakin-an mu selama ini.
Keep dreaming, guys. You worth all the big things!
Plot Twist
Senin, 27 Juli 2015
Assalamualaikum.
Bukan masalah banyaknya uang, bukan masalah teman, bukan masalah kondisi fisik. Tapi kebahagiaan yang diberikan Allah ke dalam hati kita.
Pernah nggak sih kamu dari pagi ngerasa seneng banget, puas atasapa yang sudah kamu kerjakan seharian, tapi malamnya tiba-tiba merasa sedih sesedih-sedihnya karena sesuatu yang lain? Atau sebaliknya, waktu kamu ngerasa di bawah banget sampai rasanya mau bunuh diri, tiba-tiba lima menit kemudian denger kabar baik yang bener-bener bikin kamu ketawa selepas-lepasnya. Gampang banget ya Allah ngebolak balikin hati manusia.
Aku punya tetangga yang dia yang terkenal kaya di perumahan. Bantuan yang dia kasih ke masjid, ke orang-orang sekitarnya juga nggak sedikit. Rumahnya dua di sebelah kiri satu, di sebelah kanan satu, jadinya kanan kiri oke. Tapi beliau (si bapak) bener-bener punya penyakit komplikasi yang ngebatasin dia buat makan sama gerak. Anaknya yang pertama kuliah di surabaya juga, tapi cuti setahun karena kena penyakit kista, dan Alhamdulillah bisa diobatin. Setelah penyakit kistanya dirawat dan mulai membaik, matanya yang mulai bermasalah dan harus dioperasi dan dikasih treatment laser. Tapi apa hidup mereka stress? Nggak eh, keluarga mereka bener-bener keluarga asik. Tiap ketemu tetangga, ngelawak, ramah, ngobrol kayak beban hidupnya nggak sebesar kelihatannya. Nggak pernah terlihat meratapi nasib mereka sedalam-dalamnya, walaupun istri dari bapak itu temen baik Mama (hubungannya opo wkwk). Yaa maksudnya nggak pernah curhat yang ngenes-ngenes gitu. Apa yang keluar dari mulutnya selalu kata-kata baik, nggak pernah nyakitin perasaan orang yang mendengarkan. Seakan-akan tau betul tujuan dari mereka hidup itu apa.
Jadi sebenernya yang kita cari disini itu apa, sih? Jabatan kah, atau pengakuan orang-orang sekitar? Atau sebenernya kita cuma butuh Allah buat nyelipin kebahagiaan di hati kita masing-masing? Bahagia atas apa yang kita lihat, atas apa yang kita punya, atas apapun yang kita rasain.
Assalamualaikum.
Bukan masalah banyaknya uang, bukan masalah teman, bukan masalah kondisi fisik. Tapi kebahagiaan yang diberikan Allah ke dalam hati kita.
Pernah nggak sih kamu dari pagi ngerasa seneng banget, puas atasapa yang sudah kamu kerjakan seharian, tapi malamnya tiba-tiba merasa sedih sesedih-sedihnya karena sesuatu yang lain? Atau sebaliknya, waktu kamu ngerasa di bawah banget sampai rasanya mau bunuh diri, tiba-tiba lima menit kemudian denger kabar baik yang bener-bener bikin kamu ketawa selepas-lepasnya. Gampang banget ya Allah ngebolak balikin hati manusia.
Aku punya tetangga yang dia yang terkenal kaya di perumahan. Bantuan yang dia kasih ke masjid, ke orang-orang sekitarnya juga nggak sedikit. Rumahnya dua di sebelah kiri satu, di sebelah kanan satu, jadinya kanan kiri oke. Tapi beliau (si bapak) bener-bener punya penyakit komplikasi yang ngebatasin dia buat makan sama gerak. Anaknya yang pertama kuliah di surabaya juga, tapi cuti setahun karena kena penyakit kista, dan Alhamdulillah bisa diobatin. Setelah penyakit kistanya dirawat dan mulai membaik, matanya yang mulai bermasalah dan harus dioperasi dan dikasih treatment laser. Tapi apa hidup mereka stress? Nggak eh, keluarga mereka bener-bener keluarga asik. Tiap ketemu tetangga, ngelawak, ramah, ngobrol kayak beban hidupnya nggak sebesar kelihatannya. Nggak pernah terlihat meratapi nasib mereka sedalam-dalamnya, walaupun istri dari bapak itu temen baik Mama (hubungannya opo wkwk). Yaa maksudnya nggak pernah curhat yang ngenes-ngenes gitu. Apa yang keluar dari mulutnya selalu kata-kata baik, nggak pernah nyakitin perasaan orang yang mendengarkan. Seakan-akan tau betul tujuan dari mereka hidup itu apa.
Jadi sebenernya yang kita cari disini itu apa, sih? Jabatan kah, atau pengakuan orang-orang sekitar? Atau sebenernya kita cuma butuh Allah buat nyelipin kebahagiaan di hati kita masing-masing? Bahagia atas apa yang kita lihat, atas apa yang kita punya, atas apapun yang kita rasain.
Human Soul on Fire are always Eye catching!
Sabtu, 25 Juli 2015.
Assalamualaikum.
"Bersemangatlah! Atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah!" -HR Muslim.
Maha Penyayang Allah yang memberikan semangat ke dalam diri seseorang. Kenapa ya, orang yang bersemangat itu selalu menarik untuk dilihat? Maha Agung Allah yang memancarkan cahaya ke dalam diri seseorang hingga orang itu terlihat begitu menawan di mata orang lain.
"Makanya, tlet, tancap gas aja. Kamu cari ilmu di tempat-tempat yang banyak orang berkualitas. Disana kamu bakal ketemu orang-orang hebat, kalau sudah gabung sama orang-orang hebat, nanti kamu bakal keikut hebat juga!" - Bapak.
Begitu gampangnya semangat nularin orang-orang di sekitarnya. Entah kenapa orang yang punya semangat besar selalu menarik untuk diperhatiin. Bagaimanapun fisiknya, penampilannya, gaya bicaranya. Seakan-akan ayam yang lewat depan rumah itu bisa dibikin meong-meong (ngomong opo). Maksudnya seakan-akan pak kumis bisa ndak tumbuh lagi kumisnya (ngomong opo). Pokoknya setiap orang punya sudut pandang yang indah banget buat diperhatikan. Sudut pandang yang bukan dalam sisi menyombongkan diri, ingin diperhatikan orang lain dengan merendahkan suatu kelompok atau seseorang, atau orang yang selalu mencari pengakuan orang lain tanpa mau berusaha, atau sebagainya.
Catat doa ini : Ya Allah, selalu sertakanlah bersamaku orang-orang hebat, bersemangat, jujur, baik. Jauhkanlah aku di antara golongan orang-orang yang buta akan kebaikan, yang melihat keburukan seakan-akan adalah suatu kewajaran.
Subhanallah. Kadang aku mikir, betapa beruntungnya aku dilahirin di tengah orang-orang optimis ini. Punya kesempatan ketemu dan punya hubungan sama orang-orang yang di dalam pikirannya selalu ingin jadi lebih baik, lebih baik, dan terus lebih baik lagi. Walaupun udah jatuh sejatuh-jatuhnya, walaupun berdarah-darah, masih terlihat keren. Walaupun apa yang diusahakannya masih belum keliatan hasilnya, masih terus dikejar, didoakan, sampai akhirnya bener-bener kecapai. Subhanallah. Allah kalau sudah menghendaki sesuatu, akal manusia udah nggak sampai lagi buat mikirin gimana ceritanya kok bisa begitu.
Assalamualaikum.
"Bersemangatlah! Atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah!" -HR Muslim.
Maha Penyayang Allah yang memberikan semangat ke dalam diri seseorang. Kenapa ya, orang yang bersemangat itu selalu menarik untuk dilihat? Maha Agung Allah yang memancarkan cahaya ke dalam diri seseorang hingga orang itu terlihat begitu menawan di mata orang lain.
"Makanya, tlet, tancap gas aja. Kamu cari ilmu di tempat-tempat yang banyak orang berkualitas. Disana kamu bakal ketemu orang-orang hebat, kalau sudah gabung sama orang-orang hebat, nanti kamu bakal keikut hebat juga!" - Bapak.
Begitu gampangnya semangat nularin orang-orang di sekitarnya. Entah kenapa orang yang punya semangat besar selalu menarik untuk diperhatiin. Bagaimanapun fisiknya, penampilannya, gaya bicaranya. Seakan-akan ayam yang lewat depan rumah itu bisa dibikin meong-meong (ngomong opo). Maksudnya seakan-akan pak kumis bisa ndak tumbuh lagi kumisnya (ngomong opo). Pokoknya setiap orang punya sudut pandang yang indah banget buat diperhatikan. Sudut pandang yang bukan dalam sisi menyombongkan diri, ingin diperhatikan orang lain dengan merendahkan suatu kelompok atau seseorang, atau orang yang selalu mencari pengakuan orang lain tanpa mau berusaha, atau sebagainya.
Catat doa ini : Ya Allah, selalu sertakanlah bersamaku orang-orang hebat, bersemangat, jujur, baik. Jauhkanlah aku di antara golongan orang-orang yang buta akan kebaikan, yang melihat keburukan seakan-akan adalah suatu kewajaran.
Subhanallah. Kadang aku mikir, betapa beruntungnya aku dilahirin di tengah orang-orang optimis ini. Punya kesempatan ketemu dan punya hubungan sama orang-orang yang di dalam pikirannya selalu ingin jadi lebih baik, lebih baik, dan terus lebih baik lagi. Walaupun udah jatuh sejatuh-jatuhnya, walaupun berdarah-darah, masih terlihat keren. Walaupun apa yang diusahakannya masih belum keliatan hasilnya, masih terus dikejar, didoakan, sampai akhirnya bener-bener kecapai. Subhanallah. Allah kalau sudah menghendaki sesuatu, akal manusia udah nggak sampai lagi buat mikirin gimana ceritanya kok bisa begitu.
Kita ini luar biasa
Rabu, 6 Mei 2015.
Assalamualaikum.
Ngerasa, nggak? Apa yang terjadi di dalam hidup kita ini bener-bener luar biasa. Kadang waktu kita udah ngerasa siap, tetap aja nggak bisa melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Kenapa ya? Kadang kesalahan yang kita lakukan terjadi akibat pikiran yang keluar gitu aja. Dan akhirnya yang bisa kita rasakan cuma penyesalan.
Aku pernah denger dari seorang pembicara yang bener-bener aku pegang sampai sekarang. Bukan pembiacaranya yang kupegang sampe sekarang ya, kata-katanya dia maksudku. Kata-kata yang menurutku keren dan aku coba terapin ke kehidupanku sehari-hari.
Jadi gini. Kita ini luar biasa. Suangat suangat luar biasa banget sekali betul. Kita sebenernya bisa jadi apa aja yang kita mau. Kita selalu ngikutin tingkah orang yang kita pikir menarik. Itu juga salah satu sifat dasar dari seorang manusia kayak kita gini.
Kamu itu punya empat peran. Bayangkan kamu punya empat kepribadian yang mau nggak mau kamu harus bisa jadi keemprat-empratnya. Ayah, ibu, kakak, dan adek.
Waktu kamu masih kecil, terus kamu sakit, kamu bakal lari ke ketek siapa? Ibumu. Kalau ibumu nggak ada? Ada kamu sendiri. Nggak perlu orang lain buat ngerawat kamu. Kamu sebenernya bisa mandiri dengan fisikmu sendiri. Anggap di dalam dirimu ada dua orang yang sedang merawat orang satunya. Nasehatin kalau selalu jaga kesehatan dimanapun, kapanpun.
Waktu kamu ngerasa bingung harus melakukan sesuatu yang sebenernya nggak boleh. Kamu dikasih nasehat sama siapa? Ayah, misalnya. Kamu bisa jadi Ayah buat dirimu sendiri dengan ngerem apa yang seharusnya boleh kamu kerjain sama yang nggak boleh. Anggap di dalam dirimu ada seorang Ayah yang lagi nasehatin anaknya. Ayahnya itu kamu, dan anaknya itu juga kamu. "Kalau bisa, jaga dirimu ya, jaga nama baikmu sendiri, aku percaya kamu pasti bisa".
Waktu kamu ngerasa ketakutan sama orang, kamu biasanya lari ke siapa? Ke kakakmu, misalnya. Anggap di dalam dirimu ada kakak yang lagi ngomong ke adeknya kalau dia bakal selalu ngejagain adiknya dimanapun, kapanpun. Jangan takut, jangan nangis. Aku bakal lawan siapapun yang nyakitin adikku.
Mereka semua itu kamu. Kamu mungkin punya kakak atau adik. Kamu tau gimana seharusnya mereka ngelindungin kamu atau kamu ngelindungin mereka. Lakukan aja ke dirimu sendiri. Kamu itu mampu. Gak ada yang bisa nandingin kamu. Yang bikin dirimu jatuh cuma pikiran-pikiran di dalam kepalamu yang gak seharusnya kamu pikirin terus menerus.
Cerita waktu SMP
27/04/2012
Assalamualaikum.
Aku mau carita nih. Tiba-tiba aja keinget sama suatu kejadian di SMP. Jaman-jaman masih labil dulu. Hehe. Tentang aku sama seorang sahabat yang mukanya kepampang di salah satu foto-foto di kanan ini >>>
Agak cacat sih sebenernya...hehe
Tadi barusan dia nelpon nanya kabar, dan akhirnya ngobrol sebentar. Jadi keinget deh kejadian waktu SMP dulu. Hehe.
Jadi gini, aku yang dulu itu persis banget sama aku yang sekarang ini. Tiap ada orang curhat masalah pribadi, aku canggung setengah mati. Tanganku langsung gemeter, aku bingung harus ngapain. Mau itu lewat sms, atau ngomong langsung, aku langsung panas dingin. Soalnya aku juga jarang yang namanya curhat masalah pribadi. Aku lebih suka mendem, terus kuselesein sendiri. Aku juga bakal canggung kalau ngomong serius kayak gitu ke orang lain. Kalau masalah jengkel-jengkelan sama temen, atau ngegosipin orang sih suka-suka aja dengernya (hehe). Tapi kalo udah nyangkut masalah pribadi yang lebih dalem lagi, aku bener-bener nggak bisa.
Nah, suatu hari si dia ini pengen cerita ke aku. Dari cara-cara ngomongnya, mukanya keliatan pengen cerita. Aduh nggak bisa dijelasin kalo nulis gini. Pokoknya muka-muka mupeng pengen didengerin omongannya gitu nah.
Dulu itu tiap ada orang yang ancang-ancang mau curhat gitu aku selalu cari bahan omongan yang ngalihin supaya dia nggak jadi curhat. Soalnya aku bener-bener nggak bisa ngasih masukan apa-apa kalau sendirian gitu. Palingan kalo rame-rame baru aku bisa sok-sok bijak sama anak-anak yang lainnya. Tapi kalo berdua, tatap muka... bener-bener nggak bisa.
Jadi dengan tanpa dosa aku sok-sok bikin guyonan garing supaya dia nggak jadi cerita. Dan aku nggak nyadar kalo ternyata ulahku itu jahat banget. Dia iya-iya aja lagi. Ya ikut ketawa, ikutan ngegaring. Sampe beberapa hari dia gitu terus. Mukanya makin hari makin lesu. Aku makin nggak tau harus ngapain. Mana makin deket sama ulang tahunnya dia lagi.
Akhirnya kubiarin berlalu gitu aja. Aku nyiapin ultahnya dia sendirian. Soalnya waktu itu aku sama sahabataku yang satunya belum terlalu deket (aslinya kita bertiga sahabatan). Tau nggak pisang molen Puspita Sari? Yang enak banget itu loh. Kita berdua tiap pulang sekolah sering ke Ramayana beli pisang itu, kita suka banget. Jadi kado buat ulang tahunnya dia kubeliin pisang molen itu, berapa bungkus, ya... banyak pokoknya. Kalo nggak 5-6 kotak gitu. Isinya satu jenis aja, yang biasa. Itu pake duit tabunganku sendiri, tuh. Aku cuma minta duit sama mama dikit buat nambah-nambahin lah.
Sebenernya ultahnya dia pas hari minggu, tapi waktu itu aku masih belom boleh bawa motor, jadi nggak bisa keluar hari libur. Jadi aku ngasihnya Sabtu, pulang latihan marching. Dia juga lagi ada kegiatan yang pulang sore, jadi kita bisa ketemu.
Aku selesai latihan marchingnya jam 4an kalo nggak salah. Selesai latihan aku langsung sms dia, ngajak pulang bareng, padahal mau sekalian ngasih kado molen. Tapi dia nggak bales smsku. Aku sms banyak banget itu. Dia tetep nggak bales. Ku telpon juga nggak diangkat. Kusuruh dia ke depan wartel atas kalau sudah selesai. Jadi mulai dari selesai latihan aku juga langsung kesana nungguin dia. Aku emang tau sih dia selesainya biasanya jam 5an, jadi aku nungguin dia lebih dari sejam. Dan sms ku belum dibales.
Sekalinya, sudah jam 6 dia belom keluar juga. Nah terus aku tuh marah. Aku langsung cari angkot pulang. Pas angkotnya sudah nyampe di kampung timur, dia nelpon. Terus kuangkat. Dengan jahatnya aku ngomong "ah, tau ah," PIP! Kumatiin. Terus dia sms. Pokoknya intinya dia di depan wartel. Nggak punya duit pulang. Dan akhirnya aku balik lagi ke sekolah. Waktu itu duitku juga tinggal 3ribu. Angkot dulu kan 1300, jadi kalo buat berdua nggak mungkin. Aku pulang naik angkot 2 kali. Dia juga naik angkot 2 kali. Mana udah sore.
Akhirnya aku nyusul dia, soalnya aku tau dia nggak bakal ada yg bisa jemput. Jadi aku mikir, yaudah aku langsung cari ojek pulang aja, bayar di rumah.
Pas nyampe di depan wartel, aku liat dia lagi duduk. Semua toko udah pada tutup. Sudah kedengeran suara orang-orang ngaji juga. pas kusamperin, kuliat mukanya, aku kaget. Mukanya nggak ada.
Becanda!
Pas kusamperin, aku liat mukanya, basah kuyup. Maksudnya, dia lagi nangis. Aku syok banget. Aku uda mikir macem-macem. Apa karena dia nungguin aku kelamaan, dia diapa-apain orang atau gimana. Jadi aku otomatis nanya "Loh loh kenapa??"
Dia tetep nangis. Tapi nggak ngomong apa-apa.
Tau nggak?
Aku ngerasa gini. Kayaknya dia nyadar kalo aku nggak nyaman dengerin orang curhat. Aku takut kalo dia mikir aku nggak suka dicurhatin. Bukannya gitu. Sumpah, bukannya gitu T.T Aku cuma bingung harus ngasih respon apa. Bukan nggak suka T.T
Akhirnya dia nggak cerita apa-apa. Dia cuma nangis sambil ngeremas kain rokku. Dia nangis terus. Entah kenapa aku ngerasa bersalah. Kayaknya semua beban yang selama ini dia pengen cerita ke aku (tapi nggak bisa) itu ditumpahin semua. Aku makin bingung. Tanganku lebih dingin dari tangannya. Aku juga pengen nangis. Yah... akhirnya aku juga ikutan nangis.
Kita berdua nangis, tapi nggak ada suaranya. Yang ada cuma suara ingus sama suara isak aja. Aku yang ngerasa bersalah, sama dia yang nggak tau kenapa. Waktu itu aku bener-bener pengen tau kenapa, tapi aku nggak berani nanya.
Pas kita berdua sudah selesai nangis, itu sudah selesai adzan maghrib. Langitnya sudah mulai item. Tinggal kita berdua di depan wartel. Aku baru inget kalo aku bawa kadonya dia. Dan kukasihlah molen itu. Kita akhirnya jalan ke jalan raya, nyari ojek, aku nemenin dia nyari angkot. Di jalan, kita makan molennya. Dia yang ngasih ke aku kok, bukan aku yang minta. Sambil makan, kita diem-dieman. Canggung abis. Pegangan tangan aja endak.
Dan akhirnya gitu, aku pulang dan dia pulang. Sampai sekarangpun aku nggak tau waktu itu dia nangis kenapa :\ Aku bukan sahabat yang ideal T.T
Assalamualaikum.
Aku mau carita nih. Tiba-tiba aja keinget sama suatu kejadian di SMP. Jaman-jaman masih labil dulu. Hehe. Tentang aku sama seorang sahabat yang mukanya kepampang di salah satu foto-foto di kanan ini >>>
Agak cacat sih sebenernya...hehe
Tadi barusan dia nelpon nanya kabar, dan akhirnya ngobrol sebentar. Jadi keinget deh kejadian waktu SMP dulu. Hehe.
Jadi gini, aku yang dulu itu persis banget sama aku yang sekarang ini. Tiap ada orang curhat masalah pribadi, aku canggung setengah mati. Tanganku langsung gemeter, aku bingung harus ngapain. Mau itu lewat sms, atau ngomong langsung, aku langsung panas dingin. Soalnya aku juga jarang yang namanya curhat masalah pribadi. Aku lebih suka mendem, terus kuselesein sendiri. Aku juga bakal canggung kalau ngomong serius kayak gitu ke orang lain. Kalau masalah jengkel-jengkelan sama temen, atau ngegosipin orang sih suka-suka aja dengernya (hehe). Tapi kalo udah nyangkut masalah pribadi yang lebih dalem lagi, aku bener-bener nggak bisa.
Nah, suatu hari si dia ini pengen cerita ke aku. Dari cara-cara ngomongnya, mukanya keliatan pengen cerita. Aduh nggak bisa dijelasin kalo nulis gini. Pokoknya muka-muka mupeng pengen didengerin omongannya gitu nah.
Dulu itu tiap ada orang yang ancang-ancang mau curhat gitu aku selalu cari bahan omongan yang ngalihin supaya dia nggak jadi curhat. Soalnya aku bener-bener nggak bisa ngasih masukan apa-apa kalau sendirian gitu. Palingan kalo rame-rame baru aku bisa sok-sok bijak sama anak-anak yang lainnya. Tapi kalo berdua, tatap muka... bener-bener nggak bisa.
Jadi dengan tanpa dosa aku sok-sok bikin guyonan garing supaya dia nggak jadi cerita. Dan aku nggak nyadar kalo ternyata ulahku itu jahat banget. Dia iya-iya aja lagi. Ya ikut ketawa, ikutan ngegaring. Sampe beberapa hari dia gitu terus. Mukanya makin hari makin lesu. Aku makin nggak tau harus ngapain. Mana makin deket sama ulang tahunnya dia lagi.
Akhirnya kubiarin berlalu gitu aja. Aku nyiapin ultahnya dia sendirian. Soalnya waktu itu aku sama sahabataku yang satunya belum terlalu deket (aslinya kita bertiga sahabatan). Tau nggak pisang molen Puspita Sari? Yang enak banget itu loh. Kita berdua tiap pulang sekolah sering ke Ramayana beli pisang itu, kita suka banget. Jadi kado buat ulang tahunnya dia kubeliin pisang molen itu, berapa bungkus, ya... banyak pokoknya. Kalo nggak 5-6 kotak gitu. Isinya satu jenis aja, yang biasa. Itu pake duit tabunganku sendiri, tuh. Aku cuma minta duit sama mama dikit buat nambah-nambahin lah.
Sebenernya ultahnya dia pas hari minggu, tapi waktu itu aku masih belom boleh bawa motor, jadi nggak bisa keluar hari libur. Jadi aku ngasihnya Sabtu, pulang latihan marching. Dia juga lagi ada kegiatan yang pulang sore, jadi kita bisa ketemu.
Aku selesai latihan marchingnya jam 4an kalo nggak salah. Selesai latihan aku langsung sms dia, ngajak pulang bareng, padahal mau sekalian ngasih kado molen. Tapi dia nggak bales smsku. Aku sms banyak banget itu. Dia tetep nggak bales. Ku telpon juga nggak diangkat. Kusuruh dia ke depan wartel atas kalau sudah selesai. Jadi mulai dari selesai latihan aku juga langsung kesana nungguin dia. Aku emang tau sih dia selesainya biasanya jam 5an, jadi aku nungguin dia lebih dari sejam. Dan sms ku belum dibales.
Sekalinya, sudah jam 6 dia belom keluar juga. Nah terus aku tuh marah. Aku langsung cari angkot pulang. Pas angkotnya sudah nyampe di kampung timur, dia nelpon. Terus kuangkat. Dengan jahatnya aku ngomong "ah, tau ah," PIP! Kumatiin. Terus dia sms. Pokoknya intinya dia di depan wartel. Nggak punya duit pulang. Dan akhirnya aku balik lagi ke sekolah. Waktu itu duitku juga tinggal 3ribu. Angkot dulu kan 1300, jadi kalo buat berdua nggak mungkin. Aku pulang naik angkot 2 kali. Dia juga naik angkot 2 kali. Mana udah sore.
Akhirnya aku nyusul dia, soalnya aku tau dia nggak bakal ada yg bisa jemput. Jadi aku mikir, yaudah aku langsung cari ojek pulang aja, bayar di rumah.
Pas nyampe di depan wartel, aku liat dia lagi duduk. Semua toko udah pada tutup. Sudah kedengeran suara orang-orang ngaji juga. pas kusamperin, kuliat mukanya, aku kaget. Mukanya nggak ada.
Becanda!
Pas kusamperin, aku liat mukanya, basah kuyup. Maksudnya, dia lagi nangis. Aku syok banget. Aku uda mikir macem-macem. Apa karena dia nungguin aku kelamaan, dia diapa-apain orang atau gimana. Jadi aku otomatis nanya "Loh loh kenapa??"
Dia tetep nangis. Tapi nggak ngomong apa-apa.
Tau nggak?
Aku ngerasa gini. Kayaknya dia nyadar kalo aku nggak nyaman dengerin orang curhat. Aku takut kalo dia mikir aku nggak suka dicurhatin. Bukannya gitu. Sumpah, bukannya gitu T.T Aku cuma bingung harus ngasih respon apa. Bukan nggak suka T.T
Akhirnya dia nggak cerita apa-apa. Dia cuma nangis sambil ngeremas kain rokku. Dia nangis terus. Entah kenapa aku ngerasa bersalah. Kayaknya semua beban yang selama ini dia pengen cerita ke aku (tapi nggak bisa) itu ditumpahin semua. Aku makin bingung. Tanganku lebih dingin dari tangannya. Aku juga pengen nangis. Yah... akhirnya aku juga ikutan nangis.
Kita berdua nangis, tapi nggak ada suaranya. Yang ada cuma suara ingus sama suara isak aja. Aku yang ngerasa bersalah, sama dia yang nggak tau kenapa. Waktu itu aku bener-bener pengen tau kenapa, tapi aku nggak berani nanya.
Pas kita berdua sudah selesai nangis, itu sudah selesai adzan maghrib. Langitnya sudah mulai item. Tinggal kita berdua di depan wartel. Aku baru inget kalo aku bawa kadonya dia. Dan kukasihlah molen itu. Kita akhirnya jalan ke jalan raya, nyari ojek, aku nemenin dia nyari angkot. Di jalan, kita makan molennya. Dia yang ngasih ke aku kok, bukan aku yang minta. Sambil makan, kita diem-dieman. Canggung abis. Pegangan tangan aja endak.
Dan akhirnya gitu, aku pulang dan dia pulang. Sampai sekarangpun aku nggak tau waktu itu dia nangis kenapa :\ Aku bukan sahabat yang ideal T.T
Sempet kok sempet :D
25/04/2012
Assalamualaikum.
Semua orang pada milih jurusan sama fakultas kuliah tujuannya masing-masing.
Misalnya gini, si Semangka milih jurusan Teknik, misalnya. Tapi dia pengen teknik fisika, karena dia suka fisika. Sebenernya dia bukan suka fisika kan, tapi dia bisa fisika. Dia bisa fisika lebih daripada pelajaran lain. Coba kalau dia lebih bisa biologi daripada fisika. Dia pasti lebih milih ke jurusan kesehatan, kehutanan, dan sebagainya.
Nah aku? Aku yang masih rancu dulu masih nggak tau ahli dalam bidang yang mana. Sampai begitu sekali ortu nggak suka jurusan tujuan yang aku pengen, aku pasrah aja mereka milihin yang mana. Dan akhirnya semuanya keteteran. Di tengah jalan aku baru nyadar kalau sebenernya aku ini bisa aja. Aku pengen nyoba ulang, pas waktunya sudah mepet kayak gini. Sebenernya aku bisa, dari dulupun sebenernya aku bisa. Cuman waktu itu nggak ada yang bikin pandanganku seluas ini. Nggak ada yang bisa bikin aku mikir. Dan akhirnya aku harus kerja dua kali buat ngejar semua-semua yang ketinggalan.
Tapi nggak apa-apa ding. Mulai sekarang aku bakal berusaha semampuku. Aku nggak se "nggak pintar" itu kok. Aku bakal mulai dari nol. Aku sudah punya tujuan. Yeeeeeesssss...
Gila ya, niat kecil begini aja bisa ngerubah besar-besaran cara pandangku yang dulu. Aduh coba aku mikir kayak gini lebih cepet. Pasti bisa selangkah lebih siap. Gapapa gapapa gapapa gapapa gapapa gapapa. Sempet kok sempet sempet sempet sempet :)
Assalamualaikum.
Semua orang pada milih jurusan sama fakultas kuliah tujuannya masing-masing.
Misalnya gini, si Semangka milih jurusan Teknik, misalnya. Tapi dia pengen teknik fisika, karena dia suka fisika. Sebenernya dia bukan suka fisika kan, tapi dia bisa fisika. Dia bisa fisika lebih daripada pelajaran lain. Coba kalau dia lebih bisa biologi daripada fisika. Dia pasti lebih milih ke jurusan kesehatan, kehutanan, dan sebagainya.
Nah aku? Aku yang masih rancu dulu masih nggak tau ahli dalam bidang yang mana. Sampai begitu sekali ortu nggak suka jurusan tujuan yang aku pengen, aku pasrah aja mereka milihin yang mana. Dan akhirnya semuanya keteteran. Di tengah jalan aku baru nyadar kalau sebenernya aku ini bisa aja. Aku pengen nyoba ulang, pas waktunya sudah mepet kayak gini. Sebenernya aku bisa, dari dulupun sebenernya aku bisa. Cuman waktu itu nggak ada yang bikin pandanganku seluas ini. Nggak ada yang bisa bikin aku mikir. Dan akhirnya aku harus kerja dua kali buat ngejar semua-semua yang ketinggalan.
Tapi nggak apa-apa ding. Mulai sekarang aku bakal berusaha semampuku. Aku nggak se "nggak pintar" itu kok. Aku bakal mulai dari nol. Aku sudah punya tujuan. Yeeeeeesssss...
Gila ya, niat kecil begini aja bisa ngerubah besar-besaran cara pandangku yang dulu. Aduh coba aku mikir kayak gini lebih cepet. Pasti bisa selangkah lebih siap. Gapapa gapapa gapapa gapapa gapapa gapapa. Sempet kok sempet sempet sempet sempet :)
Manusia yang paling bahagia
"Manusia yang paling bahagia
di dunia ini adalah
manusia yang habis ee."
"Manusia bisa menahan lapar
dan haus hingga berhari-hari.
Tapi manusia tidak akan bisa
menahan ee lebih dari sejam."
menahan ee lebih dari sejam."
- Mama
What am I gonna do?
If my last heartbeat’s going to
come in a few minutes
How do I live my last?
Would I forgive the people I couldn't even just a little
Would I like the people that I hate just a little bit
And at the, would I have been able to love myself?
Try to make it now
I don’t want anymore regret (regret)
‘Cause time’s never back
I'll never unravel unlike the knots of my shoelaces
Just like how time will never stop and it'll just keep going
Do I know even a little about what life feels like?
I kept asking myself that and was lost
I tried hiding the left side of my chest with this hand
The first beat made me cry and shout
The lingering note that was left behind rang out the second time
The masked the last sound that should have rung out
Try to make it now
I don’t want anymore regret (regret)
‘Cause time’s never back
I'll never unravel unlike the knots of my shoelaces
Just like how time will never stop and it'll just keep going
All you want to do is not always what you have in your mind
Can’t you see something new coming on your way?
Try to teach you how
I don’t want anymore hatred (hatred)
‘Cause no one ever sucks!
That's what you taught me
That it was possible to like someone on a day called today
If I only had a few more minutes to do something as natural as breathing
Then I'd ....
If my last heartbeat’s going to
come in a few minutes
How do I live my last?
Would I forgive the people I couldn't even just a little
Would I like the people that I hate just a little bit
And at the, would I have been able to love myself?
Try to make it now
I don’t want anymore regret (regret)
‘Cause time’s never back
I'll never unravel unlike the knots of my shoelaces
Just like how time will never stop and it'll just keep going
Do I know even a little about what life feels like?
I kept asking myself that and was lost
I tried hiding the left side of my chest with this hand
The first beat made me cry and shout
The lingering note that was left behind rang out the second time
The masked the last sound that should have rung out
Try to make it now
I don’t want anymore regret (regret)
‘Cause time’s never back
I'll never unravel unlike the knots of my shoelaces
Just like how time will never stop and it'll just keep going
All you want to do is not always what you have in your mind
Can’t you see something new coming on your way?
Try to teach you how
I don’t want anymore hatred (hatred)
‘Cause no one ever sucks!
That's what you taught me
That it was possible to like someone on a day called today
If I only had a few more minutes to do something as natural as breathing
Then I'd ....
One Ok Rock - Hitsuzen Maker
Aku udah pernah ngepost ini belom, ya?
Suka banget nih sama ini lagu. Banyak khasiatnya.
Dengerin deh :D
Kebodohan itu mahal
18/02/2012
Assalamualaikum.
Kebodohan itu mahal, lho. Nggak cuma kepintaran aja yang mahal harganya. Malah kalau mau pinter juga nggak harus mengeluarkan duit jutaan. Kalau kebodohan... pikir aja. Kamu ngejatohin hape temenmu. Hapenya LCD nya pecah. Siapa yang musti tanggung jawab? Ya kamu.
Bapak baru-baru ini ngasih quote baru. "Kebodohan sama kemalasan itu butuh biaya".
Lucu sih... tapi bener banget.
Lihat aja pengusaha-pengusaha kaya yang sejarahnya mereka melarat banget. Mungkin karena sangking banyaknya orang-orang yang seperti itu di TV, kita sampe sudah biasa aja ngedengernya. Tapi itu nggak sebiasa yang kalian pikirin, woy. Mereka itu orang cerdas yang nggak bodoh. Jarang melakukan kebodohan, maksudku. Mereka bisa belajar dari kebodohan mereka. Dan mereka nggak malas. Mereka bisa pintar karena diri mereka sendiri. Mereka mau berusaha. Belajar dari pengalaman itu keren. Tapi nggak segampang ngelepeh bombon.
Sebagian besar dari mereka punya banyak teman. Itu juga salah satu kunci dari kehidupan. Teman. Mau apa kamu kalau nggak punya temen? Mereka paling bisa menghargai orang.
Misalnya ada contoh. Kamu misalnya bakal ditakdirin kerjasama sama si mas A, orang pinter yang bakal ngajakin kamu bikin proyek miliyaran juta triliyun (misalnya lho misalnya). Kalian dipertemukan di suatu tempat. Kalian udah asik nih... Eh sekalinya... pas dia nggak sengaja nginjek kakimu, kamu keceplosan ngomong "adddoh asssuw!" ~~~tiiiiit. Terus dia tersinggung nih. Kamu udah minta maap berkali-kali. Dan kamu juga udah ngerasa...ah dia kan orang baik. Masa gitu aja marah. Tapi orang itu udah terlanjur sakit hati. Kalian juga tau, kan... betapa mengerikannya seseorang yang udah terlanjur "sakit hati"...? Yang seharusnya kamu bakal kerjasama buat masa depan, si dia malah berusaha ngejauhin kamu pelan-pelan. Berusaha semaksimal mungkin biar dia nggak ketemu lagi sama kamu. Ngeri nggak tuh?
Nggak usah jauh-jauh, deh. Misalnya aja sekarang ini. Di lingkungan sekolah. Misalnya kalian itu orang yang... apa ya istilah halusnya...? "Nggak terlalu pinter", deh. Nggak terlalu pinter dan nggak terlalu rajin. Misalnya aja nih di sekolah kamu punya temen. Temenmu itu... ya... baik lah. Namanya juga temen. Nah kalian udah lama saling bantu-membantu nih. Dia udah selalu nolongin kamu dan kamu juga sering nolongin dia. Tapi tiba-tiba suatu saat kamu lagi emosi sama suatu hal dan kamu ngacangin dia, atau ngomong kasar, atau keceplosan ngomong "ooo asuw" kayak peristiwa yang sebelumnya tak ceritain tadi. Kamu nggak akan tau kan kalau sebenarnya saat itu juga dia mikir "oke, aku nggak akan bantuin kamu lagi. Selamanya". Nggak kepikiran, kan? Tapi itu beneran, lho. Hati-hati. Kalian nggak bakal nyadar kalau sebenernya kalian udah di blacklist di otaknya. Mungkin dia di depan masih asik-asik aja sama kamu. Tapi begitu kamu minta tolong apa-apa lagi sama dia, dia bakal ngejauh dan bilang "nggak" dengan berbagai alasan halus. Kebayang nggak sih, kalau misalnya kamu mau minjem pulpen, terus dia bilang "aduh nggak bawa, maaf banget yaaa", padahal tanpa kamu sadarin pas orang lain minjem, dia langsung ngasih tanpa mikir.
Yaaah... itulah salah satu yang kumaksud "bodoh". "Kebodohan", "ketidaktahuan", "kemalasan", "kesombongan", "kepembualan", "keegoisan", semuanya bakal ngebunuh kamu pelan-pelan.
Kalau kamu susah minterin kepalamu, kamu mulai aja dari minterin perilakumu dulu deh. Semuanya itu bakal jalan pelan-pelan... Pokoknya bikin semua orang cinta sama kamu dulu. Apalagi orang-orang terdekatmu. Kalau kamu udah punya orang-orang dekat, jaga tuh. Eman-eman mereka. Jangan dibikin lecet, jangan dibikin sedih sedikitpun. Kamu nggak akan pernah tau bakal ada orang... entah itu teman atau cuma sekedar orang yang kamu kenal yang bakal rela ngelakuin apa aja buat kamu. Serius.
Kamu pernah nggak sih ketemu beberapa orang yang... pokoknya kamu bakal ngelakuin apa aja buat dia semampumu. Meskipun orang itu bukan saudara atau bahkan keluarga jauhmu. Kalau buatku, itu yang kunamain sahabat di kehidupanku. Orang yang entah kenapa kalau mereka minta tolong sesuatu... aku harus selalu bisa. Aku harus bisa jadi orang yang berguna buat mereka. Pasti setiap orang bakal ngerasain sesuatu yang kayak gitu. Kalaupun nggak sekarang. Nanti pasti :)
Assalamualaikum.
Kebodohan itu mahal, lho. Nggak cuma kepintaran aja yang mahal harganya. Malah kalau mau pinter juga nggak harus mengeluarkan duit jutaan. Kalau kebodohan... pikir aja. Kamu ngejatohin hape temenmu. Hapenya LCD nya pecah. Siapa yang musti tanggung jawab? Ya kamu.
Bapak baru-baru ini ngasih quote baru. "Kebodohan sama kemalasan itu butuh biaya".
Lucu sih... tapi bener banget.
Lihat aja pengusaha-pengusaha kaya yang sejarahnya mereka melarat banget. Mungkin karena sangking banyaknya orang-orang yang seperti itu di TV, kita sampe sudah biasa aja ngedengernya. Tapi itu nggak sebiasa yang kalian pikirin, woy. Mereka itu orang cerdas yang nggak bodoh. Jarang melakukan kebodohan, maksudku. Mereka bisa belajar dari kebodohan mereka. Dan mereka nggak malas. Mereka bisa pintar karena diri mereka sendiri. Mereka mau berusaha. Belajar dari pengalaman itu keren. Tapi nggak segampang ngelepeh bombon.
Sebagian besar dari mereka punya banyak teman. Itu juga salah satu kunci dari kehidupan. Teman. Mau apa kamu kalau nggak punya temen? Mereka paling bisa menghargai orang.
Misalnya ada contoh. Kamu misalnya bakal ditakdirin kerjasama sama si mas A, orang pinter yang bakal ngajakin kamu bikin proyek miliyaran juta triliyun (misalnya lho misalnya). Kalian dipertemukan di suatu tempat. Kalian udah asik nih... Eh sekalinya... pas dia nggak sengaja nginjek kakimu, kamu keceplosan ngomong "adddoh asssuw!" ~~~tiiiiit. Terus dia tersinggung nih. Kamu udah minta maap berkali-kali. Dan kamu juga udah ngerasa...ah dia kan orang baik. Masa gitu aja marah. Tapi orang itu udah terlanjur sakit hati. Kalian juga tau, kan... betapa mengerikannya seseorang yang udah terlanjur "sakit hati"...? Yang seharusnya kamu bakal kerjasama buat masa depan, si dia malah berusaha ngejauhin kamu pelan-pelan. Berusaha semaksimal mungkin biar dia nggak ketemu lagi sama kamu. Ngeri nggak tuh?
Nggak usah jauh-jauh, deh. Misalnya aja sekarang ini. Di lingkungan sekolah. Misalnya kalian itu orang yang... apa ya istilah halusnya...? "Nggak terlalu pinter", deh. Nggak terlalu pinter dan nggak terlalu rajin. Misalnya aja nih di sekolah kamu punya temen. Temenmu itu... ya... baik lah. Namanya juga temen. Nah kalian udah lama saling bantu-membantu nih. Dia udah selalu nolongin kamu dan kamu juga sering nolongin dia. Tapi tiba-tiba suatu saat kamu lagi emosi sama suatu hal dan kamu ngacangin dia, atau ngomong kasar, atau keceplosan ngomong "ooo asuw" kayak peristiwa yang sebelumnya tak ceritain tadi. Kamu nggak akan tau kan kalau sebenarnya saat itu juga dia mikir "oke, aku nggak akan bantuin kamu lagi. Selamanya". Nggak kepikiran, kan? Tapi itu beneran, lho. Hati-hati. Kalian nggak bakal nyadar kalau sebenernya kalian udah di blacklist di otaknya. Mungkin dia di depan masih asik-asik aja sama kamu. Tapi begitu kamu minta tolong apa-apa lagi sama dia, dia bakal ngejauh dan bilang "nggak" dengan berbagai alasan halus. Kebayang nggak sih, kalau misalnya kamu mau minjem pulpen, terus dia bilang "aduh nggak bawa, maaf banget yaaa", padahal tanpa kamu sadarin pas orang lain minjem, dia langsung ngasih tanpa mikir.
Yaaah... itulah salah satu yang kumaksud "bodoh". "Kebodohan", "ketidaktahuan", "kemalasan", "kesombongan", "kepembualan", "keegoisan", semuanya bakal ngebunuh kamu pelan-pelan.
Kalau kamu susah minterin kepalamu, kamu mulai aja dari minterin perilakumu dulu deh. Semuanya itu bakal jalan pelan-pelan... Pokoknya bikin semua orang cinta sama kamu dulu. Apalagi orang-orang terdekatmu. Kalau kamu udah punya orang-orang dekat, jaga tuh. Eman-eman mereka. Jangan dibikin lecet, jangan dibikin sedih sedikitpun. Kamu nggak akan pernah tau bakal ada orang... entah itu teman atau cuma sekedar orang yang kamu kenal yang bakal rela ngelakuin apa aja buat kamu. Serius.
Kamu pernah nggak sih ketemu beberapa orang yang... pokoknya kamu bakal ngelakuin apa aja buat dia semampumu. Meskipun orang itu bukan saudara atau bahkan keluarga jauhmu. Kalau buatku, itu yang kunamain sahabat di kehidupanku. Orang yang entah kenapa kalau mereka minta tolong sesuatu... aku harus selalu bisa. Aku harus bisa jadi orang yang berguna buat mereka. Pasti setiap orang bakal ngerasain sesuatu yang kayak gitu. Kalaupun nggak sekarang. Nanti pasti :)
Masih inget anak-anak
17/10/12
Assalamualaikum.
Kangen eh. haha
Belom kuceritain, ya? Kemarin rabu anak-anak kucingku sudah ditaroh mama ke Poshy Cat house. Soalnya orang-orang rumah juga udah pada nyerah. Aku juga nggak tega kalo salah-salah ngerawat mereka. Makanan ganti-ganti, bulu pada rontokan. Terakhr anaknya si Tingting 2 ekor pada sakit. Mana si item juga ilang. Bisa hemat duit makanan juga. Hemat air juga yang baisanya buat nyiramin eek-eeknya.
Tapi...
Sekarang mah tiap pulang rumah, buka pager, nggak ada lagi si keci yang suka tiduran di atas sofa sama kakak favoritnya. Nggak keliatan lagi si gayus sama si kuning berantem. Tanaman juga nggak ada yang ngehamburin lagi. Haduuuh... sedihnya eh. haha...
Mudahan kalian makin sehat disana :D
Assalamualaikum.
Kangen eh. haha
Belom kuceritain, ya? Kemarin rabu anak-anak kucingku sudah ditaroh mama ke Poshy Cat house. Soalnya orang-orang rumah juga udah pada nyerah. Aku juga nggak tega kalo salah-salah ngerawat mereka. Makanan ganti-ganti, bulu pada rontokan. Terakhr anaknya si Tingting 2 ekor pada sakit. Mana si item juga ilang. Bisa hemat duit makanan juga. Hemat air juga yang baisanya buat nyiramin eek-eeknya.
Tapi...
Sekarang mah tiap pulang rumah, buka pager, nggak ada lagi si keci yang suka tiduran di atas sofa sama kakak favoritnya. Nggak keliatan lagi si gayus sama si kuning berantem. Tanaman juga nggak ada yang ngehamburin lagi. Haduuuh... sedihnya eh. haha...
Mudahan kalian makin sehat disana :D
Mau tahu?
11/02/2012
Assalamualaikum.
Mau tahu sesuatu yang menyedihkan?
Hari ini tanggal 11 kan. Kemarin si Obi ulang tahun. Yah... umur segitu memang jaman-jamannya belom ngerti istimewanya ulang tahun. Sebelum tanggal 10, maksudku tanggal 9, malemnya, kami ber-5 masih lengkap.
Kami berempat... oke, kita. KITA (ga enak ah pake kami). Kita berempat, aku, mama, mas dadit, sama Obi malem itu nunggu bapak yang bakal pulang dari dinas. Dan akhirnya beliau pulang dari handil jam 9. Padahal rencananya malem itu kita mau makan malem ngerayain ultahnya Obi. Tempat makan mana yang buka jam 9 malem? Sebenernya masih banyak rumah makan padang yang buka 24 jam sih. Tapi si Obi minta ke McD yang juga buka 24 jam. Dan akhirnya kita berlima kesana.
Oh iya. Kenapa kita ngerayain ultahnya Obi tanggal 9? Karena tanggal 10 nya mas dadit udah musti balik ke Melaka. Nah tanggal 11 nya (hari ini, tadi pagi) mama harus ke Depok, ada urusan sama eyang.
Malem itu sebenernya rame karena kita berlima ngobrol-ngobrol seru. Tapi ndatau kenapa, aku ngerasa sedih banget. Mungkin karena akhir pekan bakal cuma betiga dirumah.
Hmmm...
Assalamualaikum.
Mau tahu sesuatu yang menyedihkan?
Hari ini tanggal 11 kan. Kemarin si Obi ulang tahun. Yah... umur segitu memang jaman-jamannya belom ngerti istimewanya ulang tahun. Sebelum tanggal 10, maksudku tanggal 9, malemnya, kami ber-5 masih lengkap.
Kami berempat... oke, kita. KITA (ga enak ah pake kami). Kita berempat, aku, mama, mas dadit, sama Obi malem itu nunggu bapak yang bakal pulang dari dinas. Dan akhirnya beliau pulang dari handil jam 9. Padahal rencananya malem itu kita mau makan malem ngerayain ultahnya Obi. Tempat makan mana yang buka jam 9 malem? Sebenernya masih banyak rumah makan padang yang buka 24 jam sih. Tapi si Obi minta ke McD yang juga buka 24 jam. Dan akhirnya kita berlima kesana.
Oh iya. Kenapa kita ngerayain ultahnya Obi tanggal 9? Karena tanggal 10 nya mas dadit udah musti balik ke Melaka. Nah tanggal 11 nya (hari ini, tadi pagi) mama harus ke Depok, ada urusan sama eyang.
Malem itu sebenernya rame karena kita berlima ngobrol-ngobrol seru. Tapi ndatau kenapa, aku ngerasa sedih banget. Mungkin karena akhir pekan bakal cuma betiga dirumah.
Hmmm...
Apa yang kupikirin... malam ini...?
06/02/12
Assalamualaikum.
Sebenernya nggak bisa juga disebut "malam ini", karena sekarang jam dinding sudah menunjukkan pukul 02:02. Lagi ngapain aku sekarang? Aku lagi belajar metik neh. Tadi siang seorang teman dateng ke rumah buat belajar metik. Kalau dia nggak dateng, mungkin ke depannya aku nggak bakal serajin ini kali ya. Thx, teman! Maaf ya kalo tadi agak bete di rumahku gara-gara aku belajarnya gak serius. T_T
Malem ini malem yang sedih banget eh. Memey, tau kan? Kucing persiaku yang udah kurang lebih 5 bulan kami pelihara di rumah, hilang. Mudahan balik lagi, Ya Allah... T_T amiiiiiiin...
Kemarin aja kehilangan si gayus seekor udah paniknya bukan main.
Tapi aku nggak boleh suudzon sama siapa-siapa nih. Mudahan aja da udah dibawa sama orang yang bertanggung jawab, yang tiap hari bakal ngasih makan dia nggak kurang sama yang biasanya kukasih disini. Amiiiiin, Ya Allah... T_T
T_T
T_T
T_T
Sedih... T_T
Mey... pulang nak... T_T
Oh iya. Tebak apa yang lagi aku pikirin.
Aku tiba-tiba kepikiran, neh. Gimana yah kalo aku nanti (insyaAllah) udah kuliah? Aku bakal jauh dari rumah nih. Aku nggak bakal bisa ngelihat ortu sama sodara-sodaraku tiap hari lagi nih.
Entah kenapa ya... rasanya kalau kita ngelihat mereka komplit di rumah, rasanya aman aja gitu. Rasanya kayak... gimana yah...?
Gini nih. Kita seakan-akan jadi penjaga mereka aja. Kalo nggak ngelihat orang-orang rumah beberapa waktu aja, rasanya khawatir. Nanti kalau aku udah nggak ada, mereka siapa yang jagain...?
Yah... semacam pemikiran-pemikiran nggak jelas gitulah yang keluar dari kepalaku. Padahal mestinya aku sendiri yang musti diawasin. Hehe.
Assalamualaikum.
Sebenernya nggak bisa juga disebut "malam ini", karena sekarang jam dinding sudah menunjukkan pukul 02:02. Lagi ngapain aku sekarang? Aku lagi belajar metik neh. Tadi siang seorang teman dateng ke rumah buat belajar metik. Kalau dia nggak dateng, mungkin ke depannya aku nggak bakal serajin ini kali ya. Thx, teman! Maaf ya kalo tadi agak bete di rumahku gara-gara aku belajarnya gak serius. T_T
Malem ini malem yang sedih banget eh. Memey, tau kan? Kucing persiaku yang udah kurang lebih 5 bulan kami pelihara di rumah, hilang. Mudahan balik lagi, Ya Allah... T_T amiiiiiiin...
Kemarin aja kehilangan si gayus seekor udah paniknya bukan main.
Tapi aku nggak boleh suudzon sama siapa-siapa nih. Mudahan aja da udah dibawa sama orang yang bertanggung jawab, yang tiap hari bakal ngasih makan dia nggak kurang sama yang biasanya kukasih disini. Amiiiiin, Ya Allah... T_T
T_T
T_T
T_T
Sedih... T_T
Mey... pulang nak... T_T
Oh iya. Tebak apa yang lagi aku pikirin.
Aku tiba-tiba kepikiran, neh. Gimana yah kalo aku nanti (insyaAllah) udah kuliah? Aku bakal jauh dari rumah nih. Aku nggak bakal bisa ngelihat ortu sama sodara-sodaraku tiap hari lagi nih.
Entah kenapa ya... rasanya kalau kita ngelihat mereka komplit di rumah, rasanya aman aja gitu. Rasanya kayak... gimana yah...?
Gini nih. Kita seakan-akan jadi penjaga mereka aja. Kalo nggak ngelihat orang-orang rumah beberapa waktu aja, rasanya khawatir. Nanti kalau aku udah nggak ada, mereka siapa yang jagain...?
Yah... semacam pemikiran-pemikiran nggak jelas gitulah yang keluar dari kepalaku. Padahal mestinya aku sendiri yang musti diawasin. Hehe.
Langganan:
Postingan (Atom)